Mother&Baby Indonesia
Tahu Lebih Banyak Soal Sariawan pada Bayi

Tahu Lebih Banyak Soal Sariawan pada Bayi

Si Kecil rewel, Moms? Ada banyak alasan yang membuat bayi tak berhenti menangis. Salah satunya adalah saat ia merasa tidak nyaman di bagian tubuh tertentu, seperti di mulut.

Sariawan termasuk penyebab rasa tak nyaman di mulut. Rasa nyeri yang kerap timbul membuat Si Kecil menjadi rewel. Sebelum panik menghadapi sakit Si Kecil, yuk cari tahu lebih banyak soal sariawan pada mulut bayi berikut ini.




Definisi

Sariawan adalah luka di dalam rongga mulut Si Kecil yang dapat mengganggu proses pencernaan makanan atau minuman yang masuk ke dalam tubuhnya. Saat Si Kecil sariawan, makanan dan minuman yang dikunyahnya akan mengenai luka sehingga menimbulkan rasa nyeri yang luar biasa. Luka yang mengganggu aktivitas mengunyah ini pun akan menurunkan nafsu makan Si Kecil.


Gejala

Bayi yang sariawan akan berliur lebih banyak dari biasanya, rewel, dan jika sudah MPASI, ia akan memuntahkan makanan atau bahkan menolak makanan yang Anda berikan. Jika Si Kecil sudah balita dan merasa sakit saat mengunyah, minta ia menunjukkan sumber sakitnya.

Kalau Anda dapat melihat bentuk bulat berwarna keputihan atau kekuningan dengan diameter 1-5 mm di dalam rongga mulutnya, maka bisa dipastikan anak Anda mengalami sariawan. Si Kecil juga dapat mengalami demam tinggi hingga 40 derajat Celsius jika sariawan yang ada di mulutnya disebabkan oleh jamur atau virus Herpes.


Penyebab

Berdasarkan penyebabnya, sariawan dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

1. Stomatitis apthosa, disebabkan oleh trauma tertentu, misalnya trauma tergigit gigi sendiri atau terkena sikat gigi sehingga membuat mulutnya terluka atau lecet.



2. Oral thrush atau moniliasis, penyebabnya infeksi jamur Candida albican dan paling sering menyerang bayi dan balita. Jamur ini muncul karena kondisi mulut Si Kecil yang tidak bersih. Apalagi di usia ini, ia memang kerap menggigiti benda-benda tertentu yang mungkin tidak bersih.

3. Stomatitis herpetik, sariawan yang disebabkan virus herpes simpleks dan menyerang tenggorokan Si Kecil.

Selain itu, sariawan pada rongga mulut bayi juga bisa disebabkan karena ia mengalami alergi makanan, sensitif terhadap buah-buahan yang asam seperti jeruk dan stroberi, kekurangan vitamin dan mineral tertentu seperti asam folat, zinc, zat besi, dan vitamin B12. Penyakit radang usus juga berpotensi memicu sariawan pada mulut bayi.


Yang Harus Dilakukan

Saat SI Kecil menderita sariawan, pastikan kebutuhan cairannya terpenuhi dengan baik agar ia terhindar dari dehidrasi. Sebab mungkin saja ia menjadi malas minum karena rasa nyeri akibat luka sariawan.

Selain itu, berikan Si Kecil makanan atau minuman dengan kandungan vitamin B dan C yang tinggi, misalnya jeruk, apel, tomat, dan sayuran hijau. Jangan lupa Moms, sajikan makanan dengan tekstur lembut agar mudah dikunyah, suapi dengan sendok secara perlahan, dan berikan ia minum dari gelas.

Anda juga bisa memberikan makanan bertekstur lembut dan bersuhu dingin kepada Si Kecil, misalnya es krim. Apabila anak sudah lebih besar, Anda bisa mengompres sariawan dengan es batu. Sensasi dingin bisa membuat sariawan mati rasa. Selain itu, Anda bisa membuat larutan yang terdiri dari air, garam, dan soda kue. Celupkan kapas pada larutan tersebut lalu tempelkan ke area yang mengalami sariawan dengan lembut. Lakukan 3-4 kali sehari.

Hindari juga penggunaan botol saat minum agar tidak terjadi kontak langsung dengan luka sariawan yang akan membuat Si Kecil semakin trauma terhadap makanan serta minuman. Jika anak Anda sudah bisa berkumur, berikan ia obat kumur guna mempercepat penyembuhan sariawan. (M&B/Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: bayi,   sariawan,   stomatitis apthosa,   oral thrush








Cover September 2019

Related Article