Mother&Baby Indonesia
7 Langkah Merawat Telinga Bayi Setelah Ditindik

7 Langkah Merawat Telinga Bayi Setelah Ditindik

Mau langsung ditindik atau menunggu anak cukup besar? Hal itu memang selalu menjadi pro dan kontra bagi para Moms yang memiliki anak perempuan, ya. Sebagian memilih langsung menindik telinga bayi setelah lahir, dengan alasan lebih tidak sakit. Namun banyak juga yang memilih menunda menindik telinga anaknya hingga usianya sudah lebih besar, karena tidak tega menindik telinga bayi baru lahir.


Waktu yang Tepat

Apa pendapat pakar soal waktu menindik telinga bayi? Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), menindik bayi di usia berapa saja sebenarnya tidak masalah, asalkan dilakukan dengan cara yang tepat, menggunakan peralatan yang tepat, dan kemudian dirawat dengan tepat juga.



Walau begitu, AAP juga merekomendasikan untuk menindik telinga bayi setelah usianya sudah di atas 2 tahun (24 bulan), karena daya tahan tubuhnya sudah lebih baik pada saat itu, dan anak juga sudah mendapatkan vaksin dasar lengkap.

Selain itu, menunda menindik telinga bayi hingga usianya (setidaknya) di atas 1 tahun turut mengurangi risiko terbentuknya keloid lho, Moms.


Perawatan Setelah Tindik

Menurut AAP, luka di telinga bayi akan sembuh dalam 4 hingga 6 minggu setelah ditindik. Nah, selama masa penyembuhan tersebut, luka tindikan di telinga anak harus dirawat dengan sempurna, tentunya untuk mengurangi risiko infeksi. Ketahui beberapa langkah tepat untuk mencegah infeksi pasca penindikan telinga anak berikut ini.

1. Setelah ditindik, pasangkan anting berukuran kecil. Anting berbahan emas 14 karat dan surgical stainless steel bisa dibilang bahan paling aman, karena lebih jarang menimbulkan reaksi alergi jika dibandingkan anting berbahan nikel atau lainnya.



2. Bersihkan bagian depan dan belakang anting menggunakan kapas atau cotton bud yang telah dicelup ke alkohol atau hydrogen peroxide. Namun pastikan tangan Anda sudah bersih sebelum melakukan ini ya, Moms.

3. Setelah mandi, bersihkan area luka dengan cotton bud hingga kering. Ini baik untuk mencegah lembap, karena luka yang lembap bisa meningkatkan risiko infeksi.

4. Agar bentuk tindikan bulat sempurna, rutinlah memutar anting anak dan menggerakkannya ke depan belakang beberapa kali.

5. Kenali ciri-ciri infeksi pada telinga anak, agar Anda bisa segera menanganinya jika telinga anak Anda infeksi.

6. Sebaiknya tidak membuka anting hingga 6 minggu setelah menindik telinga Si Kecil. Jika Anda membukanya, lubang tersebut bisa menutup dengan cepat.

7. Setelah 6 minggu, pastikan anak Anda selalu memakai antingnya selama 6 bulan ke depan, hingga lubang tindikannya permanen. (Tiffany Warrantyasri/SW/Dok. Pexels)



Tags: tindik,   telinga,   anting,   bayi,   anak,   batita










Cover April 2020