Mother&Baby Indonesia
Bayi Kuning, Cukup Dijemur Saja atau Harus Dirawat?

Bayi Kuning, Cukup Dijemur Saja atau Harus Dirawat?

Moms, pernahkah Anda melihat bayi yang baru lahir berwarna kuning? Atau mungkin waktu Si Kecil lahir, ia mengalami gejala tersebut? Penyakit kuning bisa menyerang bayi yang baru lahir. Tanda-tanda bayi kuning adalah kulit dan bagian putih mata Si Kecil berwarna kuning.

Penyakit kuning atau jaundice pada bayi disebabkan oleh kondisi tubuh yang memproduksi lebih banyak bilirubin daripada yang dapat diproses oleh hati. Bilirubin sendiri adalah pigmen berwarna kuning kecokelatan, hasil dari proses destruksi sel darah merah.

Pigmen ini berfungsi untuk membentuk empedu yang membantu pencernaan, dan warna pigmen ini bisa juga terlihat pada darah dan tinja semua orang. Berlebihnya pigmen bilirubin ini akan mengalir dan masuk ke dalam aliran darah serta sel-sel tubuh.



Jumlah bilirubin yang berlebihan dalam tubuh akan mengubah sel-sel dan membuat kulit dan mata menjadi kuning. Jika Si Kecil mengalami kondisi ini, umumnya para ibu disarankan untuk menjemur bayi mereka di bawah matahari untuk mengurangi kuning di tubuhnya.

Dr. Utami Roesli, SpA, MBA, IBCLC menyarankan, untuk menjemur bayi, biasanya bisa dimulai pada pukul 07.30 hingga 08.30. Dan untuk durasinya kurang lebih cukup 30 menit saja. Perlakuan ini bisa Anda lakukan apabila kadar kuning anak Anda cenderung rendah, atau sekitar 12 mg/dL ya, Moms.




Kapan Mesti Dirawat?

Namun apabila kadar bilirubin anak di atas 12 mg/dL, maka kondisi Si Kecil pun perlu diwaspadai. Perawatan untuk mengurangi kadar bilirubin ini pun tak cukup hanya dijemur saja. Bayi Anda perlu diterapi menggunakan sinar biru atau disebut fototerapi, dengan bagian mata ditutup agar tak mengganggu penglihatannya.

Fototerapi sendiri terbilang aman untuk bayi, sebab efek sampingnya tergolong ringan. Di antaranya bibir mengering, dehidrasi ringan, kulit kemerahan hingga diare ringan. Tetapi, apabila kadar bilirubin mencapai 25 mg/DL, maka bayi harus mendapatkan transfusi tukar darah selama beberapa kali.

Selain dengan terapi tersebut, Moms juga harus pastikan kebutuhan ASI Si Kecil terpenuhi. Sebab saat mengalami jaundice, bayi menjadi malas untuk menyusui dan bisa mengalami dehidrasi. ASI sendiri memiliki fungsi untuk meningkatkan imunitas tubuh, yang mampu menjaga sel otak dari serangan bilirubin yang tinggi.

Anda bisa menyusui bayi setiap 3-4 jam sekali, dan tetap mengonsumsi makanan yang bernutrisi, sehingga ASI yang diberikan pun berkualitas baik. Dengan usaha tersebut, semoga bisa meringankan, bahkan menyembuhkan penyakit kuning Si Kecil ya, Moms! (Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: bayi,   jaundice,   penyakit kuning,   bayi kuning,   bilirubin








Cover September 2019

Related Article