Mother&Baby Indonesia
Benarkah Bayi ASI Eksklusif Butuh Tambahan Zat Besi?

Benarkah Bayi ASI Eksklusif Butuh Tambahan Zat Besi?

Banyak yang bertanya, benarkah bayi ASI eksklusif memerlukan tambahan suplemen zat besi? Jika ya, kapan waktu yang tepat untuk memberikan suplemen ini dan mengapa perlu tambahan? Masih banyak lagi pertanyaan seputar tambahan zat besi untuk bayi ASI eksklusif. Cari tahu jawabannya di bawah ini yuk, Moms.


Pro-Kontra Anemia

Beberapa tahun terakhir, terjadi kontroversi di dunia laktasi mengenai defisiensi zat besi pada bayi ASI eksklusif. WHO (Badan Kesehatan Dunia) pada 2001 menyampaikan kekhawatirannya akan risiko kekurangan zat besi pada bayi ASI eksklusif. Maka Glader, seorang ahli kesehatan anak menyebutkan dalam jurnal Textbook of Pediatrics 2004, agar bayi yang mendapat ASI ekslusif mendapatkan suplemen zat besi untuk menghindari kemungkinan defisiensi zat besi.



Sayangnya, riset mengenai kadat zat besi pada bayi ASI ekslusif masih relatif belum mencukupi, sehingga kebijakan mengenai perlunya pemberian suplemen zat besi masih kontroversial, baik di Indonesia maupun di dunia.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sendiri melalui Satgas Anemia Defisiensi Besi (Adebe) merekomendasikan pemberian suplemen zat besi untuk anak usia 0-24 bulan. Usia ini dinilai sebagai masa emas dalam proses perkembangan fisik dan kecerdasan anak.


Hasil Penelitian

Dalam studi berjudul A Prospective Study of Iron Status in Exclusively Breastfed Term Infants Up To 6 Months of Age, para peneliti berhasil membuktikan bahwa:

• Bayi-bayi yang mendapatkan ASI eksklusif, baik dari ibu penderita anemia atau yang tidak, sama-sama tidak menunjukkan tanda defisiensi zat besi, sampai usia mereka enam bulan.

• Kadar zat besi pada bayi berusia enam bulan, tidak ada hubungannya dengan kadar zat besi pada ASI dan konsentrasi laktoferin dalam ASI dari waktu ke waktu.

• Dari 200 bayi ASI eksklusif yang diriset dalam studi ini, tidak satu pun bayi menunjukkan tanda-tanda anemia defisiensi zat besi.




“ASI mengandung tingkat zat besi yang lebih tinggi dibandingkan susu formula yang sudah difortifikasi. Kadar zat besi dalam ASI adalah 100mg/liter, sedangkan dalam susu formula hanya 70mg/liter,” jelas Dr. Asti Praborini, SpA, IBCLC, dari Kemang Medical Care.


Siapa yang Perlu Tambahan Zat Besi

Si Kecil mungkin kekurangan zat besi pada kondisi:

1. Usia anak 6-9 bulan

Di usia ini, ASI saja sudah tidak bisa memenuhi kebutuhan harian tubuh anak akan zat besi, karena mereka sudah mulai banyak aktivitas. Maka zat besi bisa dipenuhi dengan pemberian MPASI sehat dan bergizi seimbang.

2. Bayi BBLR dan Prematur

Pada trimester akhir kehamilan, tubuh ibu memberikan banyak asupan zat besi pada sang janin yang jumlahnya cukup hingga usia anak enam bulan. Jadi, pada bayi prematur yang lahir lebih cepat, persediaan zat besinya tidak cukup banyak, sehingga mungkin diperlukan suplemen zat besi. (M&B/Tiffany/SW/Dok. Freepik)



Tags: asi,   air susu ibu,   anemia,   zat besi,   nutrisi,   kesehatan,   bayi,   anak








Cover September 2019

Related Article