Mother&Baby Indonesia
Tradisi-Tradisi Unik Melahirkan di Berbagai Negara

Tradisi-Tradisi Unik Melahirkan di Berbagai Negara

Lain negara, lain pula kebiasaannya. Di Indonesia, adalah lazim jika seorang perempuan pergi ke rumah sakit atau rumah bersalin menjelang persalinannya. Tapi di Belanda, justru bidan yang biasanya datang ke rumah. Bagaimana kebiasaan persalinan di Amerika Serikat, Jepang, dan negara-negara lain?

Simak artikel berikut untuk memperluas wawasan Anda tentang tradisi melahirkan di berbagai belahan dunia.




Jepang

Umumnya, proses persalinan di Jepang berlangsung di rumah sakit, tetapi ibu yang bersalin sangat menghindari epidural atau obat-obatan pereda sakit lainnya. Sebab mereka percaya bahwa rasa sakit saat melahirkan adalah ujian pertama yang harus dilewati perempuan untuk menjadi seorang ibu.

Tidak lama setelah dilahirkan, bayi akan dibawa ke kuil Shinto untuk diberkati. Ia akan diletakkan di lantai dan dibuat menangis. Konon, bayi yang menangis di kuil akan memiliki suara yang indah.


Turki

Perempuan di Turki kini banyak yang memilih melahirkan dengan cara caesar. Itu pun dilakukan dengan anestesi total. Salah satu alasannya adalah negara tersebut kekurangan dokter yang mampu melakukan anestesi lokal seperti epidural. Akibatnya, para perempuan yang tidak ingin merasakan sakit saat melahirkan memilih anestesi total dan menjalani persalinan caesar.

Pasca melahirkan, ibu dan bayi dilarang meninggalkan rumah selama 40 hari pertama. Selama itu, biasanya akan banyak tamu yang ingin melihat si bayi. Menurut tradisi, para tamu akan membawa emas untuk si bayi. Mereka juga akan disuguhi sirup berwarna merah muda terbuat dari kayu manis dan cengkeh. Pulangnya, para tamu kan diberi suvenir cokelat atau sebungkus bumbu.


Belanda

Di Negeri Kincir Angin, angka melahirkan di rumah adalah yang terbesar di daratan Eropa. Itu pun dilakukan dengan pertolongan bidan. Jika ada komplikasi, bidan akan merujuk ibu hamil ke dokter kandungan dan melahirkan di rumah sakit.

Setelah melahirkan, biasanya para ibu menyewa jasa perawat selama satu minggu yang akan mengerjakan segalanya, mulai dari memberikan obat-obatan, mengajari merawat bayi, sampai mengerjakan pekerjaan rumah.

Para tamu yang datang mengunjungi Si Kecil akan disuguhkan biskuit yang terbuat dari potongan roti bulat yang dipanggang ditaburi mesis dengan lapisan gula biru muda untuk bayi laki-laki dan pink untuk bayi perempuan.




Jerman

Istilah banyak anak banyak rezeki tampaknya berlaku di negara ini. Setiap anak akan mendapat tunjangan, dan tunjangan itu berlaku progresif. Semakin banyak anak Anda, semakin besar tunjangan yang akan Anda terima.

Itu dilakukan karena negara tersebut merasa akan mengalami penurunan jumlah penduduk karena para perempuannya fokus berkarier. Itu sebabnya perempuan hamil akan diperlakukan istimewa.

Ketika bersalin, kehadiran bidan merupakan hal wajib, sementara dokter adalah pilihan. Demikian aturan yang diterapkan Pemerintah Jerman. Maka tak heran bidan masih menjadi pilihan utama para perempuan hamil di sana. Usai melahirkan pun bidan akan datang setiap hari sampai tidak dibutuhkan lagi.

Memberi nama bayi tidak bisa sembarangan. Pemerintah memiliki daftar nama yang bisa diterima. Jika melenceng, orang tua harus memberikan alasan kuat agar nama tersebut bisa diterima. Hal ini dilakukan untuk menghindari ledekan terhadap anak tersebut karena nama yang tidak biasa.


Amerika Serikat

Seperti di Indonesia, peran dokter dan bidan sama besarnya pada proses persalinan. Jika persalinan mengalami kesulitan, dokter akan melakukan intervensi medis, seperti epidural, episiotomi, bahkan caesar.

Karena banyaknya intervensi medis, kini banyak perempuan hamil yang kembali menggunakan jasa bidan untuk melahirkan di rumah, kecuali jika terdapat kelainan yang mengancam nyawa ibu atau bayinya.

Memberikan hadiah pada bayi sebelum kelahirannya merupakan hal umum, yaitu saat baby shower party. Biasanya acara ini dilakukan untuk anak pertama, tetapi boleh juga diadakan untuk menyambut kelahiran anak kedua dan seterusnya. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: melahirkan,   persalinan,   ibu melahirkan,   tradisi melahirkan