Mother&Baby Indonesia
Waspada, Efek Suara Bising bagi Janin Anda, Moms!

Waspada, Efek Suara Bising bagi Janin Anda, Moms!

Moms suka nonton film di bioskop atau tempat bising lainnya, seperti konser musik? Ada baiknya Anda menahan keinginan untuk sering pergi ke tempat-tempat seperti itu selama masa kehamilan.

Tahukah Moms? Suara yang terlalu keras ternyata memiliki efek kurang baik bagi Anda dan janin, lho. Yuk, simak penjelasannya berikut ini.




Pendengaran Janin

Meski berada di dalam perut, janin sesungguhnya sudah bisa mendengar. Telinga dan kelengkapannya sudah mulai berfungsi sejak janin berusia 20 minggu. Sejak itu pula ibu hamil harus lebih berhati-hati agar tidak terlalu sering terpapar suara bising.

Batas bising yang dianggap aman bagi ibu hamil adalah kurang dari 85 desibel. Moms, sangat tidak dianjurkan untuk terpapar kebisingan di atas 115 desibel ketika tengah mengandung.

Perlu diketahui, rata-rata film yang diputar di bioskop mengeluarkan suara dengan tingkat kebisingan 75-85 desibel. Untuk film aksi, tingkat kebisingannya bahkan bisa mencapai 95-100 desibel.

Masalahnya, bentuk kebisingan bukan hanya dari segi suara. Bising yang berupa getaran juga sebaiknya dihindari karena ada kemungkinan memiliki efek pada bayi. Di bioskop, seringkali suara-suara keras berpadu dengan getaran.


Suara-suara yang Mengganggu

Berikut adalah jenis-jenis suara yang terlalu bising dan kemungkinan besar bisa mengganggu pendengaran ibu hamil serta janin.

1. 90 desibel, misalnya alat pemotong kayu atau mesin pemotong rumput. Suaranya akan membuat pendengaran kita tak nyaman.

2. 100 desibel, misalnya suara di pabrik. Suara ini sangat berpotensi merusak pendengaran hanya dalam waktu 2 jam. Selain itu, mendengarkan musik dengan menggunakan earphone juga termasuk suara dengan tingkat kebisingan 90 desibel.

3. 110-120 desibel, termasuk suara musik di konser dan film di bioskop. Jenis suara ini berpotensi merusak pendengaran hanya dalam 1 jam.

4. 130 desibel, adalah ambang rasa nyeri pendengaran manusia. Contohnya suara pesawat lepas landas atau sirene.

5. 140 desibel, merupakan ambang batas atas pendengaran manusia. Artinya, pendengaran manusia hanya mampu menerima suara maksimal dengan intensitas 140 desibel. Suara apa pun di atas 140 desibel dapat merusak telinga dalam seketika.




Efek bagi Ibu dan Janin

Bagi Moms yang kebetulan bekerja di lingkungan dengan suara keras, waspada ya. Tanpa disadari, kebisingan bisa meningkatkan level stres seseorang. Ibu hamil yang stres berisiko menurunkannya kepada janin. Selain itu, perkembangan janin juga berpotensi terganggu apabila sang ibu hamil dalam keadaan stres.

Oleh sebab itu, sangat disarankan bagi Moms untuk menghindari lingkungan dengan tingkat kebisingan yang tinggi. Jika memungkinkan, Anda bisa meminta atasan atau bos untuk memindahkan tempat kerja Anda sementara selama masa kehamilan.

Selain berpengaruh bagi ibu hamil, level kebisingan yang tinggi juga bisa memengaruhi janin. Berikut adalah beberapa kemungkinan yang bisa terjadi apabila ibu hamil terlalu lama terpapar suara bising:

1. Persalinan prematur.

2. Meningkatkan risiko pre-eklampsia atau hipertensi karena kehamilan.

3. Meski berada di dalam perut, lingkungan yang bising juga berpotensi mengganggu pendengaran pada bayi.

Moms perlu tahu, penggunaan earplug memang bisa melindungi pendengaran ibu hamil tapi tidak halnya dengan janin yang berada dalam kandungannya. Dilansir dari situs AAP News & Journals, sebuah penelitian telah melakukan pengujian pada 12 anak dengan rentang usia 4 hingga 10 tahun yang mengalami gangguan pendengaran frekuensi tinggi.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa anak-anak tersebut mengalami gangguan pendengaran akibat ibu mereka yang sering mendengar suara yang bising saat masa kehamilan, dalam kisaran 85 hingga 95 desibel. Selain itu, penelitian pada hewan membuktikan bahwa terkena paparan suara yang bising selama kehamilan berdampak negatit terhadap perkembangan janin. Hasilnya, mungkin serupa juga dengan manusia.

Bayi dari ibu yang kerap terpapar suara bising semasa hamil, cenderung memiliki aktivitas motorik dan kematangan motorik yang terbatas. Mereka juga menunjukkan perilaku abnormal, keterlambatan dalam keterampilan belajar, dan memiliki tingkat kortisol (hormon steroid dari golongan glukokortikoid) yang lebih tinggi selama masa menyapih.

Jadi, apabila Moms tengah mengandung, sangat disarankan untuk menghindari tempat-tempat yang bising seperti bioskop atau konser musik. Pasalnya, suara bising memang tidak baik bagi kesehatan ibu hamil dan janin. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: hamil,   kehamilan,   ibu hamil,   janin,   suara bising,   hipertensi,   pre-eklampsia,   persalinan prematur