Mother&Baby Indonesia
Makan Tape saat Hamil, Bahayakah buat Anda dan Janin?

Makan Tape saat Hamil, Bahayakah buat Anda dan Janin?

Saat Anda dinyatakan hamil, maka segala jenis makanan atau minuman yang masuk ke dalam tubuh wajib Anda perhatikan dengan baik, Moms. Bukan apa-apa, hal ini diperlukan untuk menjaga kesehatan tubuh Anda dan janin.

Memang, umumnya ibu hamil merasa khawatir dengan makanan dan minuman yang dikonsumsi. Karena itu, beberapa makanan biasanya jadi pantangan buat mereka selama hamil, salah satunya adalah makanan yang difermentasi seperti tape.

Tape merupakan makanan olahan yang diperoleh dari hasil fermentasi bahan-bahan berkarbohidrat mengunakan ragi dari beberapa jenis mikroorganisme. Semakin lama proses fermentasi berlangsung, maka kandungan alkoholnya pun akan semakin tinggi. Di Indonesia sendiri, masyarakat mengenal dua jenis tape, yaitu tape singkong dan tape ketan.




Bolehkah Bumil Makan Tape?

Natalie Allen, pakar diet klinis dari Missouri State University, AS, mengatakan bahwa umumnya bumil masih aman mengonsumsi makanan yang diolah melalui proses fermentasi, misalnya yoghurt yang diketahui punya sejumlah manfaat untuk bumil. Walaupun demikian, Moms tetap harus cermat dan membatasi porsi tape yang ingin dikonsumsi.

Makanan dengan proses fermentasi memang baik untuk kesehatan pencernaan tubuh dan membantu mengurangi masalah sembelit yang biasanya dialami bumil. Namun, ada baiknya jika Moms mengenali lebih dahulu riwayat kesehatan sistem pencernaan tubuh Anda. Contohnya, jika bumil pernah punya masalah dengan usus, disarankan agar makan tape sekadar mencicipi atau bahkan lebih baik lagi jika Anda hindari untuk sementara waktu.

Karena itu, akan lebih aman buat Anda jika berkonsultasi lebih dulu dengan dokter saat hendak mengonsumsi tape. Apalagi jika ternyata Anda sejak hamil belum pernah mengonsumsinya. Hal ini dikarenakan penelitian menunjukkan bahwa kesehatan usus bumil berpengaruh terhadap perkembangan otak dan sistem kekebalan janin.




Efek Samping Mengonsumsi Tape

Karena prosesnya melalui fermentasi, makanan ini tentunya mengandung alkohol. Kandungan alkohol pada tape sendiri umumnya sangat rendah. Meskipun begitu, jika Anda mengonsumsinya secara berlebihan, bisa jadi ada efek samping atau risiko yang ditimbulkan, baik pada kehamilan Anda maupun pada janin, yakni:

1. Mual dan Muntah. Makanan yang diolah dengan proses fermentasi seperti tape akan menimbulkan efek gas. Hal ini tentu akan menimbulkan perasaan tidak nyaman saat ada gas di dalam perut Anda dan bisa berakibat membuat Anda menjadi merasa mual, bahkan hingga muntah.

2. Kegagalan fungsi hati. Mengonsumsi tape secara berlebihan disebut bisa mengganggu fungsi hati. Padahal, hati merupakan organ yang berfungsi untuk menetralkan racun dalam tubuh.

3. Risiko bayi terkena sakit kuning. Kandungan alkohol yang terdapat pada tape juga akan diserap janin melalui plasenta. Sayangnya, organ tubuh janin masih dalam tahap perkembangan dan belum berfungsi dengan baik. Alhasil, berapa pun jumlah kadar alkoholnya, tubuhnya belum bisa menyaring. Hal ini akan menyebabkan munculnya bakteri toksoplasma yang bisa berisiko pada bayi terkena sakit kuning.

4. Bayi lahir cacat fisik. Bumil yang gemar mengonsumsi tape dengan kadar alkohol tinggi, terutama pada usia kehamilan trimester akhir, berpotensi melahirkan bayi yang cacat. Hal ini dikarenakan kandungan alkoholnya bisa menyebabkan Foetal Alcohol Spectrum Disorder (FAS). Cacat pada bayi ini disebabkan adanya sindrom yang membuat pertumbuhan selnya menjadi terhambat selama di dalam rahim.

Jadi, Moms tetap boleh mengonsumsi tape saat hamil, namun mesti diingat, batasi porsinya dan cukup sekadar mencicipinya saja. Bahkan jika perlu, hindari mengonsumsi tape untuk mencegah timbulnya masalah pada kehamilan Anda, mengingat tape memiliki efek samping lebih besar dariapada manfaatnya, Moms. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: hamil,   kehamilan,   ibu hamil,   tape