Mother&Baby Indonesia
Agar Anak Tak Manja, Ini Cara Mengatasinya dengan Cinta

Agar Anak Tak Manja, Ini Cara Mengatasinya dengan Cinta

Tak hanya untuk orang tua baru, bahkan yang sudah memiliki anak lebih dari dua bisa kerepotan saat mengurus Si Kecil. Terutama untuk hal memanjakan, yang jarang disadari dan bahkan disamaartikan dengan tanda cinta. Lalu, bagaimana cara membedakan kedua hal tersebut? Cek situasi yang mungkin Anda hadapi berikut ini.


Situasi 1: Pemberian Bersyarat

Si Kecil merengek meminta sesuatu. “Mama, aku ingin sekali mainan itu. Ayolah ma, aku sayang mama. Aku harus punya mainan itu karena semua temanku sudah memiliknya,” kata anak Anda. Dalam situasi ini, Anda perlu tahu apakah permintaannya merupakan sebuah kebutuhan atau keinginan.

Sebab menurut Nancy Samalin, pengarang buku Loving Without Spoiling, memberi karena kebutuhan dan pemberian tanpa sebuah alasan akan berbeda hasil akhirnya. Untuk menghadapinya, Moms bisa menjawab, “Kelihatannya mobil itu memang mainan yang lucu. Kamu boleh memasukkannya ke dalam daftar kebutuhanmu.”

Atau Anda menjawab dengan tegas, “Tidak, kamu tidak akan mendapatkan mainan itu sebelum kamu rajin menggosok gigi sendiri.” Anda tidak harus menjelaskan semua hal setelah memberi jawaban tidak, sebab akan membuka argumentasi. Jadi, jawab dengan kata tidak dengan penjelasan singkat saja ya, Moms!


Situasi 2: Anda Ragu

Setelah menolak keinginan Si Kecil yang membuatnya menangis, maka wajar jika Anda merasa bersalah. Dan mungkin saja setelah itu, Anda menjadi ragu dengan keputusan untuk menolak permintaannya. Hal ini menunjukkan bahwa Anda tidak total saat melakukannya.

“Anak-anak memiliki kekuatan besar untuk membujuk orang tua dan memiliki kesabaran luar biasa untuk membuat keragu-raguan Anda berubah menjadi sebuah persetujuan. Jangan heran, hampir semua anak pernah membuat orang tuanya ‘meleleh’ dan akhirnya membatalkan keputusannya,” kata Samalin.

Jadi, pastikan bahwa Anda mengatakan tidak dan bersungguh-sungguh dengan keputusan itu! “Anak memang tidak akan senang jika dilarang, tapi bukan berarti ia tidak dicintai oleh Anda. Jadi jangan khawatir,” jelas Samalin. Sebab, tugas orang tua bukanlah membuat anak senang setiap saat, tetapi juga mampu menghadapi risiko sehingga Si Kecil menjadi tidak manja.


Situasi 3: Suap atau Penghargaan?

Saat Si Kecil terus merengek karena permintaannya belum terpenuh hingga membuat Anda risih, mungkin saja akan terucap, “Kalau kamu diam, mama belikan es krim deh!” Jika anda menjanjikan sesuatu agar Si Kecil melakukan perintah Anda, artinya Anda menyuapnya.

Namun, jika Anda memberi sesuatu setelah Si Kecil melakukan sesuatu yag seharusnya ia lakukan, maka Anda memberinya penghargaan. Penting diketahui, anak yang selalu disuap akan berusaha keras menaikkan penawarannya. Jadi, suap tidak akan sukses lagi.

Maka, akan lebih tepat jika Anda memberikan penghargaan karena Si Kecil sudah memberikan perhatian, merawat, dan kooperatif dengan Anda. Dan penghargaan terbaik adalah memberikan waktu Anda dan fokus untuknya, meski hanya 10 menit.


Situasi 4: Terlalu Banyak Tidak!

Anak Anda masih ingin menonton tv namun Anda mengatakan tidak. Ini mungkin menjadi batasan dan aturan yang Anda buat untuk Si Kecil. Namun, usahakan untuk tidak selalu membatasi banyak hal. Ia pun akan merasa tetap nyaman dan aman karena anak Anda memiliki kontrol atas hal baik dan buruk.

“Anda sebaiknya menetapkan aturan khusus. Misalnya, jika Anda mengajak Si Kecil makan di restoran, terapkan aturan makan di tempat itu. Komunikasikan dengan bahasa yang ia mengerti, dan ingatkan dirinya bila ia mencoba melanggar aturan itu. Menerapkan dan menjalankan aturan akan memberikan hasil yang jauh lebih efektif,” kata Samalin. (M&B/Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: keluarga,   orang tua,   anak,   mencintai anak,   memanjakan anak








Related Article