Mother&Baby Indonesia
Mencintai dan Memanjakan Anak Itu Beda Lho, Moms!

Mencintai dan Memanjakan Anak Itu Beda Lho, Moms!

Ternyata, masih banyak orang tua yang masih bingung membedakan cara mencintai dengan memanjakan anak-anaknya. Hal ini terlihat saat seorang ibu mengatakan, “Kalau anak saya minta boneka, ya saya belikan saja. Habis, kalau tidak, ia rewel. Lagipula mau diapakan lagi uang yang saya dapat dari bekerja keras, kalau bukan untuknya.”

Banyak situasi di dalam kehidupan sebagai orang tua yang menjebak mereka untuk memanjakan anaknya. Orang tua pun menjadi bingung memberi batasan tegas antara memanjakan dan menunjukkan cinta kepada anaknya. Kadang, malah orang tua tidak tahu bahwa yang ia lakukan untuk anaknya adalah bukan sebuah tanda cinta tetapi solusi sesaat.


Cinta VS Manja

Apakah definis cinta dan apa artinya manja? Dr. Stephen Birchak, Ed. D, penulis buku The 5 Golden Rules, menulis, “Memanjakan berarti memberikan anak terlalu banyak sehingga mereka memiliki keinginan yang tidak masuk akal dan pemaksaan hak. Kadang ketika orang tua memanjakan anaknya, orang tua memberikan kesempatan kepada anak untuk menuntut lebih atau mengharapkan sesuatu secara berlebihan dan tidak masuk akal.”

Sedangkan mencintai, menurut Birchak, adalah orang tua yang mengabdi kepada anak-anaknya. Orang tua tidak dapat mencintai seorang anak lebih daripada yang lain. Masalahnya adalah, kebanyakan orang tua tidak mengabdi sepenuh hati terhadap anaknya. Orang tua tidak boleh menghitung cinta dan pengabdian melalui barang-barang yang telah diberikan kepada sang anak.

“Anak yang dimanjakan, tidak akan mandiri, lemah, mudah putus asa, dan selalu tergantung pada orang lain. Sementara anak yang dicintai akan tumbuh menjadi anak yang patuh, punya etika, dapat mengambil keputusan, mampu menghidupi dan merawat diri mereka sendiri,” tambah Birchak.


Mitos Manja dan Kebenarannya

Ada beberapa mitos tentang hal-hal yang membuat anak manja, namun berikut adalah kebenaran dibaliknya, Moms.

Anak yang sering digendong akan manja. Tergantung usia anak, jika ia masih bayi, ia perlu digendong sesering yang Anda bisa. Menggendong bayi akan membuatnya tenang.

Manja adalah keturunan. Tidak ada anak yang manja. Jika anak menjadi manja karena perilaku orang tuanya, bisa jadi karena orang tua melakukan pola asuh yang salah. Mungkin karena sewaktu kecil si orang tua dimanjakan oleh keluarganya, sehingga ia melakukan hal yang sama pada anaknya. Inilah yang banyak orang anggap manja adalah keturunan.

Anak yang punya banyak mainan pasti anak yang dimanja. Jika Anda tidak tahu bagaimana benda itu diperoleh, bagaimana sikap anak yang memilikinya terhadap benda itu, dan dimanfaatkan untuk apa benda-benda itu, sebaiknya Anda tidak melakukan penilaian apa pun. Punya banyak barang, bukan ukuran anak benar-benar dimanja.

Anak manja harus diubah perilakunya. Bukan anak yang harus diubah, melainkan orang tua yang menjadikan anaknya manja. Jadi, pola asuh dari Moms dan Dads yang perlu diubah, ya.


10 Jebakan Manja

1. Segera berlari menyelamatkan dan tidak memberi kesempatan kepada anak untuk merasakan konsekuensi.

2. Tidak bisa membiarkan Si Kecil, frustrasi, marah, atau sedih.

3. Selalu mendahulukan kepentingan anak daripada kepentingan Anda atau suami.

4. Hidup berpusat pada anak dan mengorbankan segala hal untuknya.

5. Memenuhi segala permintaannya dan tidak berdaya mengucapkan kata "tidak".

6. Terlalu banyak memberi penjelasan, alasan, bernegosiasi, dan membuat kesepakatan dengan anak.

7. Menyuap anak agar melakukan hal-hal yang sudah seharusnya mereka lakukan.

8. Menyerah saat anak marah sehingga keputusan “tidak” menjadi “ya”.

9. Membiarkan anak berlaku kasar atau menyerang.

10. Membela anak meskipun ia bersalah dan malah mencari alasan untuk membelanya. (M&B/Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: keluarga,   orang tua,   mencintai anak,   memanjakan anak,   anak