Mother&Baby Indonesia
Hindari 30 Jenis Essential Oil Ini saat Hamil, Moms!

Hindari 30 Jenis Essential Oil Ini saat Hamil, Moms!

Saat hamil, para ibu hamil pasti berusaha mengatasi keluhan kesehatan dengan cara sealami mungkin, mulai dari pijatan lembut dari suami tercinta, minum teh hangat, hingga mengoleskan atau diffusing minyak atsiri (atau yang lebih dikenal dengan istilah essential oil).

Ya, essential oil memang sedang digemari, namun ini bukan sekadar tren lho, Moms! Ada banyak manfaat essential oil bagi tubuh, baik untuk diteteskan ke diffuser, dilarutkan, atau dioles langsung. Namun jangan sembarangan pilih, karena jenis essential oil ada banyak banget, dan penting bagi Anda untuk memilih jenis yang sesuai untuk meredakan keluhan Anda.

Walau banyak manfaatnya, namun tidak semua jenis essential oil ternyata aman digunakan saat hamil lho, Moms. Usia kehamilan juga menentukan jenis apa saja yang aman digunakan. Yuk, ketahui lebih lengkap cara pakai dan jenis essential oil yang aman untuk bumil.




Jangan Pakai di Trimester Satu

Menurut Jill Edwards, N.D., dokter pengobatan naturopathic yang spesialis di perawatan kehamilan, bumil dilarang menggunakan essential oil di trimester satu, karena bisa menyebabkan kontraksi atau mengganggu perkembangan awal janin. Walau penelitian lebih lanjut masih diperlukan, namun lebih baik mencegah daripada mengobati kan, Moms. 

Menurut dr. Jill, bumil harus menghindari penggunaan produk dan pengobatan aromaterapi di trimester satu, dan karena essential oil adalah bahan utama aromaterapi maka sudah pasti Anda perlu menghindarinya.


Aman Dipakai di Trimester Dua


“Di trimester dua dan tiga, beberapa essential oil aman digunakan, karena janin sudah lebih berkembang dengan baik,” ujar dr. Jill pada Parents. Menurut National Association for Holistic Aromatherapy (NAHA), beberapa jenis essential oil ini aman digunakan di trimester dua dan tiga, asalkan dilarutkan lebih dulu dengan minyak zaitun atau minyak kelapa sebelum dioleskan ke kulit, yaitu:

• Lavender

• Chamomile

• Cypress

• Ylang ylang

• Bergamot

• Benzoin

• Black pepper

• Eucalyptus

• Frankincense

• Grapefruit

• Geranium

• Ginger

• Juniper

• Lemon

• Lemongrass

• Patchouli

• Sandalwood

• Sweet orange

• Tea tree

Jangan lupa pilih essential oil yang di kemasannya tertulis “100 percent pure and unadulterated.” Cara pemakaiannya juga penting, karena Anda harus menggunakannya di luar kulit. Menelan essential oil bisa menyebabkan keguguran, persalinan prematur, atau memberi dampak negatif pada janin.

Sebelum mengoleskannya di kulit, jangan lupa untuk melarutkan essential oil dengan minyak kelapa atau minyak zaitun.


Jenis yang Harus Dihindari


Menurut NAHA, jenis essential oil yang bisa menyebabkan kontraksi sangat perlu untuk dihindari selama kehamilan, seperti:



• Basil

• Birch

• Bitter almond

• Buchu

• Calamus

• Camphor

• Cassia

• Cedarwood

• Chervil

• Cinnamon

• Clove

• Coriander

• Deertongue

• Fennel

• Horseradish

• Hyssop

• Juniper berry

• Mustard

• Nutmeg

• Oak moss

• Origanum

• Parsley seed

• Pine

• Rosemary

• Rue

• Sage

• Savin

• Thyme red

• Tonka

• Wormwood

(Tiffany Warrantyasri/SW/Dok. Freepik)



Tags: essential oil,   minyak atsiri,   kehamilan,   kandungan,   hamil,   ibu hamil








Related Article