Mother&Baby Indonesia
Moms, Kenali 7 Ciri Utama Autisme pada Anak

Moms, Kenali 7 Ciri Utama Autisme pada Anak

Pada tahun 2018, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyatakan bahwa 1 dari 59 anak lahir dengan autism spectrum disorder (ASD). Tetapi, informasi lengkap mengenai autisme belum menyebar merata, terlebih lagi di Indonesia, sehingga sejumlah informasi yang salah tentang autisme, misalnya autisme dapat menular, masih tersebar di masyarakat.

Hal tersebut menyebabkan anak-anak dengan autisme cenderung tidak mampu tumbuh optimal, mengalami bully dari lingkungan, bahkan tidak mampu melakukan kegiatan dasar sehari-hari. Tentu ini menyedihkan, Moms, karena sebenarnya mereka bisa tumbuh dan hidup layaknya anak-anak lain yang tidak memiliki autisme.




7 Ciri Utama Autisme

Maka dari itu, deteksi dini merupakan hal yang penting dilakukan, Moms. Pada Press Conference Special Kids Expo (Spekix) 2019 di JCC, Jakarta, 23 Agustus lalu, Gayatri Pamoedji, Ketua Masyarakat Peduli Autis Indonesia (MPATI), menjelaskan beberapa poin yang bisa menjadi acuan publik untuk mendeteksi autisme pada anak. “Beberapa poin ini adalah check list yang memang sudah dibuat mudah, sehingga orang awam seperti kita dapat mengenali ciri-ciri autisme pada anak sedini mungkin,” tutur Gayatri.

Terdapat 7 ciri utama autisme, antara lain:

1. Si Kecil tidak memiliki ketertarikan pada anak-anak lain.

2. Si Kecil tidak menunjuk pada hal yang ia suka atau ia inginkan.

3. Si Kecil tidak mau menatap mata Anda saat berinteraksi lebih dari 2 detik.

4. Si Kecil tidak mau meniru ucapan, mimik, ataupun gerak-gerik Anda.

5. Si Kecil tidak bereaksi ketika namanya dipanggil.

6. Si Kecil tidak mau melihat ke arah benda yang Anda tunjuk.

7. Si Kecil tidak pernah bermain pura-pura, contohnya pura-pura menyuapi boneka atau menerima telepon.



Menurut Gayatri, bila Si Kecil memiliki setidaknya 2 poin dari ciri-ciri di atas, maka Moms sepatutnya memeriksakan kondisi Si Kecil ke dokter. “Bila dari 7 ciri ini terdapat paling tidak 2, itu sudah menjadi warning sign. Setelah orang tua mendapatkan informasi seperti ini, orang tua sebaiknya pergi ke dokter,” kata Gayatri.

Adapun sebaiknya Si Kecil mendapatkan intervensi bantuan sedini mungkin. Karena bila terlambat, perkembangannya akan menjadi buruk. Sebagai contoh, bila tidak ditangani sedini mungkin, speech delay sebagai salah satu kondisi yang umum dialami oleh Si Kecil akan mengalami perlambatan 5-12 tahun. “Maka dari itu, kami (MPATI) berkali-kali bilang, makin dini diintervensi makin baik. Kalau bisa, golden period di 5 tahun pertama adalah the best period untuk melakukan intervensi,” tutur Gayatri. 


Gayatri sendiri memiliki anak dengan autisme yang kini sudah berusia 29 tahun. Melebihi segala ekspektasi orang-orang pada umumnya, anak sulung Gayatri ini kini adalah seorang chef sekaligus carer for alzheimers bersertifikasi resmi pemerintah Australia.


Pentingnya Deteksi Dini Autisme

Di acara yang sama, Dian Sastrowardoyo juga hadir berbagi pengalaman dan menekankan pentingnya deteksi dini autisme. “Sebagai ibu yang memiliki anak dengan autisme, menurutku penting sekali deteksi dini sehingga penanganan yang tepat bisa diambil,” tutur Dian.

Aktris sekaligus ibu dari dua orang anak ini mengaku sangat beruntung telah mengetahui kondisi anak pertamanya sejak usia 8 bulan. Menurutnya, intervensi bantuan harus diberikan segera setelah Si Kecil terdiagnosa autisme. “Walaupun suami masih denial, Anda tetap harus berikan intervensi bantuan pada Si Kecil segera setelah ia terdiagnosis autisme. Bila Anda sudah merasa ada yang aneh, langsung periksakan. Itu adalah insting ibu. Jangan anggap remeh, nanti nyesel. Yang penting anak Anda tertolong dahulu,” kata Dian dengan tegas.


Special Kids Expo 2019

Memahami hal tersebut, MPATI bekerja sama dengan Zally Zarras Learning Center (ZZLC) mengadakan Special Kids Expo (Spekix) 2019 pada 24-25 Agustus 2019 di JCC Lower Lobby, Jakarta. Spekix 2019 menghadirkan lebih dari 130 booth yang berasal dari seluruh Indonesia, berisikan berbagai informasi tentang sekolah, terapi, hasil karya, seminar, dan workshop seputar autisme, ADD, dan ADHD.

Yuk, cek kondisi Si Kecil dan perkaya wawasan Anda tentang autisme di Spekix 2019, Moms! (Gabriella Agmassini/SW/Dok. Freepik, M&B)



Tags: anak,   balita,   autisme,   add,   adhd,   spekix 2019