Mother&Baby Indonesia
Ini Tahapan Kenalkan Konsep Tolong-Menolong pada Anak

Ini Tahapan Kenalkan Konsep Tolong-Menolong pada Anak

Mengajarkan Si Kecil konsep tolong-menolong sejak dini akan membantunya menjadi pribadi yang percaya diri dan mudah beradaptasi dengan baik nantinya. Menurut psikolog Anna Surti Ariani, S.Psi.,M.Si.,menolong atau membantu orang lain adalah sebuah keterampilan sosial yang sebenarnya telah dimiliki setiap orang sejak lahir.

Namun pada anak-anak, konsep tolong-menolong ini tentu berbeda dengan konsep orang dewasa, tetapi pada intinya menolong tersebut ia lakukan sebagai tanda bahwa Si Kecil ingin melakukan sesuatu untuk orang yang disayanginya. Dan orang pertama yang mengajarkan konsep tolong-menolong pada anak adalah si pengasuh atau caregiver.

Ini artinya bisa siapa saja, Anda sebagai orang tuanya, neneknya, atau baby sitter Si Kecil. Oleh karena itu, agar Anda tidak salah dalam memberikan contoh pertolongan atau bantuan apa yang bisa buah hati Anda berikan sesuai usianya, psikolog yang akrab disapa Nina ini pun memberikan tahapan-tahapannya seperti berikut ini.




0-12 Bulan

Konsep tolong-menolong sangat penting untuk dikenalkan sedini mungkin. Idealnya, konsep ini bisa diperkenalkan pada Si Kecil sejak usianya enam bulan. Pada usia tersebut, biasanya bayi cenderung sudah mengenal siapa saja yang sering bertemu dengannya.

“Konsep tolong-menolong yang dapat Anda ajarkan masih sangat terbatas karena memang kemampuan motoriknya pun terbatas. Anda bisa mengarahkannya untuk memberikan suatu barang kecil pada nenek atau ayahnya, misalnya meminta ia memberikan selembar kertas atau benda lain pada mereka,” papar Nina.


1-2 Tahun

Setelah melewati usia setahun, kebanyakan anak sudah bisa berjalan. Konsep tolong-menolong yang bisa diberikan pun antara lain membiarkan ia membereskan mainan yang berantakan ke dalam kotaknya kembali atau mengelap lantai ketika ia menumpahkan air minumnya.

“Apabila Si Kecil tidak menuruti Anda, usahakan untuk tidak memaksanya melakukan keinginan Anda. Moms juga tidak perlu memberi penjelasan makna dari menolong karena ia belum paham. Berikan saja contoh yang nyata, dengan ikut mengelap atau membereskan mainannya. Dengan begitu, ia akan mengikuti apa yang Anda lakukan,” sambung Nina.




2-3 Tahun

Pada usia ini, Anda sudah bisa mengajarkan konsep tolong-menolong terhadap sesama, meski ia lebih sering memilih untuk melakukan hal yang menyenangkan baginya. Jangan menyerah dan buatlah konsep menolong ini menjadi sebuah permainan seru.

“Anda dapat mengajarkan ia menyapu dengan sapu mini ukuran balita. Mungkin ruangan malah akan lebih kotor, tetapi intinya SI Kecil sudah terbiasa melakukan pekerjaan yang membantu Anda. Jika ia menolak, biarkan ia tenang, lalu ajak ia kembali menyapu bersama sehingga ia termotivasi membantu Anda,” jelas Nina.


3-4 Tahun

Si Kecil sepertinya sudah mulai bisa membantu Anda di dapur. Mintalah ia untuk memetik sayur daun bayam dan dimasukkan ke dalam wadah penyimpanan. Atau Anda bisa membuatnya melakukan pekerjaan rumah lain, seperti memilah pakaian yang bersih dan bisa disetrika dengan pakaian kotor yang dimasukkan ke dalam keranjang.

“Cara ini membuat Si Kecil seakan-akan terlibat dalam tugas-tugas rumah tangga sekaligus ia sudah belajar menolong orang tuanya dalam versi kecil. Jadi, jangan menganggap bahwa ia harus betul-betul menolong Anda,” lanjut Nina. Dan apabila ia malah mengacak-acak lemari, katakan dengan tegas bahwa itu malah membuat ia lelah, karena harus mengulang merapikannya kembali.


4-5 Tahun

Memasuki usia tersebut, Anda sudah bisa berinteraksi lebih maksimal. Si Kecil sudah bisa dipercaya untuk menjaga adiknya, misal dengan mengajak Si Adik bermain ketika Anda mandi atau makan. Namun, tumbuhkan kebanggaan dari diri si kakak bahwa ia adalah kakak yang baik, bahkan sejak Anda masih hamil si adik.

“Biasanya perlakuan seperti ini akan membuat si kakak akan berusaha membuktikan bahwa ia adalah kakak yang bisa dipercaya untuk menjaga si adik,” kata Nina. Jangan lupa juga untuk mengajarkannya mengucapkan kata "Tolong" saat membutuhkan bantuan dan "Terima kasih" ketika bantuan yang ia butuhkan telah selesai. (M&B/Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   balita,   tumbuh kembang anak,   konsep tolong-menolong