Mother&Baby Indonesia
Anak Menjadi Korban Bullying, Apa yang Harus Dilakukan?

Anak Menjadi Korban Bullying, Apa yang Harus Dilakukan?

Si Kecil begitu bersemangat menapakkan kaki di sekolah barunya. Namun hanya berselang beberapa hari, semangat tersebut memudar. Ia tak lagi menyukai sekolah. Ada apa gerangan?

Banyak hal yang menyebabkan anak mendadak kehilangan gairah untuk pergi ke sekolah, mulai dari kesulitan menerima pelajaran hingga adanya hubungan yang tidak baik dengan teman-temannya. Moms tentunya harus mewaspadai jika Si Kecil mendadak mengalami perubahan sikap.




Cari Informasi

Langkah pertama yang harus Moms lakukan adalah mencari informasi mengapa anak Anda tiba-tiba tidak menyukai sekolahnya lagi. Perlu diingat, jangan menginterogasi anak! Anda perlu melakukan pendekatan khusus agar Si Kecil mau bercerita banyak hal kepada ibunya.

Misalnya, Anda bisa menanyakan dulu bagaimana hari-harinya di sekolah, bagaimana gurunya, dan siapa saja nama teman-teman sekelasnya. Mungkin ia tak akan langsung mengutarakan banyak hal kepada Anda. Akan tetapi dengan pendekatan lembut, Si Kecil tentu akan mengungkapkan apa saja kejadian yang mengganggu pikirannya sehingga menjadi malas untuk pergi ke sekolah.

Ketika anak memberitahu masalah yang dihadapi di sekolah, jangan langsung bereaksi secara drastis. Moms perlu tetap tenang dan mendengarkan keluh-kesahnya. Tunjukkan kepada anak bahwa Anda memercayai ucapannya dan memberi perhatian penuh kepadanya.

Di sisi lain, Moms juga perlu mengecek ulang kebenaran cerita Si Kecil. Anda bisa menghubungi guru dan berkonsultasi dengannya. Jika memang terjadi perundungan atau bullying terhadap Si Kecil, tentunya Anda perlu meminta bantuan guru untuk melakukan mediasi dengan orang tua pelaku sehingga masalah ini bisa segera ditangani.


Tanda Korban Perundungan

Sesungguhnya, ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa anak telah menjadi korban perundungan. Perhatikan tingkah laku Si Kecil, apakah ia memiliki ciri-ciri berikut ini:

1. Sulit tidur (insomnia).

2. Sulit berkonsentrasi di kelas atau kegiatan apa pun.

3. Sering membuat alasan untuk bolos sekolah (biasanya ditandai dengan mulai membuat-buat gejala penyakit, seperti pusing, sakit perut, dan sebagainya).

4. Tiba-tiba menjauhkan diri dari aktivitas yang disukai sebelumnya, misalnya ekskul sepak bola atau bermain sepulang sekolah.

5. Tampak gelisah, lesu, muram, putus asa terus-menerus, kehilangan kepercayaan diri, mudah cemas, menutup diri dari orang-orang sekitar.



6. Sering mengeluh kehilangan barang atau barang-barangnya rusak, misalnya buku, pakaian, sepatu, barang elektronik, atau aksesori (jam tangan, gelang, dan sebagainya).

7. Nilai di sekolah menurun, dan enggan mengerjakan PR atau tugas sekolah lainnya.

8. Timbul luka memar di wajah, tangan, dan punggung secara tiba-tiba tanpa alasan. Bisa juga mengalami cedera di gigi dan bagian tubuh lainnya. Bukan tak mungkin, anak akan berkilah dirinya terjatuh dari tangga atau kepalanya terbentur sesuatu di sekolah.


Tindakan

Setelah mengetahui bahwa anak Anda telah menjadi korban perundungan di sekolah, Moms disarankan untuk melakukan hal-hal berikut ini:

1. Jangan melawan

Sebagai orang tua, Moms pasti merasa sakit hati apabila buah hati Anda diganggu, dipukul, dibentak, atau mengalami hal tidak menyenangkan lainnya di sekolah. Akan tetapi bukan berarti Anda boleh mengajarkan anak untuk melawan teman yang mengganggunya tersebut. Kekerasan bukan jalan keluar.

“Jadilah sosok orang tua yang tegas, tapi tidak membuat situasi semakin kacau,” ujar Profesor Michael Bolton dari Universitas Chester, seperti dilansir Dailymail. Di sisi lain, Anda juga perlu mengajarkan anak untuk bertindak tegas jika ada yang mengganggunya. Ingat ya Moms, berkata “tidak” tentunya tak sama dengan membalas perlakuan temannya dengan kekerasan juga.

2. Konsultasi

Berkonsultasi dengan pihak sekolah adalah hal penting yang harus Moms lakukan. Bagaimana pun sekolah memiliki tanggung jawab untuk menjaga situasi belajar dan mengajar selalu kondusif bagi murid-muridnya. Jika benar anak Anda menjadi korban perudungan, Anda bisa meminta pihak sekolah untuk mengambil tindakan-tindakan tertentu.

3. Jangan korbankan pendidikan

Menahan anak Anda tetap di rumah bukan solusi bagi masalah perundungan. Sebaliknya, anak jadi kehilangan kesempatan menimba ilmu dan bersosialisasi. Minta bantuan pihak sekolah, khususnya guru, untuk memberi perhatian terhadap masalah ini dengan menjaga agar aksi perundungan atau bullying tadi tidak terulang kembali. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   balita,   perundungan,   bullying,   sekolah,   sulit tidur,   bolos sekolah








Cover September 2019

Related Article