Mother&Baby Indonesia
ASI Baik untuk Bayi? Tentu Saja, Moms! Ini Alasannya

ASI Baik untuk Bayi? Tentu Saja, Moms! Ini Alasannya

Moms, hari ini menjadi hari pertama dari Pekan ASI Sedunia. Peringatan ini pun didasari karena pentingnya ASI dan menyusui Si Kecil dalam mengoptimalkan tumbuh kembangnya, serta dapat menjaga kesehatan ibu.

Pekan ASI Sedunia merupakan cara WHO dan UNICEF mendukung ibu menyusui di seluruh dunia dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ASI untuk pertumbuhan Si Kecil.




Nutrisi Paling Ideal

ASI sendiri merupakan nutrisi ideal dan satu-satunya makanan yang dibutuhkan bayi pada bulan pertama kehidupannya. Komposisi ASI paling sempurna, baik secara kualitas maupun kuantitas, dan memiliki berbagai keunggulan yang dapat menunjang kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangan bayi secara optimal. Berikut ini berbagai keunggulan ASI untuk tumbuh kembang Si Kecil:

1. Kaya akan asam amino, AA, DHA, vitamin A, D, E, K, B-karoten, dan mineral seperti kalsium, magnesium, natrium, kalium, fosfor, dan sulfur yang diperlukan untuk tumbuh kembang bayi.

2. Dilengkapi dengan hormon dan enzim yang membantu pencernaan bayi.

3. Kandungan nutrisi dalam ASI dapat berubah-ubah sesuai dengan usia dan pertumbuhan Si Kecil.

4. ASI dapat melindungi Si Kecil dari berbagai penyakit, karena mengandung sel-sel imun seperti immunoglobulin, yang mencegah anak dari infeksi telinga, infeksi pernapasan, infeksi saluran cerna, infeksi saluran kemih, penyakit kulit seperti ruam eksim/eczema.

5. Menurunkan risiko terkena penyakit metabolik ketika dewasa nanti.

Hal ini pun ditegaskan oleh dokter spesialis anak dan konselor laktasi RS Pondok Indah – Pondok Indah, dr. Yovita Ananta, Sp. A, MHSM, IBCLC. “Menyusui dapat membantu menurunkan berat badan setelah kehamilan, menjaga kesehatan mental dan fisik, menurunkan risiko depresi setelah persalinan, sebagai kontrasepsi alami, menguatkan tulang, hingga menurunkan risiko penyakit jantung serta kanker payudara. Yang terpenting, menyusui mampu menguatkan hubungan antara ibu dan Si Kecil,” ujarnya.




Pengetahuan Mengenai ASI dan Menyusui

Namun, meski proses menyusui berlangsung secara alami, memang tak semua ibu (juga bayinya) langsung bisa lancar menjalani proses ini. Ditambahkan oleh dr. Yovita, bahwa perlu beberapa strategi agar Anda dapat sukses menyusui eksklusif si kecil selama enam bulan. Kesuksesan pemberian ASI ini pun harus disertai dengan pengetahuan mengenai ASI dan menyusui secara komprehensif.

Selain itu, Moms juga disarankan untuk bertemu dengan tenaga kesehatan/konselor laktasi setidaknya tujuh kali selama masa kehamilan dan setelah persalinan. Dokter Yovita memaparkan tujuh kontak dengan tenaga kesehatan/konselor laktasi, yaitu: 

• Kontak pertama: Saat hamil, membahas keuntungan dan manajemen menyusui.

• Kontak kedua: Saat hamil, membahas proses menyusui dan kendala-kendala yang mungkin dihadapi. 

• Kontak ketiga: Setelah melahirkan, bimbingan kontak kulit dini antara ibu dengan bayi saat Inisiasi Menyusui Dini (IMD).

• Kontak keempat: 24 jam setelah melahirkan, bimbingan posisi menyusui yang baik (posisi tidur atau duduk) dan membantu pelekatan mulut bayi pada payudara.

• Kontak kelima: Satu minggu setelah melahirkan, diskusi mengenai kesulitan atau kendala yang dihadapi. 

• Kontak keenam dan ketujuh: Dilakukan dalam satu dan dua bulan setelah melahirkan. Untuk mendiskusikan kesulitan yang mungkin masih dialami oleh ibu menyusui, persiapan kembali bekerja, bagaimana memerah ASI, penyimpanan dan pemberian ASI perah, dan lainnya. (Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: bayi,   anak,   asi,   menyusui,   air susu ibu,   asupan gizi