Mother&Baby Indonesia
5 Langkah Ampuh untuk Mengatasi Benjol pada Bayi

5 Langkah Ampuh untuk Mengatasi Benjol pada Bayi

Ketika bayi semakin cerdas dan aktif, tragedi bayi jatuh, terbentur, dan benjol mungkin sudah tak aneh lagi ya, Moms. Ya, di usia 6 bulan ke atas, jiwa eksploratif Si Kecil memang mulai timbul. Rasa penasaran pada lingkungan di sekitarnya membuat bayi ingin menjelajahi setiap sudut yang ada di dekatnya. Sebaiknya Anda tidak perlu langsung melarang Moms, karena ini pertanda tumbuh kembangnya berjalan dengan baik.

Namun tak dapat dipungkiri, proses memuaskan rasa penasaran bayi seringkali berbuah benturan atau benjol di kepala bayi. Tak perlu khawatir berlebih, karena Anda bisa mencoba beberapa cara di bawah ini untuk mengatasi benjol yang terjadi pada bayi.




1. Kompres Dingin

Sesaat setelah anak terbentur, segera kompres bagian yang terbentur dengan air dingin atau dengan es batu yang telah dibungkus kain atau handuk kecil. Kompres selama kurang lebih 15 menit, dan ulangi lagi setiap 2-3 jam sekali. Cara ini akan membantu menghentikan peradangan dan pendarahan, bila ada, juga membantu mencegah terjadinya benjol.


2. Beri Salep

Jika benturan tersebut menyebabkan anak memar sehingga muncul warna kebiruan di area yang sakit, maka Anda bisa mengoleskan salep untuk memecah darah yang membeku. Pastikan salep ini khusus untuk bayi atau sesuai yang disarankan dokter anak Anda ya, Moms.


3. Beri Obat Jika Dibutuhkan

Jika menurut Anda benjolan tersebut membuat Si Kecil tidak nyaman, maka minta dokter memberikan resep asetaminofen atau ibuprofen. Menurut Baby Center, jangan pernah memberikan aspirin untuk bayi Anda, karena bisa menyebabkan penyakit serius seperti Reye’s Sindrome.




4. Waspadai Risiko Lanjutan

Benturan bisa menyebabkan risiko yang tak terlihat dan tidak langsung dirasakan anak. Untuk itu, dr. Felix Samuel, M.Kes, Kepala Unit Emergency RS Pondok Indah – Pondok Indah, menyarankan Anda untuk mewaspadai trauma kepala atau cedera yang mengakibatkan gangguan pada tengkorak dan atau otak.

Beberapa ciri trauma kepala yang perlu diwaspadai adalah penurunan kesadaran, amnesia, muntah proyektil, sakit kepala hebat, kejang, dan defisit neurologis.


5. Pantau Beberapa Hari

Dampak negatif dari terbentur tidak hanya benjol (yang biasanya bisa langsung terlihat), ada juga dampak-dampak lainnya yang memengaruhi kesehatan anak. Maka sangat disarankan untuk terus memantau kesehatan anak selama beberapa hari setelah ia terbentur.

Jika menurut Anda terjadi perubahan pada sikap anak disertai beberapa ciri trauma kepala seperti yang disebutkan di atas, maka segera konsultasikan ke dokter ya, Moms. (Tiffany Warrantyasri/SW/Dok. Freepik)



Tags: benjol,   trauma,   kepala,   anak,   bayi,   kesehatan