Mother&Baby Indonesia
5 Pertanyaan yang Paling Sering Ditanyakan Ibu Hamil

5 Pertanyaan yang Paling Sering Ditanyakan Ibu Hamil

Inilah kumpulan pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh wanita hamil pembaca majalah Mother&Baby. Di sini, dr. UF Bagazi, SpOG dari Brawijaya Women & Children Hospital menjawabnya khusus untuk Anda!


1. Apakah bentuk perut menandakan ada sesuatu pada kehamilan?

Bentuk dan posisi rahim bisa bervariasi. Yang paling umum adalah menghadap ke depan atau ke belakang, condong ke kanan atau ke kiri. Bagi Anda yang memiliki rahim menghadap ke depan dengan kecondongan cukup ekstrem bisa menyebabkan kehamilan menggantung ke depan bawah. Tak perlu khawatir, hal ini tidak akan memengaruhi kesehatan janin atau proses persalinan Anda.




2. Benarkah wanita dengan minus mata besar tidak bisa melahirkan normal?

Penyebab mata minus ada beberapa macam. Bertambahnya minus juga ada berbagai pemicu, salah satunya adalah tekanan. Jika seorang wanita hamil memiliki minus mata yang bisa semakin bermasalah jika mengalami tekanan atau tegangan saraf, maka ia tidak boleh melahirkan normal.

Konsultasikan dengan dokter kandungan dan dokter mata terlebih dahulu, agar diberikan saran terbaik dan teraman untuk melahirkan.


3. Apakah benar wanita hamil tidak boleh mengonsumsi vitamin A?

Tidak benar. Vitamin A boleh dikonsumsi wanita hamil asal tidak berlebihan. Kelebihan vitamin A memang dapat menyebabkan kecacatan pada janin. Sumber vitamin A alami dari makanan masih tergolong aman untuk dikonsumsi wanita hamil. Semua vitamin dari suplemen dalam dosis rendah-sedang, juga tidak membahayakan janin. Tetapi, lebih baik Anda mengonsumsi sumber vitamin alami, dan bila ingin mengonsumsi suplemen pilih multivitamin berisi kumpulan vitamin dosis rendah.




4. Benarkah ibu hamil sebaiknya tidak menyusui?

Anda perlu tahu bahwa sistem kerja hormon yang berhubungan dengan produksi dan pemberian ASI. Ketika ASI keluar dengan cara dihisap atau dipompa secara teratur setiap 2-4 jam selama 24 jam setiap hari, hormon prolaktin akan terbentuk. Hormon prolaktin ini akan bergunsi sebagai kontrasepsi alami. Kontrasepsi ini hanya bisa diandalkan apabila Anda benar-benar menaati ASI eksklusif dan keteraturan tadi.

Mirip seperti pil KB, bila satu malam saja Anda tidak memberi ASI, kontrasepsi akan gagal. Masalahnya, wanita hamil yang juga menyusui menghasilkan hormon prolaktin dan hormon oksitosin secara bersamaan. Hormon oksitosin dapat memicu kontraksi pada rahim. Kontraksi rahim yang terjadi pada trimester pertama dapat menyebabkan keguguran. Sebaiknya, jika Anda hamil, berhentilah menyusui.


5. Kenapa ibu hamil sering buang air kecil? Bagaimana mengatasinya?

Setiap wanita hamil pasti mengalami peningkatan frekuensi buang air kecil (urinasi). Hal ini lebih banyak terjadi pada trimester pertama dan ketiga. Pada trimester pertama, rahim baru mulai membesar sehingga mendesak kandung kemih.

Kandung kemih yang tadinya memiliki kapasitas 100 persen jadi berkurang. Misalnya, sebelum hamil, kandung kemih memiliki daya tampung 400 cc. Saat hamil, ketika kandung kemih baru terisi 200 cc, Anda sudah kebelet buang air.

Nanti pada trimester ketiga, kandung kemih ini akan tertekan oleh besar dan aktifnya janin sehingga kapasitas kandung kemih semakin rendah lagi. Sayangnya, Anda memang harus mengalami ketidaknyaman ini. Jangan kurangi asupan cairan Anda demi mengurangi frekuensi buang air kecil, agar tidak dehidrasi.

Apabila urinasi disertai dengan rasa nyeri atau anyang-anyangan, periksakan diri ke dokter, kemungkinan itu adalah gejala infeksi saluran kemih. (M&B/Tiffany/SW/Dok. Freepik)



Tags: hamil,   kehamilan,   dokter,   kandungan,   kesehatan,   ibu hamil