Mother&Baby Indonesia
6 Tips Merawat Ketiak Sensitif saat Hamil

6 Tips Merawat Ketiak Sensitif saat Hamil

Saat hamil, mayoritas bumil memang merasakan seluruh bagian tubuhnya lebih sensitif ya, Moms. Mulai dari indra penciuman, suasana hati atau mood, dan bahkan kulit ketiak pun jadi lebih sensitif. Apakah ini normal? Tentu saja ini normal, karena hormon-hormon kehamilan memang membuat tubuh bumil menjadi sedikit berbeda dibandingkan sebelumnya.

Tidak ada yang bisa Anda lakukan untuk mencegah itu semua, namun selalu ada cara untuk membuat Anda lebih nyaman dengan perubahan-perubahan yang mungkin berlangsung selama kurang lebih 9 bulan. Nah, khusus masalah ketiak sensitif, kami mengerti kalau ini bukanlah masalah yang bisa Anda tanyakan ke semua orang.

“Ada rasa sungkan atau malu untuk bertanya dengan teman-teman mengenai ketiak sensitif. Menurut saya ini masalah pribadi, enggak pantas diumbar ke teman-teman,” ungkap Saskia, 28, calon ibu yang sedang hamil 24 minggu. Kalau Anda juga merasakan masalah yang sama, ikuti beberapa tips merawat ketiak sensitif saat hamil dari dr. Melyawati Hermawan, SpKK. Simak tipsnya yuk, Moms.




1. Pilih Deodoran yang Ramah Ketiak Sensitif

“Kulit sensitif adalah kulit yang rawan iritasi. Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan sejak 2016 lalu, ternyata kulit ketiak sensitif adalah masalah yang pertumbuhannya paling tinggi,” ujar dr. Melyawati yang akrab disapa dr. Mely.

Untuk itu, dr. Mely menyarankan agar Moms memilih deodoran yang ramah ketiak sensitif. Pilihlah deodoran atau antiperspiran yang tidak mengandung parfum, alkohol, paraben, dan zat iritan lainnya.


2. Hindari Waxing

Kehamilan membuat kulit ketiak lebih sensitif dibandingkan sebelumnya. Karena itu, sangat disarankan untuk menghindari waxing, sebab berpotensi membuat kulit ketiak iritasi. Bentuk iritasi pada ketiak bisa bermacam-macam, salah satunya timbul sesuatu yang terlihat seperti jerawat atau bisul kecil. Ini mungkin sering dikira jerawat, padahal ini bentuk iritasi pada kulit ketiak sensitif. Untuk mencegahnya, hindari waxing terlebih dahulu ya, Moms.


3. Gunakan Losion Calamine

Terkadang ketiak sensitif membuat bumil merasakan sensasi panas dan gatal. Jika didiamkan saja, ini mungkin bisa semakin parah, karena ketiak adalah bagian tubuh yang sering bergesekan. Untuk meredakan rasa gatal tersebut, Anda bisa menggunakan losion calamine yang aman untuk bumil (pilih yang tanpa pewarna dan pewangi). Namun losion ini hanya meredakan sementara ya, Moms.


4. Kenali Tanda Iritasi

Seperti yang disebutkan di atas, bentuk kulit ketiak iritasi ada bermacam-macam, yaitu:



• Kulit terasa perih

• Kulit terasa gatal

• Kulit terasa panas

• Kulit kemerahan.

Setelah itu, kulit ketiak Anda mungkin akan menghitam. Namun kulit ketiak menghitam bukan berarti iritasi sudah sembuh lho, Moms, karena menurut dr. Mely, itu justru tanda peradangan kronis. “Gejala radangnya mungkin menghilang, tetapi warna kulit ketiak kemudian menggelap. Itu artinya terjadi peradangan kronis,” jelas dr. Mely.


5. Iritasi Berat = Stop Deodoran

Jika ketiak sensitif Anda sedang mengalami iritasi berat, dr. Mely menyarankan untuk konsultasi ke dokter spesialis kulit dan menghentikan penggunaan deodoran sementara. Berapa lama tidak boleh pakai deodoran? “Beberapa minggu, sampai iritasinya sembuh dan keluhannya menghilang,” saran dr. Mely.


6. Gunakan Sabun Mandi yang Tepat

Ketiak sensitif, jangan hanya menyalahkan deodoran ya, Moms. Kandungan zat kimia di sabun mandi Anda juga bisa menjadi penyebabnya. Untuk itu, Anda disarankan memilih sabun mandi yang tanpa pewangi, pewarna, paraben, dan mengandung non-soap cleanser.

Jika semua cara di atas telah Anda lakukan namun keluhan tidak berkurang, segera konsultasikan dengan dokter spesialis kulit untuk mendapatkan pengobatan yang tepat untuk Anda, ya. (Tiffany Warrantyasri/SW/Dok. Freepik)



Tags: kehamilan,   hamil,   ibu hamil,   kulit sensitif,   ketiak sensitif,   dermatologi








Related Article