Mother&Baby Indonesia
Moms, Cara-Cara Berikut Ini bisa Menunda Kehamilan

Moms, Cara-Cara Berikut Ini bisa Menunda Kehamilan

Tidak semua pasangan suami-istri langsung menginginkan kehadiran buah hati setelah menikah. Sebagian justru ingin menunda kehamilan.

Ada berbagai alasan mengapa mereka tak mau terburu-buru memiliki anak, mulai dari kesiapan finansial hingga ingin menikmati masa bulan madu. Ada pula pasangan yang hanya ingin punya satu anak saja. Berikut adalah beberapa cara untuk menunda kehamilan bagi Moms dan Dads yang belum menginginkan keturunan.




1. Alat Kontrasepsi

Cara paling umum dalam mencegah kehamilan adalah dengan menggunakan alat kontrasepsi. Saat ini, sudah banyak jenis alat kontrasepsi yang beredar, mulai dari kondom, pil KB, IUD atau spiral, implan, serta KB suntik. 

Setiap jenis memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, misalnya kondom yang paling mudah digunakan dan didapatkan tapi terkadang menimbulkan rasa kurang nyaman bagi pasangan. IUD cukup efektif tapi disarankan hanya digunakan bagi wanita yang sudah pernah melahirkan. KB suntik juga tergolong sangat efektif. Hanya saja, metode ini bisa memengaruhi hormon dan tentu saja tidak mencegah penularan penyakit kelamin.

Pilihan lain adalah pil KB. Pil kombinasi bekerja dengan sangat baik ketika dikonsumsi setiap hari. Pil progestin harus dimakan pada waktu yang sama setiap hari guna menjaga hormon dalam tubuh tetap stabil. Perlu diketahui, pil KB memiliki tingkat kegagalan 9 persen. Selain itu, efek sampingnya bisa berupa timbulnya bercak dan gairah seks menurun. Moms dan pasangan bisa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum memutuskan alat kontrasepsi yang paling pas bagi Anda berdua.


2. Ejakulasi di Luar

Moms tentunya sudah mengetahui bahwa kehamilan bisa terjadi pada saat sel sperma pria bertemu dengan sel telur perempuan. Proses inilah yang dinamakan pembuahan atau konsepsi. Oleh karena itu, salah satu cara mencegah kehamilan setelah berhubungan intim adalah dengan mengeluarkan sperma di luar rahim atau yang biasa disebut ejakulasi di luar. Hal ini disebut-sebut sebagai salah satu cara efektif untuk mencegah kehamilan.




3. Menghindari Masa Subur

Setiap wanita sesungguhnya memiliki siklus menstruasi yang berbeda, ada yang 21 hari atau 31 hari. Saat pendarahan terhenti, saat itulah seorang perempuan mengalami masa subur atau masa ovulasi. Masa awal ovulasi disebut sebagai masa subur karena pada saat inilah tubuh mulai bersiap melepaskan sel telur. Jika Anda berhubungan seks pada masa ini, maka kemungkinan kehamilan akan sangat tinggi. Guna mengetahui kapan masa subur, Moms bisa berkonsultasi dengan dokter atau bidan.


4. Gunakan Kontrasepsi Darurat

Salah satu cara mencegah kehamilan adalah dengan alat kontrasepsi darurat. Akan tetapi harus diingat, Anda harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk menggunakannya. Nantinya, dokter akan memberikan resep obat untuk kontrasepsi darurat yang berisi Levonorgestrel, yaitu hormon progesteron sintetik dalam dosis tinggi. 

Namun obat ini hanya dapat bekerja dalam waktu kurang dari 72 jam setelah berhubungan seks untuk memastikan telah bekerja secara efektif. Moms perlu tahu, obat ini hanya mencegah pembuahan tapi tidak bisa menggagalkan/menggugurkan pembuahan apabila sudah terjadi.

Obat jenis ini tidak dijual bebas. Untuk mendapatkannya, Anda memerlukan resep dokter. Obat ini ini juga memiliki efek samping sehingga tidak boleh dikonsumsi secara bebas.


5. Jangan Percaya Mitos

Sampai saat ini masih banyak orang yang mempercayai mitos-mitos seputar cara mencegah kehamilan setelah berhubungan intim. Salah satunya adalah dengan mengonsumsi pepaya. Faktanya, buah pepaya yang dianggap dapat mencegah kehamilan justru kaya dengan vitamin yang baik untuk kesehatan. Jika Moms dan Dads melakukan hubungan seks pada masa subur, sebanyak apa pun mengonsumsi pepaya tidak akan berpengaruh. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: menunda kehamilan,   alat kontrasepsi,   pil kb,   kb suntik