Home - Kehamilan & Persalinan - Kehamilan / 1 Juli 2019 / Redaksi

Ingin Cepat Hamil Setelah Haid? Begini Caranya, Moms

Banyak faktor yang bisa memengaruhi terjadinya kehamilan, termasuk pemilihan waktu dalam berhubungan seks. Jika hubungan intim dilakukan pada waktu yang tepat, peluang Moms untuk bisa mengandung pun semakin besar.

Salah satu waktu yang dipilih pasangan suami-istri untuk berhubungan intim adalah setelah masa menstruasi. Asal tahu triknya, hubungan seksual yang dilakukan setelah Moms selesai haid, bisa mempercepat terjadinya kehamilan lho. Simak tipsnya berikut ini.




1. Kenali Siklus Menstruasi

Cara cepat hamil setelah haid dapat dilakukan dengan mengetahui siklus menstruasi. Yang dimaksud dengan siklus menstruasi adalah rentang jumlah hari dari hari pertama haid hingga hari pertama haid berikutnya. Dengan menghitung siklus tersebut, dapat diketahui masa subur, yaitu periode saat wanita mengalami ovulasi atau keluarnya sel telur dari ovarium.

Wanita dengan siklus haid 28 hari akan memiliki 6 hari masa subur, yaitu 5 hari sebelum ovulasi dan 1 hari saat ovulasi. Pada masa itu, kemungkinan untuk hamil menjadi lebih tinggi.

Namun Moms perlu tahu, siklus haid dapat berubah setiap bulan. Untuk itu, Anda perlu mencatat siklus haid selama beberapa bulan. Tandai hari pertama haid sebagai hari ke-1. Dari catatan siklus haid selama beberapa bulan, Anda bisa mengetahui siklus haid paling pendek dan paling panjang. Selain itu, Anda juga dapat memperkirakan masa subur.


2. Cara Menghitung Masa Subur

Setelah mengetahui masa siklus haid paling pendek dan paling panjang dari pencatatan minimal 8 bulan, Anda hanya perlu menyesuaikan dengan sebuah rumus sederhana guna mencari tahu masa subur, yaitu:

• Siklus paling pendek dikurangi 18 hari. Hasilnya adalah hari pertama masa subur Anda. Misalnya siklus paling pendek adalah 27 hari, maka hari pertama masa subur adalah hari ke-9.

• Siklus paling panjang dikurangi 11. Hasilnya adalah hari terakhir masa subur Anda. Misalnya siklus paling panjang adalah 30 hari, maka hari terakhir masa subur adalah hari ke-19.

Hari-hari di antara kedua tanggal tersebut merupakan masa subur yang memiliki kemungkinan hamil lebih tinggi. Pada contoh di atas berarti masa subur berada di antara hari ke-9 hingga hari ke-19.


3. Mengamati Lendir Serviks Penanda Masa Subur

Cairan atau lendir serviks setelah haid juga dapat menjadi penanda masa subur, sehingga Moms bisa memperbesar terjadinya kehamilan setelah menstruasi. Lendir serviks akan mengalami perubahan tekstur dan warna. Kuantitas cairan yang muncul juga tergantung pada tingkat hormon. Untuk mengetahui kemunculan lendir serviks dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu menggunakan tisu atau jari guna mencapai posisi serviks.

Setelah menstruasi, kemungkinan lendir serviks sangat sedikit atau tampak keruh dan lengket. Hal ini menandakan bahwa masa itu bukan periode yang tepat untuk mencapai kehamilan. Kemudian, lendir serviks berubah menjadi lebih jernih dan licin, hampir menyerupai putih telur. Saat lendir ini semakin banyak, artinya Anda kian mendekati masa subur.

Tiga hari kemudian, muncul lendir serviks yang dapat direntangkan hingga menyerupai benang. Anda bisa mencobanya menggunakan jari. Satu atau dua hari setelah itu, lendir serviks akan bertambah banyak dan bertekstur licin, bahkan tak jarang dapat membuat pakaian dalam menjadi basah. Inilah masa subur yang dapat dimanfaatkan sebagai pendukung cara tepat hamil setelah haid.



Jika siklus haid tergolong pendek, maka lendir serviks masa subur akan dimulai tidak lama setelah haid selesai. Akan tetapi jika siklus haid panjang, maka masa-masa ketika lendir serviks sedikit atau lengket akan lebih lama, sebelum muncul lendir yang menandakan masa subur.


Tindakan yang Mendukung Kehamilan

Moms, selain menghitung masa subur, ada beberapa tindakan yang bisa mempercepat proses terjadinya kehamilan setelah haid, yaitu:

• Melakukan aktivitas seksual secara teratur, 2-3 kali dalam sepekan.

• Guna meningkatkan kemungkinan hamil, lakukan hubungan seksual satu kali tiap hari, menjelang masa subur.

• Terapkan pola hidup sehat dengan menjaga berat badan ideal, melakukan olahraga teratur, dan mengonsumsi makanan sehat.

• Asam folat sangat penting untuk perkembangan janin. Mengonsumsi vitamin yang mengandung asam folat juga bisa dilakukan sejak merencanakan kehamilan.

• Tinggalkan kebiasaan tidak sehat, seperti merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol.

• Hindari penggunaan produk pelumas vagina karena sebagian produk tersebut dapat menurunkan kesuburan.

• Hindari olahraga berlebihan. Studi menunjukkan, wanita yang tidak memiliki kelebihan berat badan tapi melakukan olahraga aerobik dengan intensitas tinggi selama lebih dari lima jam tiap minggu, kesuburannya dapat terganggu.

• Berkonsultasi dengan dokter mengenai kondisi kesehatan Anda dan pasangan sehingga progam untuk hamil bisa cepat tercapai.

Selamat mencoba, Moms! (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)

 

 


RELATED ARTICLE

Benarkah Ngidam Tidak Dituruti, Bayi akan Ngiler?

Mitos dan Fakta Seputar Nutrisi untuk Ibu Hamil

Aplikasi yang Membantu para Moms-To-Be Lebih Siap

OTHER ARTICLES

Waspada! Ini Bahaya Memakaikan Perhiasan pada Bayi

Ingin Mendonorkan Darah? Ini yang perlu Anda Perhatikan

Tren Fashion Terkini untuk Si Kecil

Bagaimana Meyakinkan Orang Tua dengan Pola Asuh Kini?

Ibu Hamil Donor Darah? Ini Risikonya!