Home - Kehamilan & Persalinan - Panduan Ibu Baru / 14 Juli 2019 / Redaksi

Cara Tepat Menghadapi Kondisi Khusus saat Menyusui

Setelah dilahirkan, satu-satunya asupan yang bisa dikonsumsi Si Kecil hanya susu. Dan yang terbaik untuk diberikan oleh Moms adalah menyusuinya dengan ASI. Namun bisa jadi ada beberapa kondisi khusus yang mungkin membuat Anda merasa kesulitan dalam menyusui. Simak cara menghadapinya secara tepat berikut ini yuk, Moms.


Bayi Kembar

Cukup tidak ya, ASI-nya untuk si kembar? Pertanyaan itu seringkali muncul di benak Moms yang melahirkan anak kembar. Tentu saja jawabannya cukup. Awalnya mungkin ragu, tapi ketika menemukan irama menyusui si kembar, Moms akan merasa yakin. Untuk menyusui si kembar dengan sukses, Moms harus menjalani langkah berikut:



• Makan cukup, jangan lupa minum suplemen kalsium.

• Minum 8-12 gelas air putih per hari.

• Minta bantuan mengerjakan pekerjaan rumah untuk menghemat energi Moms. Kelelahan akan mengurangi produksi ASI.

• Kombinasikan opsi menyusui. Beri masing-masing privasi saat menyusui terpisah atau biarkan menyusui bersamaan untuk menghemat waktu.

• Perlu Moms ketahu bahwa meskipun kembar, mereka memiliki kepribadian, kebutuhan, dan gaya asuh yang berbeda. Jangan memperlakukan mereka sama.




Melahirkan Caesar

Pada dasarnya menyusui setelah melahirkan normal dan melahirkan secara caesar sama saja. Namun, pada awalnya ada rasa tidak nyaman, tapi itu bisa diatasi dengan teknik menyusui yang tepat. Moms bisa meletakkan banyak bantal di pangkuan sebagai alas menyusui, atau pilih posisi menyusui seperti memegang bola (badan bayi di bawah ketiak Moms dan kepala tepat di puting Anda).

Lalu, kapan Moms boleh menyusui pasca melahirkan caesar? Itu tergantung kondisi Anda dan Si Kecil. Meskipun melahirkan caesar, Anda tetap bisa melakukan inisiasi menyusui dini (IMD). Setelah itu, apabila Moms dan Si Kecil dalam keadaan baik-baik saja, Moms bisa lanjut menyusui di ruang perawatan.

Namun apabila Anda merasa pusing setelah pembiusan atau bayi harus dirawat intensif, Moms dapat menggunakan pompa ASI dan meminta perawat memberikan ASI melalui pipet. Yang penting, Si Kecil bisa mendapatkan kolostrum yang dibutuhkan untuk keimunannya.


Kondisi Sakit

Kelelahan pasca melahirkan serta pola makan yang buruk kadang-kadang membuat Moms sakit. Namun, itu tidak menghalangi Anda untuk tetap menyusui. Kualitas atau kuantitas ASI tidak berkurang, kok. Bahkan saat sakit, tubuh Moms menghasilkan antibodi yang juga akan dikonsumsi Si Kecil. Obat-obatan yang Moms minum pun hampir tidak berpengaruh pada ASI, kecuali obat-obatan untuk penyakit berat seperti obat kanker. Hanya saja, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika menyusui.

Mengingat beberapa virus penyakit bisa menular melalui udara, Moms dapat meminimalisirnya dengan mencuci tangan setiap kali akan menyentuh Si Kecil dan gunakan masker jika akan berdekatan dengannya. Usahakan untuk minum air yang banyak agar mempercepat kesembuhan sekaligus mempertahankan produksi ASI. (M&B/Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)

 

 


RELATED ARTICLE

Donor ASI, Amankah jika ASI Dibagi?

Buah-buahan Segar yang Baik Dikonsumsi Ibu Menyusui

7 Cara Memberikan ASI yang Terbaik untuk Buah Hati

OTHER ARTICLES

Waspada! Ini Bahaya Memakaikan Perhiasan pada Bayi

Ingin Mendonorkan Darah? Ini yang perlu Anda Perhatikan

Tren Fashion Terkini untuk Si Kecil

Bagaimana Meyakinkan Orang Tua dengan Pola Asuh Kini?

Ibu Hamil Donor Darah? Ini Risikonya!