Mother&Baby Indonesia
Apakah Tendangan dan Gerakan Janin Pertanda Ia Sehat?

Apakah Tendangan dan Gerakan Janin Pertanda Ia Sehat?

Gerak janin di dalam rahim menunjukkan bahwa ia hidup dan berkembang. Semakin besar ukuran janin, gerakannya akan semakin nyata.

Janin sendiri sebenarnya sudah mulai bergerak sejak usia 7-8 minggu. Namun karena ukurannya yang sangat kecil, gerakannya tidak terasa nyata. Bahkan, banyak wanita hamil yang menduga gerakan itu sebagai gerakan angin di dalam saluran pencernaan.




Bergerak = Sehat?

Apakah janin yang bergerak menandakan bahwa ia sehat? Jawabannya, bisa ya dan tidak. Menurut dr. Uf Bagazi, Sp.OG, spesialis kandungan dari Brawijaya Women and Children Hospital, janin yang sehat pasti bergerak, paling tidak satu kali gerakan dalam jangka waktu satu jam.

“Bergerak adalah tanda janin sehat. Tetapi, tanda kesehatan janin bukan hanya itu. Untuk memastikan kesehatannya, diperlukan tes yang lain, misalnya pemeriksaan USG (ultrasonografi). Dengan USG, bisa dideteksi denyut jantung, gerak napas, pergerakan tungkai, jumlah air ketuban, dan mimik wajah janin. Ada nilai patokan yang harus dicapai janin untuk menunjukkan ia benar-benar sehat,” jelas dr. Uf.

Gerakan janin biasanya juga dapat diprediksi waktunya. Janin bergerak jika ia menerima rangsang suara, mendapat energi dari makanan ibunya, dan saat ia menerima rangsangan gerak dari luar, misalnya saat Moms menekan perut dengan lembut.

Walaupun begitu, di dalam rahim, janin juga butuh istirahat, jadi tidak mungkin ia bergerak terus tanpa jeda waktu. Biasanya, janin tidur setiap 4-6 jam. Di sela waktu itulah ia akan beraktivitas.

Gerakan janin yang sehat pun ada aturannya. “Janin yang bergerak terlalu kuat atau aktif tidaklah terlalu baik. Gerakan yang terlalu itu umumnya terjadi karena ia ingin menunjukkan bahwa ia tidak nyaman di dalam rahim. Kemungkinan terbesar adalah karena janin tidak mendapatkan cukup oksigen sebab tali pusatnya tidak berfungsi dengan baik, misalnya karena aliran tali pusat yang kurang baik akibat tali pusat melilit janin,” kata dr. Uf.


Menghitung Gerak Janin = Menyelamatkannya

Dengan memerhatikan dan menghitung gerakan janin, Anda akan mendapat banyak keuntungan. Salah satunya adalah hubungan Moms dan janin akan semakin erat. Saat menghitung gerakannya, Anda akan fokus dan mencurahkan perhatian pada janin. Di waktu spesial tersebut, Moms juga bisa lho, mengajak Si Kecil berkomunikasi. Biasanya, saat diajak bicara, janin akan merespons dan bergerak.



Menghitung gerakan di waktu yang sama juga memudahkan Anda mengerti kebiasaan janin. Kebiasaan menghitung gerak akan membuat Anda lebih peka terhadap kondisi janin. Jika janin melakukan gerak atau tidak bergerak di luar rutinitasnya, Anda bisa mencegah masalah rumit yang terjadi.

“Kebiasaan menghitung gerakan janin akan lebih efektif menyelamatkan bayi dibandingkan dengan mendengar detak jantungnya. Sebab, bisa saja jantung janin masih berdetak, namun janin dalam kondisi kritis. Jika kondisi kritis itu terjadi, pola gerakan yang muncul menjadi tidak biasa, bergerak terlalu hebat atau malah tidak bergerak sama sekali. Jadi menghitung gerakan janin dengan teratur di saat tertentu efektif mengurangi kematian janin di dalam kandungan,” jelas dr. Diep Nguyen, pendiri Babykick Alliance.


Cara Menghitung Gerakan Janin

Gerakan janin dapat mulai dihitung begitu kandungan memasuki usia 26 minggu. Berikut cara yang dianjurkan:

• Duduklah dalam posisi yang nyaman. Tetapkan waktu yang sama setiap hari untuk mulai menghitung gerakan. Pilih waktu di mana janin sangat aktif. Biasanya, janin menjadi aktif dua jam setelah ibu makan.

• Hitung gerakan bayi sebanyak 10 kali gerakan setiap hari. Gerakan yang dapat dihitung adalah menendang, berputar, mengulet. Cegukan tidak termasuk gerakan yang dapat dihitung. Rata-rata janin bergerak 10 gerakan dalam rentang waktu 15 menit sampai 2 jam. Namun, setiap janin memiliki pola yang berbeda.

• Jika janin menunjukkan perubahan dalam pola gerakan, terlalu aktif atau kurang gerak, hentikan dulu hitungan. Berjalanlah sementara waktu untuk menenangkannya atau minum jus buah untuk mengaktifkan janin.

• Segera hubungi dokter jika perubahan pola gerakan itu sangat tidak biasa, misalnya dalam satu jam hanya terjadi kurang dari lima gerakan. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: hamil,   kehamilan,   ibu hamil,   janin,   tendangan janin,   gerakan janin








Related Article