Home - Kesehatan - Kesehatan / 3 Juli 2019 / Redaksi

Moms, Ini Vitamin untuk Anak yang Sering Sakit

Duh Si Kecil batuk, padahal baru saja sembuh dari pilek! Ada apa gerangan dengannya? Apakah perlu penanganan khusus? Sebagian anak memang rentan sakit, Moms. Penyebabnya bisa karena alergi atau memang daya tahan tubuhnya rendah.

Untuk mengatasinya, Anda tentu harus memperbaiki asupan gizi Si Kecil. Pemberian makanan dengan gizi seimbang merupakan pilihan tepat agar kondisi fisik anak lebih kuat. Jika perlu, Anda bisa menambahkan multivitamin bagi Si Kecil.

Perlu diketahui, anak-anak yang memerlukan tambahan suplemen berupa vitamin adalah mereka yang:



Picky eater atau sangat pemilih dalam soal makanan sehingga sulit mendapatkan nutrisi dengan gizi seimbang.

• Memiliki penyakit kronis di saluran pencernaan atau saluran pernapasan.

• Vegetarian.

• Punya kebiasaan mengonsumsi minuman bersoda. Jenis minuman seperti ini bisa menganggu penyerapan vitamin dan mineral dalam tubuh.


Jenis Vitamin untuk Anak Sering Sakit

Apabila Moms memutuskan untuk memberikan tambahan suplemen, berikut adalah jenis vitamin yang diperlukan anak yang sering sakit.


1. Vitamin A

Sistem imun atau kekebalan tubuh anak membutuhkan vitamin A untuk mengatur daya penyembuhan atau pemulihan dari gangguan kesehatan. Kekurangan vitamin A bisa memperlemah perlindungan utama kesehatan buah hati Anda. Apabila Si Kecil terkena infeksi, pastikan ia diberikan asupan vitamin A yang cukup.

2. Vitamin B

Sel darah putih yang menjaga tubuh dari serangan berbagai penyakit, membutuhkan vitamin B. Jenis vitamin B yang paling esensial adalah vitamin B6, B9, dan B12 yang berperan penting dalam pembentukan limfosit. Perlu diketahui, vitamin B6 sering dianggap sebagai vitamin yang memiliki banyak fungsi dalam tubuh kita, salah satunya adalah untuk meningkatkan sistem imun tubuh.



3. Vitamin C

Kekurangan vitamin C bisa membuat anak rentan terhadap serangan penyakit. Asupan vitamin C yang cukup bisa meningkatkan performa sel T atau limfosit putih, dan fagosit yang berfungsi sebagai bagian dari imun tubuh. Vitamin C juga merupakan antibakteri dan antivirus sehingga bisa menangkal berbagai infeksi.

4. Vitamin E

Vitamin E adalah vitamin dengan antioksidan yang bisa membantu tubuh menangkal berbagai infeksi. Almond, biji bunga matahari, dan kacang-kacangan adalah sumber makanan yang mengandung vitamin E. Akan tetapi, Moms juga bisa mendapatkan suplemen vitamin E khusus anak di apotek atau toko obat.


Yang Perlu Diperhatikan

Saat Moms, memberikan tambahan vitamin bagi Si Kecil, perhatikan hal-hal berikut ini:

• Jauhkan suplemen berupa vitamin tersebut dari jangkauan anak-anak. Bukan tak mungkin, Si Kecil mengira suplemen itu adalah permen karena rasa yang manis dan bentuknya yang lucu, sehingga memakannya dalam jumlah banyak. Terlalu banyak vitamin tentunya tidak baik bagi kesehatan pencernaan anak.

• Utamakan untuk memberi anak makanan yang segar dan sehat seperti sayur dan buah-buahan, bukan vitamin dalam bentuk suplemen tambahan. Jika Si Kecil susah makan, Moms mungkin bisa membuat hidangan yang penampilannya menarik.

• Sebaiknya tidak memberikan suplemen pada anak yang usianya kurang dari 4 tahun, kecuali jika memang disarankan oleh dokter.

• Berikan vitamin pada anak sesuai dosis yang dianjurkan. Ingat ya Moms, vitamin yang larut lemak seperti A, D, E, dan vitamin K, serta beberapa jenis mineral tidak dapat dikeluarkan tubuh, melainkan akan menumpuk di berbagai organ tubuh.

• Selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum memberikan suplemen tambahan berupa vitamin kepada Si Kecil. Pastikan, anak Anda memang benar-benar membutuhkan vitamin tersebut dengan menjalani pemeriksaan dokter. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)

 

 


RELATED ARTICLE

Mengenal Tetanus, Penyakit yang Bisa Sebabkan Kematian

Mendeteksi Gangguan Bipolar pada Anak sejak Dini

Ini Penyakit-Penyakit yang Diwariskan dari Ayah ke Anak

OTHER ARTICLES

Manfaat Corat-Coret untuk Perkembangan Anak

Bayi Kena Heatstroke, Ini Gejala dan Cara Mengatasinya

Bolehkah Ibu Hamil Melakukan Waxing?

Kembali Bekerja Usai Melahirkan, Lakukan Ini, Moms

Apa Dampak Kekurangan Vitamin D saat Hamil?