Mother&Baby Indonesia
Waspadai Restless Leg Syndrome pada Anak

Waspadai Restless Leg Syndrome pada Anak

Ketika anak terlalu banyak beraktivitas, rasa lelah adalah hal yang wajar dirasakan Si Kecil. Namun bagaimana jika rasa lelah tersebut terasa sangat hebat, berpusat di kaki, dan semakin menyiksa menjelang waktu tidur anak? Nah, jika anak Anda pernah mengeluhkan hal tersebut, maka Anda harus mewaspadai restless leg syndrome (RLS), Moms!


Definisi RLS



Paediatric Society of New Zealand (PSNZ) mengatakan kalau RLS adalah rasa tidak nyaman di kaki ketika anak mau tidur. Hal ini biasanya terjadi di malam hari, ketika ‘growing pains’ atau nyeri pertumbuhan terjadi. Apa sih, yang dirasakan oleh penderita RLS? Ini beberapa gejalanya:

• Kaki terasa sangat lelah.

• Ada yang menarik-narik kaki anak.

• Anak harus berjalan atau menghentakkan kakinya untuk menghilangkan rasa ‘lelah’ yang ia rasakan.

• Anak tidak mampu duduk diam dalam waktu lama.

• Anak kekurangan tidur, yang dampaknya ia akan menjadi kurang fokus dan rewel.


Penyebab RLS

Menurut Restless Leg Syndrome Foundation, RLS adalah kondisi neurologis dengan komponen genetik, yang melibatkan faktor keturunan sebagai penyebabnya. PSNZ menyebutkan di situs Healthy Kids bahwa penyebab pasti RLS tidak diketahui, namun bisa terjadi pada anak yang mengalami anemia zat besi, diabetes, dan gangguan ginjal.




Angka Penderita

Di Amerika, diperkirakan 1,5 juta anak dan remaja mengalami RLS, namun sayangnya di Indonesia belum ada data yang spesifik menyebutkan angka penderita RLS. Sekitar 35 persen penderita RLS mengatakan hal ini terus terjadi hingga usia mereka 20 tahun, dan satu dari 10 penderita melaporkan mereka mengalami RLS pertama kali di dekade pertama kehidupannya.


Cara Mengatasi

Berikut sejumlah cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi masalah RSL, Moms.

• Ubah rutinitas tidur anak, sehingga anak hanya naik ke tempat tidur ketika ia sudah benar-benar mengantuk.

• Jika harus ada rutinitas membacakan dongeng sebelum tidur atau rutinitas lainnya, pastikan itu tidak dilakukan di atas tempat tidur.

• Hindari kafein (itu artinya hindari teh, kopi, soda, cokelat, dan beberapa jenis obat yang mengandung kafein).

• Redakan rasa lelah hebat di kaki anak dengan pijatan dan kompres hangat atau dingin.

• Atasi penyebabnya (misalnya, anemia zat besi, diabetes, gangguan ginjal).

• Olahraga ringan beberapa jam sebelum waktu tidur, untuk membantu anak tidur lebih nyenyak karena sudah lelah. (Tiffany Warrantyasri/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   balita,   restless leg syndrome,   kesehatan