Mother&Baby Indonesia
Benarkah Makanan Padat dapat Melancarkan Anak Bicara?

Benarkah Makanan Padat dapat Melancarkan Anak Bicara?

Saat masih bayi, Si Kecil memang masih berkomunikasi dengan cara bergumam atau menangis. Namun setelah usia 6 bulan, ia akan mulai mengucapkan kata pertamanya, seperti mama atau nana. Dan seiring ia bertumbuh, kemampuan bicara Si Kecil pun akan berkembang.

Perkembangan kemampuan bicara anak berbeda-beda, Moms. Umumnya memasuki usia 1,5 tahun, mereka mulai meniru kata-kata yang diucapkan oleh orang di sekitarnya. Tapi, tak sedikit dari mereka yang mengalami keterlambatan bicara, bahkan hingga sudah saatnya masuk sekolah.

Untuk mencegah hal tersebut, sebaiknya setelah Si Kecil sudah bisa konsumsi MPASI, Moms mulai memberikan makanan dengan beragam tekstur dan rasa. Agar ia semakin lancar bicara, pastikan juga bahwa ia sudah mulai diberikan makanan padat dan kasar yang dapat merangsang motorik oromotor atau area mulut.




Kenapa Padat dan Kasar?

Makanan yang bertekstur padat dan kasar sangat penting dalam pembentukan rahang dan gigi Si Kecil. Kedua bagian tersebut merupakan alat artikulasi, yang perlu distimulasi agar anak dapat melafalkan kata-kata yang diucapkan dengan baik.

Selain dari tekstur, stimulasi motorik oromotor Si Kecil juga dilakukan dengan merangsang area perasa di lidah yang bertugas untuk menangkap sensor rasa makanan. Perannya pun cukup penting untuk membantu Si Kecil lebih lancar mengucapkan huruf konsonan tertentu yang lebih sulit. Di mana saja titik rangsang perasa tersebut? Berikut penjelasannya, Moms.

• Titik ujung lidah

Bagian ini bertugas menangkap rasa manis sehingga bisa menstimulasi ucapan dan artikulasi konsonan ‘t’, ‘d’, ‘m’, ‘l’, dan ‘r’. Beberapa makanan yang bisa diberikan antara lain adalah madu, cokelat, atau es krim.

• Titik samping kanan dan kiri

Bagian ini berfungsi menangkap sensor rasa asam yang mampu menstimulasi ucapan dan bunyi konsonan ‘c’ dan ‘j’. Si Kecil bisa diberikan jenis makanan seperti buah jeruk.



• Titik tengah lidah

Bagian ini bertugas menangkap sensor rasa asin, juga bisa menstimulasi ucapan huruf konsonan ‘c’, ‘j’, dan konsonan ganda (sengau) ‘ny’. Jenis makanan yang bisa membantu adalah keju parut dan mentega.

• Titik pangkal (bagian belakang) lidah

Bagian ini menangkap rasa pahit dan menstimulasi ucapan konsonan ‘k’, ‘g’, ‘x’, dan konsonan ganda ‘ng’. Makanan yang bisa menstimulasi bunyi ini misalnya adalah minum obat jenis puyer (bila sakit) atau sedikit minum kopi.

• Seluruh permukaan lidah

Bagian ini memiliki titik sensor yang seluruhnya dapat menangkap rasa pedas. Maka, bagian tersebut dapat merangsang lafal konsonan ‘f’, ‘ch’, ‘sh’, dan ‘s’.

Pemberian vitamin juga sangat dibutuhkan untuk menambah stimulasi kemampuan bicara anak. Salah satunya adalah memenuhi kebutuhan vitamin B12, yang tak hanya membantu stimulasi oromotor, tetapi juga meningkatkan kecakapan IQ anak Anda. Vitamin B12 sendiri bisa didapatkan dari hati sapi, kerang, ikan, telur, susu, dan produk olahan daging. (M&B/Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   balita,   tumbuh kembang,   bicara,   stimulasi,   makanan,   balita lancar bicara








Related Article