Mother&Baby Indonesia
Yuk, Latih Oromotor Bayi agar Ia Terampil Makan, Moms!

Yuk, Latih Oromotor Bayi agar Ia Terampil Makan, Moms!

Agar bayi Anda memiliki keterampilan makan yang baik, diperlukan proses belajar dan stimulasi oromotor yang tepat. Stimulasi ini juga berperan dalam kelancaran berbicara Si Kecil nantinya, Moms.


Apa Itu Oromotor?

Selain motorik kasar dan motorik halus, ada satu lagi kemampuan motorik Si Kecil yang harus Anda stimulasi, yaitu motorik oral atau oromotor.



Oromotor merupakan dasar keterampilan makan, mencakup semua kegiatan yang menggunakan sistem gerak otot dari oral cavity (rongga mulut), seperti rahang, gigi, lidah, langit-langit, bibir, dan pipi, termasuk juga koordinasi gerak di antara organ-organ rongga mulut ini.

Keterampilan oromotor tidak bisa didapat secara instan, melainkan harus dilatih dan dipelajari secara bertahap. Dr. dr. Damayanti Rusli Sjarif, Sp.A(K) dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, mengatakan ada beberapa diagnosis yang cenderung dialami oleh anak yang tidak mendapat stimulasi oromotor yang baik, yaitu menjadi picky eater, memproduksi air liur berlebih, mengalami kesulitan mengisap, mengunyah dan menelan, serta terlambat berbicara.


Stimulasi Oromotor untuk Bayi

Oromotor Si Kecil harus distimulasi agar bisa berkembang dengan baik. Ada 2 hal yang bisa Anda lakukan untuk merangsang kemampuan ini:

1. Rangsang dengan makanan

Dr. Damayanti menjelaskan bahwa stimulasi oromotor mencakup beberapa hal, yaitu pertama, mengetahui dengan jelas waktu yang tepat untuk memberikan MPASI; kedua, melatih keterampilan mengunyah Si Kecil sebagai dasar dari proses makan; dan terakhir, mengetahui gangguan makan pada anak serta segera mengatasinya.

Stimulasi oromotor yang tepat adalah pemberian makan, termasuk waktu, variasi, dan tekstur yang sesuai dengan perkembangan Si Kecil.

Bila bayi sudah menunjukkan kematangan oromotor namun sang ibu tidak merespons dengan pemberian makanan yang tepat, maka ia tidak akan memiliki keterampilan oromotor yang baik dan cenderung mengalami diagnosis  di atas, seperti picky eater, terlambat bicara, dan lain-lain.

2. Rangsang dengan alat bantu



Bayi menggunakan mulut mereka untuk mendapatkan informasi tentang suatu benda. Dengan menggunakan alat bantu, umumnya teether, Si Kecil bisa mempertajam sensor oromotornya untuk belajar tentng ukuran, bentuk, tekstur, dan rasa.


Ciri-Ciri Gangguan Oromotor

Ada beberapa tanda jika anak mengalami gangguan oromotor, yaitu:

1. belum bisa makan nasi saat usia 1 tahun, dan makanan harus selalu dilembutkan pada usia di bawah 2 tahun.

2. Anak tidak bisa makan sayur, buah, dan makanan tertentu. Hal ini terjadi bukan karena anak tidak menyukainya, tetapi karena ia tak bisa mengunyah dan menelan makanan tersebut.

3. Anak lebih suka makanan yang garing dan renyah, seperti kerupuk, atau bila makan ayam goreng, ia hanya akan memakan bagian yang garingnya saja.

4. Anak tidak suka makanan yang lengket di mulut, seperti dodol lunak atau kue lapis.

5. Bila anak muntah, akan terlihat tumpahan nasi yang masih utuh, yang menunjukkan proses mengunyahnya tidak berlangsung dengan sempurna.

6. Gangguan koordinasi motorik mulut ini juga mengakibatkan seringnya tergigit sendiri bagian bibir atau lidah secara tak disengaja saat makan.

7. Mengalami keterlambatan bicara dan gangguan bicara (cadel, gagap, bicara terlalu cepat sehingga sulit dimengerti). (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: bayi,   oromotor,   motorik oral,   bayi belajar makan,   bayi belajar bicara








Related Article