Mother&Baby Indonesia
Penting! Pertolongan Pertama saat Bayi Kecelakaan

Penting! Pertolongan Pertama saat Bayi Kecelakaan

Saat sudah mulai bergerak aktif, rasa ingin tahu yang begitu besar membuat bayi Anda gemar bereksplorasi. Namun koordinasi gerakan yang belum sempurna dan ketidaktahuan akan bahaya membuat Si Kecil mudah sekali mengalami kecelakaan.

Di masa tumbuh kembang buah hati, ada kalanya Anda akan dikejutkan oleh hal-hal tak terduga, seperti ia terjatuh, terjepit pintu, terkena air panas, hingga tergores benda tajam. Bagaimana bila Si Kecil mengalami kecelakaan seperti ini? Berikut adalah pertolongan pertama yang harus Anda lakukan saat Si Kecil mengalami kecelakaan.




Terjatuh dari Meja Ganti Pakaian

Si Kecil tiba-tiba berguling dan terjatuh saat Anda sedang mengganti popok atau pakaiannya.

Apa yang harus dilakukan? Dokter spesialis anak dari Inggris, Sarah Levy, menganjurkan Anda untuk memeluknya lembut dan tatap mata Si Kecil dengan penuh ketenangan.

Kapan harus ke dokter? Perhatikan apakah ada gejala-gejala gegar otak seperti muntah-muntah, tampak mengantuk berat, atau marah tanpa sebab. Apabila Si Kecil menunjukkan tanda-tanda ini selama 24 jam, segera hubungi dokter anak Anda. Jika Anda menyadari bahwa Si Kecil ternyata pingsan, langsung hubungi ambulans atau UGD.


Terjepit Pintu

Bermain sambil membuka dan menutup pintu atau lemari menjadi hobi baru Si Kecil. Lengah sedikit, bisa saja tangannya terjepit. Ouch, rasanya sakit sekali.

Apa yang harus dilakukan? Dr. Levy menyarankan agar Anda membungkus jari Si Kecil yang terjepit dengan sedikit es yang dibalut ke handuk kecil guna mengurangi pembengkakan dan memar. Setelah itu, oleskan salep pereda nyeri untuk bayi yang bisa Anda dapatkan di apotek atau toko obat.

Kapan harus ke dokter? Apabila dalam beberapa jam, jari Si Kecil tetap membengkak atau ada pendarahan di bawah kuku, segera ke rumah sakit.


Terkena Air Panas

Anda hanya sebentar mengalihkan pandangan, tiba-tiba Si Kecil sudah memencet tombol air panas dispenser. Ia pun terkena air panas. 

Apa yang harus dilakukan? Jika airnya benar-benar panas dan membuat kulit anak Anda terbakar, segera telepon ambulans. Sebaiknya jangan sentuh luka dan jangan mencoba melepaskan pakaian yang menempel pada luka.



Siram luka dengan air dingin yang mengalir selama 10 menit. Hindari pemberian es atau benda apa pun pada luka itu, kecuali air dingin. Setelah luka bakar membaik, buka pakaian Si Kecil yang tersiram air panas. Kalau sulit dan lengket, gunting perlahan dan biarkan hingga ambulans datang.

Kapan harus ke dokter? Apabila luka bakar terlihat semakin parah, melepuh, atau tampak infeksi setelah beberapa jam, segera panggil ambulans dan bawa ke rumah sakit.


Ada Benda Asing di Hidung

Lagi asyik bermain, tiba-tiba Si Kecil memasukkan sesuatu ke dalam hidungnya. Mainan atau mungkin remahan kue? 

Apa yang harus dilakukan? Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah meminta anak untuk meniup hidungnya dengan keras untuk mengetahui apakah benda asing itu bisa dikeluarkan atau tersangkut di lubang hidung.

Kapan harus ke dokter? Apabila usaha Si Kecil gagal, tapi bendanya tampak dari luar hidung, segera hubungi dokter. Namun jika benda tersebut tidak terlihat, langsung bawa anak Anda ke ruang gawat darurat.


Luka Gores

Tidak sengaja jari Si Kecil tergores hingga berdarah.

Apa yang harus dilakukan? Jangan panik ya Moms. Pertama, bersihkan area luka yang tergores benda tajam dengan air bersih dan keringkan dengan kain kasa atau handuk. Setelah itu, tempelkan plester luka yang ukurannya lebih besar dari luka sehingga bisa menutupinya dengan sempurna.

Kapan harus ke dokter? Jika luka terus mengeluarkan darah, ada benda yang tertanam di dalam luka, lukanya sangat dalam, luka akibat gigitan binatang, atau terluka karena goresan benda yang sangat kotor, Anda harus segera membawa Si Kecil ke dokter. Lebih cepat lebih baik, karena luka yang disebabkan faktor-faktor tersebut bisa menyebabkan infeksi. (M&B/Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   bayi,   kecelakaan pada bayi,   bayi terjatuh,   pertolongan pertama pada bayi