Mother&Baby Indonesia
Moms, Ini Pentingnya Asupan Cairan Jelang Persalinan

Moms, Ini Pentingnya Asupan Cairan Jelang Persalinan

Kelahiran buah hati menjadi proses yang paling dinanti-nantikan setiap orang tua. Pada saat itu, Moms harus mempersiapkan stamina dan energi supaya bisa melakukan proses persalinan dengan lancar dan selamat.

Agar Moms dapat memperoleh stamina yang baik, Anda perlu asupan kalori yang cukup sebelum melahirkan, dan tidak kalah pentingnya adalah asupan cairan yang cukup menjelang proses persalinan.




Bahaya Dehidrasi pada Masa Kehamilan Akhir

Moms mungkin sering mendengar bahwa kebutuhan air seorang ibu hamil akan lebih banyak daripada saat ia belum hamil, karena bukan Anda saja yang memerlukan cairan, tetapi janin juga.

Nah, untuk mempersiapkan persalinan yang baik, ibu hamil dianjurkan untuk mencukupi kebutuhan air putih, mengurangi asupan kafein, dan terutama menghindari minuman beralkohol karena bisa berakibat pada penurunan kualitas janin.

Dehidrasi yang Anda alami di masa akhir kehamilan bisa memicu Braxton Hicks atau kontraksi palsu. Kontraksi ini ditandai dengan rasa nyeri yang tidak nyaman pada perut bawah dan bagian pantat akibat kelelahan. Cirinya adalah ritme tidak teratur (kadang terasa dan kadang hilang) dan tidak disertai keluarnya lendir darah dari jalan lahir.

Jika Moms mengalami kontraksi semacam ini secara berulang-ulang, salah satu penyebabnya adalah Anda mengalami dehidrasi. Banyak minum air putih akan bisa membantu Anda mengatasi masalah ini.

Selain itu, dehidrasi pada trimester ketiga juga bisa berisiko kontraksi yang memicu persalinan prematur, produksi ASI yang sedikit, dan bayi mengalami cacat lahir.

Untuk mengurangi risiko-risiko tersebut, Moms perlu memenuhi kebutuhan air. Cara paling mudah dan simpel untuk mewaspadai tanda-tanda dehidrasi, perhatikan warna urine Anda. Semakin pekat warnanya, itu berarti Moms tidak cukup minum. Sebaliknya, semakin jernih warnanya, itu berarti pasokan cairan tubuh sudah optimal.




Tambahan Air Sebelum Persalinan

Dr. Budi Iman Santoso, SpOG (K) dalam bukunya yang berjudul Air Bagi Kesehatan, menulis bahwa ibu hamil memerlukan tambahan air minum minimal 500 ml (sebanyak 2 gelas) sebelum fase aktif persalinan.

Kebutuhan tambahan air ini mempertimbangkan 3 hal, yaitu volume darah yang keluar, tenaga yang dibutuhkan untuk mengejan saat proses persalinan, dan keringat yang dikeluarkan.

Dalam Buku Konsensus Nasional Kebutuhan Asupan Air bagi Ibu Hamil, Melahirkan, dan Menyusui oleh Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia, dinyatakan bahwa keadaan perdarahan pasca persalinan adalah kondisi di mana ibu kehilangan sekitar 500 ml darah saat melahirkan secara alami dan lebih dari 1.000 ml darah saat melahirkan melalui operasi caesar.

Karena itu, pasca persalinan, cairan infus berperan penting untuk memulihkan volume sirkulasi darah. Setelah itu, ibu disarankan untuk minum dalam jumlah yang lebih banyak, yaitu asupan normal ditambah dua kali volume darah yang keluar.

Jadi, pastikan Anda mencukupi kebutuhan cairan pada masa kehamilan dan persiapan kelahiran, ya Moms. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: ibu hamil,   ibu melahirkan,   hamil,   kehamilan,   persalinan,   ibu bersalin,   asupan cairan