Home - Kehamilan & Persalinan - Kehamilan / 2 Juni 2019 / Redaksi

Gangguan Pencernaan pada Ibu Hamil: Diare

Perubahan hormon menyebabkan sejumlah gangguan pencernaan pada ibu hamil. Memang, gangguan ini relatif tidak berbahaya bagi janin, namun dapat menimbulkan ketidaknyamanan. Salah satu gangguan yang terjadi pada masa kehamilan adalah diare.

Diare atau buang air besar (BAB) lebih dari 4 kali sehari dalam bentuk cair bisa menimpa ibu hamil. Gangguan ini juga bisa dialami di usia kehamilan berapa pun, Moms.

Jika Anda mengalami diare, sebaiknya jangan dianggap enteng ya, Moms. Diare perlu ditangani dengan segera karena dapat berdampak buruk pada janin. Selain itu, diare juga bisa memicu terjadinya kontraksi sehingga rawan keguguran dan lahir prematur.




Penyebab Diare pada Ibu Hamil

Diare secara umum disebabkan oleh ketidakmampuan usus untuk menyerap air yang terkandung dalam kotoran, sehingga terjadi pengeluaran feses (tinja atau kotoran) yang encer lebih dari 3 kali dalam sehari.

Adapun penyebab diare pada ibu hamil, selain karena pola makan yang tidak baik, juga bisa diakibatkan oleh beberapa hal berikut ini:

• Terinfeksi oleh bakteri, parasit, dan virus yang umumnya karena makanan yang tidak bersih atau kebersihan tangan yang tidak terjaga dengan baik.

• Perubahan hormon kehamilan yang meningkat pesat dalam tubuh dapat memengaruhi produksi asam lambung dan sistem pencernaan secara keseluruhan, sehingga menimbulkan diare. Selain itu, ukuran rahim yang semakin besar juga menyebabkan gerakan usus terhambat, bakteri pun tumbuh pesat sehingga terjadilah diare.

• Stres dan beban psikologis yang dialami oleh ibu hamil.




Cara Mengatasi Diare pada Ibu Hamil

• Jika sudah menunjukkan gejala dehidrasi, seperti rasa haus yang luar biasa dan terus-menerus, suara jadi parau, badan lemas, plus kejang otot atau kram, sebaiknya Moms segera pergi ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

• Ibu hamil harus banyak minum air dan oralit supaya terhindar dari dehidrasi.

• Usahakan tetap masuk makanan. Pilihlah makanan yang lunak, seperti bubur nasi, agar mudah untuk dicerna.

• Konsumsilah makanan yang mengandung banyak kalium, seperti pisang, untuk mengganti elektrolit yang terbuang.

• Pemberian obat-obatan pada kasus diare saat Anda tengah hamil harus dilakukan dengan sepengetahuan dokter. Jangan pernah berusaha mengobati diri sendiri dengan cara minum obat diare yang banyak dijual bebas di pasaran.

• Upaya pencegahan diare kala hamil dilakukan dengan menjaga pola hidup sehat. Santaplah makanan yang bersih dan terolah baik. Hindari makanan mentah yang kemungkinan besar mengandung telur cacing atau kuman lain yang membahayakan. Jika ibu hamil gemar makan lalapan, cuci terlebih dahulu sayur dengan air bersih yang mengalir, lalu rendam dalam air garam untuk mematikan telur cacing yang ada. (M&B/SW/Dok. Freepik)

 

 


RELATED ARTICLE

Gangguan Pencernaan pada Ibu Hamil: Kembung

Tetap Ramping kala Hamil, Ini Caranya, Moms

Mau Tetap Profesional Bekerja saat Hamil? Ini Caranya!

OTHER ARTICLES

10 Cara untuk Menjadi Ayah yang lebih Baik

Efek Vakum pada Ibu Melahirkan

5 Mitos dan Fakta Mengenai Kecerdasan Newborn

Total Body Workout, Olahraga Efektif untuk Para Moms

15 Cara untuk Mencegah Speech Delay pada Anak