Mother&Baby Indonesia
Apakah Anak Anda Buta Warna? Ini Cara Mengetahuinya

Apakah Anak Anda Buta Warna? Ini Cara Mengetahuinya

Buta warna! Mungkin ini salah satu gangguan kesehatan pada anak yang bisa membuat semua orang tua khawatir. Namun sebelum membahas masalah ini lebih lanjut, Moms perlu tahu dulu nih, apa yang menjadi penyebab anak mengalami buta warna.

Buta warna disebabkan oleh kerusakan sel kerucut di dalam retina mata, sehingga tidak bisa menangkap spektrum warna tertentu atau buta warna. Fakta yang mengagetkan adalah: Buta warna lebih dominan terjadi pada anak laki-laki lho, Moms. Kok bisa, ya?

Kemungkinan, ini terjadi karena kelainan ini bersifat genetik dan gennya terkait dengan kromosom X. Untuk mengetahui apakah anak memiliki risiko buta warna, lakukan tes berikut ini.



1. Jika anak sudah berusia 4 tahun dan belum bisa menyebutkan warna yang ia lihat, maka Moms bisa mengajaknya mewarnai sebuah gambar. Misalnya, buat gambar daun dan minta ia memberinya warna hijau. Jika ia selalu mengambil warna merah untuk mewarnai daun tersebut, maka kemungkinan ia mengalami jenis buta warna parsial (merah-hijau).

2. Buat beberapa lingkaran bersambung dan berikan warna-warna lembut, seperti kuning mudah, hijau muda, merah muda, dan putih. Kemudian, minta Si Kecil menyebutkan warna-warna tersebut. Jika ia mengatakan semuanya putih, maka besar kemungkinan ia mengalami buta warna total (hitam-putih).

3. Untuk lebih memastikan, buatlah beberapa lingkaran lagi dan warnai secara berselang-seling, misalnya dari warna kuning, merah muda, hitam, hijau muda, biru, dan putih. Jika Si Kecil menyebutkan rangkaian warna itu sebagai hitam dan putih, maka ia memang buta warna total (hitam-putih).

4. Tes selanjutnya, buatlah sebuah gambar di atas kertas putih berupa titik-titik yang membentuk pola tertentu menggunakan warna lembut, seperti hijau muda atau merah muda. Kemudian, minta Si Kecil menghubungkan titik-titik tersebut. Jika tidak bisa melakukannya, maka ia dipastikan buta warna.




Quick Facts tentang Buta Warna



• Sekitar 99 persen orang yang buta warna ternyata tidak benar-benar buta warna, melainkan defisiensi warna. Maksudnya, penggunaan kata buta warna bukanlah istilah yang tepat, karena mereka tidak buta.

• Ada tiga jenis buta warna: Protan, deutan, dan tritan. Ini diambil dari bahasa Yunani, yang artinya pertama, kedua, dan ketiga.

• Protan, deutan, tritan adalah tipe-tipe dichromacy, yang artinya Anda hanya memiliki dua reseptor warna, sedangkan orang dengan mata normal memiliki tiga reseptor.

• Buta warna merah-hijau adalah kombinasi dari buta warna merah (protan defects) dan buta warna hijau (deutan defects).

• Test buta warna yang paling terkenal adalah Ishihara plates, sayangnya tes ini bukan yang paling akurat.

• Sekitar 8 persen pria di seluruh dunia mengalami buta warna.

• Buta warna bisa bersifat genetik. Seorang ayah bisa menurunkan buta warna merah-hijau pada anak laki-lakinya.

• Wanita lebih banyak menjadi carrier buta warna, walaupun wanita tersebut tidak buta warna. (M&B/Tiffany/Dok. Freepik)



Tags: anak,   balita,   buta warna,   anak buta warna,   tes buta warna,   kesehatan,   mata