Mother&Baby Indonesia
6 Tips agar Suami Mau Membantu Pekerjaan Rumah

6 Tips agar Suami Mau Membantu Pekerjaan Rumah

Aroma libur Hari Raya Idul Fitri sudah tercium! Wah, Anda sekeluarga pasti sudah tak sabar untuk menikmati libur Lebaran ya, Moms. Ya, ini memang salah satu libur panjang yang paling dinanti, namun sayangnya, asisten rumah tangga pun harus libur untuk mudik ke kampung halamannya. Nah, ketika ART, babysitter, supir, dan semua orang yang selama ini membantu Anda dan keluarga sudah libur mudik, maka perjuangan yang sebenarnya pun dimulai, Moms.

Serba mandiri! Tak ada lagi mengandalkan orang lain untuk menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Mulai dari memasak, menyuapi anak, hingga mencuci piring, semua harus Anda lakukan sendiri. Hmm...Yakin mau dilakukan sendiri? Tak adil rasanya kalau suami tidak ikut membantu Anda menyelesaikan pekerjaan rumah tangga.

“Idealnya sih dibantu suami, tetapi suamiku mana mau membantuku mencuci piring?”



Jika Moms juga mengeluhkan kalimat yang sama, maka ikuti beberapa tips di bawah ini agar suami mau menyelesaikan pekerjaan rumah tangga.


1. Menentukan Prioritas

Terkadang, hal yang penting dan hakiki bagi Moms, belum tentu dianggap penting juga oleh suami. Setuju? Misalnya, makan tepat waktu bagi Anda adalah hal yang harus diprioritaskan. Namun bagi suami? “Ah, sudah biasa makan siang telat di kantor. Makan jam 15:00 juga nggak masalah.”

Duh, kalau beda prioritas begitu, pembagian pekerjaan jadi makin sulit. Maka penting untuk menentukan prioritas, sehingga Anda dan suami tahu mana pekerjaan rumah tangga yang harus diutamakan dan dikerjakan bersama.


2. Team Work!

Anggap saja Anda dan suami bekerja sebagai 1 tim yang sama di kantor. Anda bisa mulai pembagian pekerjaan di mana Anda dan suami saling mengisi. Misalnya, selama Anda memasak di dapur, suami menjaga Si Kecil, kemudian Anda sekeluarga makan bersama. Setelah itu, suami mencuci piring, dan Anda yang menjaga Si Kecil. Begitu seterusnya, hingga pekerjaan rumah selesai tanpa menelantarkan anak bersama gadget seharian.


3. Buat Daftar Tanggung Jawab

Agar tidak ada adegan saling menyalahi, maka jangan ragu untuk membuat lembar tugas berisi daftar tanggung jawab, cetak, dan tempel di kulkas. Suami pasti lebih bersedia membantu jika tugas yang harus ia selesaikan sudah jelas terpampang, Moms.




4. Antisipasi Rasa Jenuh

Beberapa hari pertama bekerja sama mengurus rumah mungkin berjalan lancar, namun di hari keempat atau lebih, Anda dan suami mungkin sudah mulai jenuh berdiam diri di rumah dan terus berkutat dengan pekerjaan rumah tangga yang tak ada habisnya. Maka Anda perlu mengantisipasi rasa jenuh, dan berganti fokus pada kegiatan seru bersama anak. 


5. Day Off!

Setelah sukses bertahan berhari-hari tanpa ART, maka Anda dan suami layak memberi reward pada diri sendiri dengan melakukan day off! Di hari ‘cuti’ tersebut, Anda bisa pergi seharian tanpa memikirkan sapu-pel-cuci yang telah menjadi sahabat Anda selama beberapa hari ini.

Dengan jadwal day off ini, suami tidak akan merasa sedang melaksanakan 'kerja paksa' yang bisa membuatnya ogah untuk membantu Anda lagi. Sesekali lantai rumah Anda tidak berkilau, tidak masalah kan, Moms?


6. Suasana Kerja yang Menyenangkan

Tak hanya di kantor, kerja sama di rumah juga harus menyenangkan. Anda harus gunakan cara yang 'manis' saat meminta tolong suami Anda untuk membantu pekerjaan rumah tangga. Tidak perlu ada adegan marah-marah deh, Moms. (Tiffany Warrantyasri/SW/Dok. Freepik)



Tags: lebaran,   idul fitri,   keluarga,   pekerjaan rumah,   suami,   pasangan,   istri,   art,   asisten rumah tangga