Mother&Baby Indonesia
Mengenal Tetanus, Penyakit yang Bisa Sebabkan Kematian

Mengenal Tetanus, Penyakit yang Bisa Sebabkan Kematian

Moms, selalu temani dan awasi anak selama ia bermain ya, terutama saat Si Kecil bermain di luar ruangan. Salah satu ancaman yang membahayakan dan bisa menimpa anak adalah terkena tetanus. Penyakit ini bahkan bisa menyebabkan kematian.

Tetanus biasanya terjadi setelah tubuh terluka atau terkena luka tusuk yang dalam, seperti tertusuk paku, pecahan kaca, kaleng, atau luka yang menjadi kotor, karena terjatuh di tempat yang kotor dan terluka atau kecelakaan dan timbul luka yang tertutup debu atau kotoran.

Tetanus atau biasa dikenal dengan lockjaw, jadi salah satu penyakit berbahaya yang memengaruhi sistem saraf tubuh. Penyakit ini menyebabkan kejang otot yang amat menyakitkan, terutama pada bagian rahang dan leher. Salah satu jenis tetanus, yaitu maternal dan neonatal tetanus (MNT) banyak menewaskan para bayi yang baru lahir, khususnya di negara-negara berkembang.




Penyebab Tetanus

Bakteri Clostridium tetani adalah penyebab penyakit tetanus yang memproduksi racun dan menyerang sistem saraf si penderita. Bakteri tersebut banyak ditemukan di tanah, saluran pencernaan, serta feses hewan dan manusia.

Bakteri ini dapat dengan mudah masuk dan berkembang biak melalui luka yang terkontaminasi tanah atau feses, maupun pada luka yang disebabkan oleh tusukan paku, pecahan batu yang tajam, sengatan serangga, luka bakar, serta luka yang dibiarkan terbuka dan lama tidak diobati.

Tetanus juga bisa mengancam ibu dan anak yang baru lahir, yang diakibatkan oleh luka pada rahim yang terinfeksi saat melahirkan atau melalui tali pusat yang terinfeksi.

Penyakit ini umumnya dialami oleh anak yang belum pernah mendapatkan imunasi tetanus (DPT). Dan pada umumnya terdapat pada anak dari keluarga yang belum mengerti pentingnya imunasi dan menjaga kesehatan dan kebersihan diri dan lingkungan.




Gejala Tetanus

Gejala penyakit dapat muncul beberapa hari hingga hitungan minggu setelah terinfeksi bakteri. Rata-rata gejala muncul setelah bakteri berada pada tubuh selama 7-8 hari. Gejala-gejalanya yaitu kejang dan kaku pada otot rahang, kaku pada otot leher dan otot perut, sulit menelan, demam, terus berkeringat, tekanan darah meningkat, serta jantung berdetak cepat.


Faktor risiko

Tetanus adalah penyakit serius yang sering berujung pada kematian. Untuk menghindari tetanus, berikan anak vaksin DPT dan pada orang dewasa sebaiknya lakukan vaksinasi ulang secara berjangka.

Untuk luka pada tubuh, terutama luka yang dalam dan sudah terkontaminasi feses, tanah, atau air liur, segera bersihkan dan diobati dengan seksama. Selain itu, penting bagi calon ibu untuk bersalin di tempat yang bersih dan higienis. Perawatan tali pusat pada bayi pun perlu diperhatikan agar bayi tidak berisiko terkena infeksi tetanus.


Penanganan Tetanus

Bila Si Kecil mengalami luka yang cukup dalam dan terlihat tanda-tanda infeksi tetanus, Anda harus segera membawanya ke dokter. Si Kecil yang terkena infeksi tetanus perlu diberikan perawatan secara intensif. Hal ini karena racun yang diakibatkan oleh tetanus bisa tersebar dan menyebabkan kematian. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: kesehatan,   anak,   balita,   bayi,   tetanus,   clostridium tetani,   penyakit