Mother&Baby Indonesia
15 Cara untuk Mencegah Speech Delay pada Anak

15 Cara untuk Mencegah Speech Delay pada Anak

Kasus keterlambatan bicara pada anak atau juga sering disebut speech delay semakin sering terjadi. Menurut data Ikatan Dokter Anak Indonesia, diperkirakan 5-8 persen anak usia prasekolah mengalami speech delay. Agar itu tidak terjadi pada anak Anda, maka ikuti beberapa cara untuk mencegah speech delay pada anak, yuk.

Menurut dr. Dwi Putro Widodo, SpA(K), M.Med, dari RSPI Pondok Indah, Anda perlu memerhatikan syarat-syarat apa saja yang dibutuhkannya. Pertama, indra pendengarannya harus berfungsi baik, guna mengetahui perbendaharaan kata yang dibutuhkan. Ada anak yang hanya mendengar di separuh frekuensi suara, sehinga ia hanya bisa mengucapkan penggalan kata, misalnya “kan” untuk makan, atau “num” atau minum. 

Kedua, otaknya cukup baik untuk menyimpan perbendaharaan kata yang telah ia dengar. Ketiga, otot-otot dan saraf pada organ mulutnya dapat melafalkan kata-kata. Jika semua syarat tadi tidak bermasalah, maka besar kemungkinan telat bicaranya hanya karena ia belum bisa mengoordinasikan kata-kata.




Stimulasi yang Tepat

Anda bisa melakukan stimulasi seperti berbicara lambat-lambat sambil menatap matanya, menggunakan bahasa tubuh Anda untuk mengartikan kata. Menurut laman Kids Health, ini beberapa stimulasi sesuai usia anak yang bisa Anda coba untuk mencegah speech delay:


0-12 Bulan

• Ajak ngobrol. Ini juga efektif untuk meningkatkan perbendaharaan kata Si Kecil lho, Moms.

• Membuat suara. Ikuti suara yang dihasilkan bayi Anda, walau mungkin hanya suara “Ma.” Tunjukkan kalau Anda menyimak ucapannya.

• Merespons. Entah Si Kecil sekadar bersuara, tertawa, atau membuat ekspresi wajah lucu, Anda bisa merespons dan menirukannya.

• Membacakan buku. Pilih softbook yang kaya akan warna dan tekstur, sehingga pasti disukai Si Kecil. Anda tidak perlu membacakan semua kata di buku tersebut, yang penting deskripsikan gambar yang dilihat Si Kecil.

• Belajar mengenal warna dan bentuk dengan mainan-mainan yang aman untuk anak seusianya.


1-2 Tahun

• Ajak anak menghitung semua yang ia lihat. Bisa berapa banyak buku yang ada di rak, berapa krayon di dalam kotak, atau ada berapa ikan di kolam. Sederhana, tetapi menstimulasi anak untuk aktif berbicara.



• Bermain ciluk ba. Sejak masih bayi, permainan yang satu ini tidak pernah gagal membuat Si Kecil kaget dan tertawa.

• Suara binatang. Ajak anak mengenal suara aneka binatang dan ajak ia menirukannya.

• Anak harus bisa mengikuti perintah sederhana, seperti “Tolong ambilkan mainan itu.” Maka jangan lupa sematkan latihan ini di sela waktu bermain Anda dan Si Kecil.

• Stimulasi anak berbicara 2 kata. Seperti, “mau makan” atau “minum susu.” Di usia ini anak sudah harus bisa mengucapkan kalimat berisi 2 kata, walau pengucapannya belum begitu jelas.


2-3 Tahun

• Bicara dengan jelas pada anak, karena ia akan mengikutinya.

• Beri pertanyaan pilihan pada anak. “Kamu mau jus jambu atau jus alpukat?”

• Bantu anak mengenal bagian tubuh dan apa yang bisa ia lakukan dengan bagian tubuh tersebut. Ini menstimulasi anak merangkai kata, sehingga mencegah speech delay.

• Bermain seru dengan melempar pertanyaan berjawaban ya atau tidak, lakukan bergantian. Tanyakan, “Bisakah kucing terbang?” atau pertanyaan semacamnya.

• Minta anak menyanyi lagu sederhana, karena ini membantunya menguasai ritme dalam berbicara. (Tiffany Warrantyasri/SW/Dok. Freepik)



Tags: speech delay,   bicara,   anak,   tumbuh kembang,   telat bicara