Home - Balita - Tumbuh Kembang Balita / 18 Juni 2019 / Redaksi

Hal-Hal yang Perlu Diwaspadai saat Berlibur

Yeay, libur sekolah telah tiba! Moms, sudahkah Anda menyusun rencana tamasya dengan Si Kecil? Ke pantai, gunung, museum, atau menghabiskan seharian di taman bermain? Tentunya banyak cara mengasyikkan untuk menghabiskan masa liburan sekolah bersama anak-anak.

Namun kewaspadaan tetap perlu dijaga ya, Moms. Banyak 'bahaya' yang mengintai Anda dan Si Kecil di tempat pariwisata. Tidak bermaksud menakut-nakuti Moms dan Dads, namun Anda dan suami perlu untuk selalu waspada meskipun sedang berlibur.




Pantai

Bermain air dan berlari di atas hamparan pasir. Ya, berlibur ke pantai memang sangat mengasyikkan. Pantai merupakan salah satu tujuan wisata favorit keluarga.

Di sisi lain, cukup banyak bahaya yang mengintai saat Anda bermain di pantai. Salah satu yang harus diperhatikan adalah ombak dan arus air. Moms dan Dads sebaiknya selalu berada di dekat Si Kecil sehingga bisa cepat bereaksi saat ada ombak besar datang.

Memang tidak semua pantai memiliki gelombang besar. Akan tetapi bukan berarti risiko hanyut berkurang menjadi nol persen. Masih ada arus air yang bisa dengan mudah 'membawa' Si Kecil ke tengah laut tanpa Anda sadari. Jika anak Anda masih balita, sebaiknya hanya bermain di bibir pantai saja atau digendong apabila ingin merasakan berendam di air laut.

Selain ombak dan arus, bahaya lain yang mengintai saat bermain di pantai adalah kontaminasi bakteri seperti E. coli dan mikroorganisme lainnya. Bakteri yang ada di dalam air bisa menyebabkan gejala seperti sakit perut, diare, muntah, dan demam. Dalam beberapa kasus, bakteri juga bisa menyebabkan infeksi terhadap luka.

Perlu diketahui, beberapa pantai di Indonesia kerap didatangi ubur-ubur selama periode tertentu. Sengatan ubur-ubur bisa sangat berbahaya bagi manusia. Sebaiknya, jenis pantai seperti ini dihindari.


Sungai atau Kolam Renang

Bermain di sungai sekilas memang terkesan tak berisiko, apalagi jika arusnya tenang dan terlihat dangkal. Akan tetapi tetap ada beberapa bahaya yang harus diwaspadai, salah satunya adalah arus undercut. Dari permukaan memang terlihat tenang, tapi arus ini membentuk pusaran di dalam air dan bisa menarik seseorang hingga tenggelam.

Jika aliran sungai cenderung tenang dan dalam, alga hingga cyanobacteria yang mungkin hidup di dalam air juga bisa mengancam kesehatan. Apabila tak sengaja tertelan, tanaman ini bisa menimbulkan gejala seperti keracunan dan muntah-muntah. Hati-hati juga dengan keberadaan hewan macam lintah yang bersifat parasit.

Oh ya, berenang di kolam renang tanpa arus juga perlu waspada. Jangan tinggalkan anak Anda berenang tanpa pengawasan. Sudah cukup sering terjadi kasus anak tenggelam di kolam renang saat lepas dari pengawasan orang tua.




Air Terjun

Sama seperti sungai, arus undercut juga bisa muncul dan menenggelamkan seseorang di sekitar air terjun. Cuaca buruk atau hujan deras di hulu sungai bisa tiba-tiba meningkatkan volume air dan membentuk arus kuat dalam hitungan detik. Jika ingin mengajak keluarga ke tempat wisata air terjun, Moms sebaiknya memastikan saat itu cuaca sedang cerah atau bukan pada musim penghujan.


Pegunungan

Hawa sejuk dan udara yang segar adalah daya tarik utama wisata pegunungan. Namun Moms selalu waspada jika bepergian ke daerah pegunungan rawan longsor pada musim penghujan.

Jangan lupa membawa baju hangat dan minyak. Tidak semua anak kuat terhadap hawa dingin. Risiko terkena asma atau hipothermia bisa mengancam Si Kecil yang memang tidak terbiasa berada di wilayah dengan suhu rendah.


Taman Hiburan

Bermain ke taman hiburan juga termasuk salah satu cara favorit untuk mengisi liburan anak-anak. Di tempat ini, Si Kecil bisa mencoba berbagai jenis wahana dari menyenangkan hingga yang memacu adrenalin.

Satu hal yang harus diperhatikan, Moms wajib memilih wahana yang sesuai dengan usia dan tinggi badan anak. Jika Si Kecil tidak memenuhi persyaratan, jangan paksa dirinya untuk menaiki permainan tersebut. Ingat ya Moms, peraturan usia dan tinggi badan dibuat demi keselamatan pengguna wahana.

Jangan lupa untuk mengenakan pengaman sesuai peraturan. Sejumlah kecelakaan berat seperti cedera leher, kepala, atau tulang belakang akibat benturan, kerap terjadi di taman hiburan.

Last but not least, jangan Moms paksakan jika Si Kecil takut untuk menaiki wahana tertentu. Rasa takut yang berlebihan bisa memengaruhi jantung. Pastikan juga anggota keluarga tidak mengidap penyakit tertentu yang bisa terpicu saat berada di ketinggian, menghadapi kecepatan tinggi, atau benturan keras.

Berlibur akan lebih menyenangkan jika dipersiapkan dengan baik. Selain keperluan pribadi sesuai dengan tempat yang dituju, Moms jangan lupa untuk memasukkan obat-obatan dan peralatan P3K dalam tas Anda. Selamat berlibur! (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)

 

 


OTHER ARTICLES

Optimalkan Perkembangan Anak dengan Mainan Musik

Apakah Tendangan dan Gerakan Janin Pertanda Ia Sehat?

Efek Pola Asuh Moms terhadap Jagoan Ciliknya

6 Ketakutan yang Ibu Rasakan Menjelang Persalinan

Bayi Pertama di Amerika Lahir dari Transplantasi Rahim