Mother&Baby Indonesia
10 Cara untuk Mencetak Anak yang Baik Hati

10 Cara untuk Mencetak Anak yang Baik Hati

Moms, anak yang baik hati tidak tercipta dengan sendirinya. Ia terbentuk karena kesadaran Anda untuk mengajarinya berbuat baik. Sangat penting untuk mendidik Si Kecil mengenai kebaikan sejak usia dini agar saat besar nanti ia dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini beberapa tips yang perlu Anda lakukan untuk ‘mencetak’ anak yang baik hati.


1. Jadi Role Model

Untuk menanamkan kebiasaan baik kepada balita, diperlukan role model dari orang tuanya sendiri. Moms harus menjadi teladan yang baik bagi Si Kecil. Beri contoh Si Kecil saat Anda meminta bantuan ART, misalnya, dengan perkataan “Tolong” dan dengan nada yang ramah. Jika Anda selalu memperlakukan orang dengan baik, Si Kecil pasti akan mencontoh Anda memperlakukan mereka dengan cara yang sama.




2. Ajarkan Nilai Agama

Pengajaran tentang nilai-nilai agama berperan penting untuk mendidik anak menjadi baik dan menerapkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Ajari anak, bahwa Tuhan sangat suka kepada anak yang berbuat baik, tidak hanya kepada sesama, tetapi juga kepada makhluk hidup lainnya, seperti hewan dan tanaman. Jika Si Kecil selalu menolong teman, tidak menyakiti binatang, atau rajin menyiram tanaman, maka Tuhan akan sayang kepadanya.


3. Menyapa Orang dengan Ramah

Ajari anak untuk menyapa orang di lingkungan rumah dengan ramah. Saat Anda keluar rumah dengan mengajak Si Kecil, contohkan ia bagaimana menyapa satpam kompleks rumah Anda atau petugas yang biasa mengangkut sampah dari rumah Anda dengan ucapan “Selamat Pagi”. Bisa juga mencontohkan anak dengan ucapan “Terima Kasih” kepada tukang pos yang mengantarkan paket ke rumah. Si Kecil biasanya akan meniru kebiasaan Anda ini. Selain mengajarkan kebaikan kepada anak, sapaan dari Anda kepada satpam, petugas sampah, dan tukang pos juga akan membuat mereka senang.


4. Membacakan Cerita tentang Kebaikan

Balita selalu senang dengan cerita. Nah, Salah satu cara efektif agar anak bisa belajar untuk menjadi baik adalah melalui buku cerita. Bacakan ia dongeng-dongeng yang mengisahkan tentang kebaikan tokohnya. Ceritakan kepadanya bahwa Cinderella akhirnya bisa menjadi putri dan tinggal dengan bahagia di istana karena ia selalu baik dan menolong sesama. Tanyakan kepadanya, “Tentunya kamu mau kan, seperti Cinderella? Karena itu kamu harus jadi anak yang baik supaya bisa seperti Cinderella.”


5. Jelaskan Alasan Anda Berbuat Baik

Penting untuk menjelaskan kepada anak -dengan bahasa yang mudah ia pahami pastinya-, alasan Anda berbuat baik kepada orang lain. Si Kecil mungkin belum mengerti kenapa Anda memberikan uang kepada pengemis tua di pinggir jalan. Bilang kepadanya bahwa bapak pengemis tua itu mungkin belum makan seharian ini karena tidak mempunyai uang untuk membeli makanan. Dengan memberinya uang, ia akan bisa membeli makanan.




6. Beri Pujian

Memuji Si Kecil ketika ia melakukan sesuatu yang baik perlu Anda terapkan. Contohnya, saat ia menolong temannya saat bermain, Anda bisa acungkan jempol dan berikan komentar seperti “Anak pintar” atau “Kamu hebat sekali”. Dengan memberikan pujian, anak akan merasa bangga dan tahu bahwa yang ia lakukan itu adalah benar. Pujian juga bisa menjadi reward yang akan membuatnya melakukan hal-hal baik untuk selanjutnya.


7. Beri Anak Kesempatan Berbuat Baik

Pepatah mengatakan bisa karena biasa. Karena itu, beri Si Kecil kesempatan untuk bisa berbuat baik. Saat anak berkata ingin membantu Anda memasak, sebaiknya jangan larang ia dengan mengatakan Anda khawatir ia nanti terkena pisau tajam. Beri ia kesempatan untuk membantu Anda. Anda bisa memintanya mencuci sayuran. Meskipun mungkin ia tidak melakukannya dengan benar, setidaknya ia sudah berusaha untuk berbuat baik dengan membantu Anda.


8. Beritahu dengan Suara Lembut dan Senyuman

Akan lebih mudah dan efisien untuk menanamkan kebaikan pada Si Kecil jika Anda mengajarinya dengan kasih sayang, suara lembut, dan senyuman. Jika ia mengamuk dan membentak ART, Anda tidak perlu menggunakan suara tinggi untuk mengingatkannya. Beri ia penjelasan dengan tenang dan sabar bahwa yang ia lakukan tersebut tidak baik. Balita akan lebih mendengarkan jika Anda tidak menggunakan emosi. Jika telanjur menggunakan suara tinggi, segera kembalikan ke suara normal. Anda harus bisa mengontrol emosi sehingga anak pun akan belajar mengelola emosinya dengan baik.


9. Disiplin dan Konsisten

Menanamkan kebiasaan baik memerlukan kedisiplinan dan konsistensi. Buat aturan yang juga harus dipatuhi oleh seluruh anggota keluarga, seperti saat makan malam semua anggota keluarga harus makan di meja makan. Aturan ini juga berlaku buat Anda, bukan hanya anak. Jika Si Kecil melanggar peraturan, Anda mungkin bisa mempertimbangkan hukuman ringan untuknya, namun upayakan untuk tetap menjaga emosi Anda. Beri anak penjelasan mengenai kesalahan yang ia buat. Setelah hukuman selesai, biarkan anak beraktivitas kembali seperti biasa.


10. Punya Banyak Teman

Ajarkan Si Kecil bahwa salah satu keuntungan dari berbuat baik adalah jika ia berbuat baik kepada teman, maka ia akan semakin disayang oleh temannya dan akan memiliki banyak teman. Sebaliknya, jika Si Kecil berbuat nakal terhadap temannya, maka teman-temannya tentu tidak akan mau berkawan dengannya sehingga ia akan kehilangan teman dan mungkin saja tidak akan memiliki teman lagi. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   balita,   anak baik hati,   balita baik hati