Mother&Baby Indonesia
Waspada, Diabetes juga Mengintai Si Kecil

Waspada, Diabetes juga Mengintai Si Kecil

Si Kecil gemar mengonsumsi makanan manis atau makanan siap saji? Jangan dibiarkan ya, Moms. Kebiasaan mengonsumsi makanan jenis ini bisa menjadi pemicu diabetes pada anak, lho.

Dulu, diabetes mellitus tipe 2 lebih banyak menyerang orang dewasa sehingga disebut adult onset. Akan tetapi kini, penyakit tersebut juga mengincar anak-anak.

Gula atau glukosa dari makanan sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh. Di dalam darah, gula menjadi sumber bahan bakar utama yang diangkut oleh hormon insulin menuju otot, lemak, dan sel-sel hati. Jika gula tak terangkut, akan terjadi peningkatan kadar gula dalam darah (hiperglikemia) atau yang dikenal dengan penyakit diabetes mellitus (DM). Kondisi ini menyebabkan gangguan metabolisme tubuh sehingga bisa menimbulkan komplikasi pada organ tubuh seperti mata, ginjal, dan pembuluh darah.



Diabetes mellitus dibagi ke dalam dua tipe, yaitu tipe 1 dan tipe 2. Tipe 1 ditimbulkan oleh penyakit autoimun yang menyebabkan kerusakan pankreas yang notabene adalah produsen insulin. Akibatnya, produksi insulin berkurang. Oleh karena itu, pasien membutuhkan suntikan insulin. DM tipe ini lebih banyak diderita oleh orang berusia 20 tahun ke bawah, sehingga disebut juvenile onset.

Sementara itu, tipe 2 disebabkan oleh resistensi tubuh terhadap insulin. Produksi insulin sebenarnya normal, tapi tidak dapat bekerja dengan baik dalam mengontrol gula darah. Untuk mengobati DM tipe 2, biasanya cukup dengan obat-obatan oral dan menjalani pola hidup sehat. Kondisi semacam ini banyak ditemui pada orang dewasa, sehingga dulu sering disebut adult onset.


DM pada Anak-Anak

Sekarang, DM tidak lagi dibedakan berdasarkan usia, juvenile onset atau adult onset. Menurut dr. Tri Juli Edi Tarigan, Sp.PD dari Divisi Metabolik Endokrinologi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/RSCM., DM tipe 2 pun mulai banyak ditemui pada anak-anak.

“Diabetes tipe 2 ini sedang naik daun karena sekarang juga menimpa anak-anak, terutama yang bertubuh sangat gemuk atau yang memiliki bakat dari orang tuanya,” kata dr. Tri.

Menurutnya, alasan utama mengapa penyakit ini mulai menyerang anak-anak, adalah gaya hidup yang tidak sehat. “Sekarang banyak anak yang mengalami obesitas. Hal inilah yang mengakselerasi penambahan jumlah penderita DM tipe 2 pada anak-anak,” jelas dr. Tri.

Dulu, kasus obesitas banyak ditemui pada anak-anak yang memiliki bakat dari kedua orang tuanya. Namun saat ini, kasus obesitas lebih banyak disebabkan gaya hidup yang tidak sehat, seperti mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula, makanan cepat saji, dan malas berolahraga.

Menurut dr. Tri, gejala DM tipe 2 pada anak-anak sama saja seperti pada orang dewasa. Pada tahap awal, gejalanya adalah sering merasa haus (polidipsi), dan sering lemas sehingga otak meresponsnya sebagai kurang makan (polifagi).

Penyakit ini mesti diwaspadai karena kasusnya terus meningkat pada anak-anak. Dari data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang dirilis pada 2018, kasus DM pada anak mengalami kenaikan 700 persen selama sepuluh tahun terakhir. Menurut organisasi kesehatan dunia (WHO), Indonesia sempat menempati urutan keempat penyandang DM terbanyak di dunia setelah Amerika Serikat, Cina, dan India.




Komplikasi

Dalam jangka waktu tertentu, DM bisa menimbulkan komplikasi kronis, seperti:

1. Lipid (gangguan pada lemak tubuh)

Gula dapat berubah menjadi trigliserida, fraksi lemak yang berfungsi sebagai cadangan energi. Kadar trigliserida yang tinggi pada penderita DM, berisiko menyebabkan penyempitan pembuluh darah, mengarah ke penyakit jantung dan stroke.

2. Penyakit kardiovaskular

Gangguan ini dapat menyebabkan kerusakan mata, ginjal, dan saraf. Penyakit ini sebenarnya bisa diderita siapa saja, tapi penderita DM punya risiko paling besar.


Ayo Cegah

Pada anak penderita DM, komplikasi itu bisa datang lebih awal. Namun Moms juga perlu tahu, komplikasi semacam ini sesungguhnya bisa dicegah. Berbeda dengan tipe 1, DM tipe 2 bisa dicegah bahkan sejak masa kehamilan. Beberapa cara untuk mencegah Si Kecil terkena DM adalah sebagai berikut.

1. Kontrol makan saat hamil. Mencegah diabetes pada anak bisa Anda upayakan sejak masa kehamilan, yaitu dengan cara mengontrol asupan makanan. Pilih jenis makanan sehat seperti sayuran serta buah, dan jangan berlebihan mengonsumsi karbohidrat serta lemak. Dengan pilihan makanan yang sehat, Anda akan mengurangi risiko melahirkan anak dengan DM dan Anda sendiri juga terhindar dari diabetes kehamilan (diabetes gestasional).

2. Hindari susu formula. Dokter Tri mengatakan, pemberian susu sapi atau susu formula sejak bayi juga meningkatkan risiko diabetes. 

3. Gaya hidup sehat. Gaya hidup yang tidak sehat, seperti gemar mengonsumsi makanan siap saji atau berkadar gula tinggi, malas berolahraga, menjadi penyebab utama penyakit ini. Oleh sebab itu, ajak Si Kecil untuk menjalani pola hidup sehat. Jangan biarkan ia hanya duduk berdiam diri sambil bermain gadget. Mengajak anak untuk melakukan aktivitas di luar ruangan, seperti berolahraga, sangat disarankan. (M&B/Wieta Rachmatia/SW/Dok.Freepik)



Tags: diabetes mellitus,   gaya hidup,   makanan siap saji,   kadar gula,   makanan manis,   gula darah,   insulin








Related Article