Mother&Baby Indonesia
Perhatikan Ini saat Anak Konsumsi Makanan Manis Lebaran

Perhatikan Ini saat Anak Konsumsi Makanan Manis Lebaran

Permen, kue-kue, dan cokelat. Wah bagaimana Si Kecil tidak senang? Saat Lebaran, semua camilan favoritnya tersaji di meja.

Tanpa Anda sadari, tangan mungil Si Kecil sudah berulang kali merogoh toples untuk mengambil kue kering atau permen. Jangan dibiarkan ya Moms, karena terlalu banyak mengonsumsi makanan manis juga tidak baik bagi kesehatan anak Anda.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kebutuhan gula harian untuk anak tidak boleh melebihi 10 persen dari total energi yang dikonsumsi. Hal ini untuk menghindari kelebihan energi dalam tubuh anak.



Untuk anak usia 1-3 tahun, 10 persen nilainya sama dengan 4-5 sendok teh gula. Bagi anak usia 4-6 tahun, 10 persen sama nilainya dengan 5-8 sendok teh gula.

Berikut adalah efek yang muncul apabila Si Kecil terlalu banyak mengonsumsi makanan manis, Moms.


1. Gizi Tak Berimbang

Ketika masuk ke dalam tubuh, gula akan diubah menjadi energi dan membuat Si Kecil merasa kenyang lebih lama. Kondisi ini tentu akan menurunkan nafsu makan anak sehingga kebutuhan nutrisinya tidak terpenuhi. 


2. Kerusakan Gigi

Kandungan gula yang tinggi secara perlahan akan menyebabkan kerusakan pada lapisan gigi Si Kecil. Hal ini terjadi karena sisa makanan manis akan memicu bakteri sehingga menyebabkan asam yang bisa menyebabkan gigi berlubang.


3. Diabetes

Moms tentu tahu bahwa makanan manis merupakan salah satu pemicu utama penyakit gula darah. Jika anak memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan manis sejak kecil, bukan tak mungkin ia bakal terkena diabetes pada usia muda.


4. Obesitas

Asupan gula berlebih berarti kalori tubuh meningkat sehingga berisiko menyebabkan terjadinya penimbunan lemak dalam tubuh. Anak akan berisiko mengalami obesitas atau kelebihan berat badan.




5. Kanker Pankreas

Mengonsumsi makanan atau minuman manis dengan kandungan gula yang cukup tinggi juga bisa memicu kanker pankreas.


6. Sugar Rush

Sugar rush terjadi saat balita mengonsumsi makanan yang memiliki indeks glikemik tinggi, seperti donat, bolu, cupcakes, atau muffin. Makanan ini cepat diserap dan dicerna tubuh sehingga gula darah meningkat cepat lalu turun lagi. Kenaikan gula darah ini memompa energi balita dan berdampak buruk pada konsentrasinya.


7. Menurunkan Kemampuan Otak

Gula diketahui dapat mempercepat proses penuaan sel, termasuk sel-sel otak. Dengan mengonsumsi banyak gula, sel otak cenderung akan mengalami penurunan fungsi lebih cepat. Alhasil, anak akan malas belajar dan kesulitan menangkap pelajaran.


Tips Membatasi Konsumsi Makanan Manis Anak

Guna menghindari hal-hal semacam ini terjadi, Moms harus bisa membatasi konsumsi makanan manis Si Kecil selama perayaan lebaran. Berikut adalah tips agar Anda bisa mengurangi jumlah makanan manis bagi anak-anak.

• Kurangi sajian berupa kue kering, permen, atau cokelat. Sebagai gantinya, Moms bisa menyajikan buah-buahan segar atau es krim buah.

• Biasakan Si Kecil menyantap makanan utamanya terlebih dahulu sebelum mengonsumi camilan. Keinginan anak Anda untuk mengambil kue kering akan berkurang apabila Moms memintanya untuk sarapan terlebih dahulu.

• Hindari soda dan minuman dalam kemasan. Nilai gula serta kalori dalam minuman jenis ini cukup tinggi. Belum lagi, zat-zat tambahan lain seperti pengawet, yang tentunya tidak baik bagi tubuh Si Kecil.

• Beri contoh. Ya, anak biasanya mencontoh perilaku orang tua. Jadi selain mengajarkan, Anda juga harus memberi contoh dengan mengonsumsi makanan sehat di depan Si Kecil. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   balita,   lebaran,   idul fitri,   makanan lebaran,   makanan manis,   diabetes,   obesitas,   nafsu makan