Mother&Baby Indonesia
Berapa Biaya untuk Melakukan Program Bayi Tabung (IVF)?

Berapa Biaya untuk Melakukan Program Bayi Tabung (IVF)?

Setiap pasangan suami istri tentu mengharapkan kehadiran seorang anak dalam kehidupan pernikahan mereka. Namun, berbagai kondisi yang dialami oleh seorang wanita atau pria bisa menjadi penghambat untuk mengalami kehamilan. Beberapa faktor tersebut di antaranya karena terjadi gangguan rahim semacam PCOS (Polycystic Ovary Syndrome), atau karena stres yang diderita Moms dan Dads. Namun, hal tersebut bukan berarti Anda tidak bisa hamil sama sekali lho, Moms.

Salah satu cara untuk bisa mewujudkan mimpi Anda memiliki anak adalah dengan melakukan program bayi tabung atau dikenal juga dengan IVF. Program ini dapat menggabungkan sperma dan sel telur di luar rahim, namun dikembalikan ke rahim agar bisa berkembang.

Penggabungannya dilakukan dengan teknologi kedokteran yang canggih dan akan berproses selama lima hari. Jika dalam lima hari sperma dan sel telur dapat menyatu, maka akan berubah menjadi embrio yang akan dikembalikan masuk ke dalam rahim. Jadi, Anda tetap dapat menjalani kehamilan seperti pada umumnya, meski dengan usaha yang lebih daripada pasangan lainnya.




Biaya yang Perlu Disiapkan

Melakukan program IVF identik dengan biaya yang cukup besar. Kisarannya bisa mencapai 45-50 juta untuk program selama satu periode atau sampai proses kehamilan terjadi. Namun, biaya tersebut sudah mencakupi cek laboratorium, embriology, dan pemeriksaan rutin dengan dokter ahli kandungan bayi tabung.

Memang terasa sangat mahal, namun Moms dan Dads tetap bisa menyiapkan biaya dari penghasilan Anda berdua. Menurut Ligwina Hananto, Financial Trainer, Founder dan CEO QM Financial, dari pada memangkas biaya untuk kebutuhan bulanan, lebih baik dana tersebut didapatkan dari biaya lifestyle sehari-hari.

“Jadi, dikurangi untuk makan di luar rumah, atau jalan-jalan dan menonton konser setiap bulan. Ini dilakukan supaya bisa ditabung atau dijadikan sebagai cicilan demi melakukan program bayi tabung tersebut,” jelas Ligwina.

Biaya yang sudah dipangkas tersebut bisa Anda simpan di tabungan perbankan biasa atau deposito. Anda juga bisa menyisihkan 10 sampai 30 persen pendapatan untuk dimasukkan dalam tabungan tersebut. Hal ini akan memudahkan untuk pengambilan uang lebih cepat, karena program IVF yang dijalankan juga dilaksanakan sesegera mungkin.

Saat Anda dan pasangan sudah memutuskan untuk melakukan program IVF, maka dibutuhkan komitmen yang besar. Artinya, Anda berdua sudah berdiskusi dan sepakat untuk menyisihkan pengeluaran demi kehadiran Si Kecil dalam keluarga. Dukungan keluarga besar juga sangat berarti, sehingga sampaikan niat Anda berdua untuk melakukan program bayi tabung.


Tingkat Keberhasilan

Melakukan program bayi tabung memang tidak menjamin keberhasilan Anda untuk bisa hamil 100 persen. Tetap ada kemungkinan untuk gagal, dengan beberapa alasan seperti usia sang calon ibu di atas 35 tahun. Namun, gaya hidup yang dijalani juga mampu memengaruhi kualitas sperma yang menjadi cikal bakal janin dalam rahim wanita.



Kegagalan yang terjadi saat menjalani program IVF di antaranya adalah:

• Risiko mengalami keguguran.

• Risiko hamil kembar, karena embrio yang ditanamkan lebih dari satu.

• Kelahiran prematur dengan bayi berbobot rendah.

• Kehamilan ektopik atau di luar rahim.

• Bayi lahir dengan cacat fisik.

• Stres akibat proses bayi tabung yang menguras tenaga, emosi, dan biaya.

Oleh karena itu, tes kesuburan juga akan dilakukan di awal untuk mengetahui kemungkinan dari kehamilan bisa terjadi. Dan apabila pasangan dinyatakan subur dan sehat, maka program IVF ini bisa membantu mewujudkan keinginan Anda berdua untuk memiliki buah hati. (Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: bayi,   kehamilan,   bayi tabung,   program bayi tabung,   ivf