Home - Kehamilan & Persalinan - Kehamilan / 25 Mei 2019 / Redaksi

Gangguan Pencernaan pada Ibu Hamil: Sembelit

Perubahan hormon menyebabkan sejumlah gangguan pencernaan pada ibu hamil. Memang, gangguan ini relatif tidak berbahaya bagi janin, namun dapat menimbulkan ketidaknyamanan. Salah satu gangguan yang terjadi pada masa kehamilan adalah sembelit.

Sembelit atau konstipasi banyak dialami oleh ibu hamil. Gangguan pencernaan ini berupa kesulitan buang air besar (BAB) dan bisa terjadi pada usia kehamilan berapa pun, namun lebih sering dialami di akhir kehamilan. Jika dibiarkan, sembelit dapat menimbulkan ketidaknyamanan, juga berisiko menimbulkan wasir. Yuk, kenali penyebab dan cara mengatasinya, Moms!




Penyebab Sembelit pada Ibu Hamil

Ada beberapa penyebab sembelit atau konstipasi saat hamil, yaitu:

• Sistem hormonal pada tubuh ibu berubah, salah satunya hormon progesteron yang meningkat, sehingga gerakan peristaltik usus menurun yang akhirnya menyebabkan sulitnya melakukan BAB. Tingginya kadar progesteron dalam darah juga mengakibatkan otot polos pada usus besar menjadi rileks. Hal ini menyebabkan kerja usus besar menjadi lambat dan sisa makanan tinggal lebih lama di dalamnya. Meskipun begitu, kondisi ini memberikan manfaat pula, yaitu proses penyerapan nutrisi makanan jadi lebih lama dan optimal.

• Rahim membesar sehingga terjadi penekanan pada usus. Sisa-sisa pencernaan pun tertumpuk di usus yang memicu terjadinya konstipasi.

• Kurang aktif atau kurang minum. Malas bergerak membuat aliran darah tidak lancar. Sedangkan minum sedikit membuat feses memadat atau keras, sehingga sulit dikeluarkan.

• Mungkin ibu mengalami hirschsprung atau kelainan katup usus. Kelainan ini terjadi sejak sebelum hamil namun baru ketahuan pada saat hamil, ketika faktor pemicu sembelit lain ikut muncul. Kelainan ini dapat membuat kotoran menjadi susah lewat. Untuk mengatasinya bisa dengan obat-obatan atau operasi.




Cara Mengatasi Sembelit pada Ibu Hamil

• Anda dianjurkan makan buah-buahan, asupan bergizi seimbang, cukup minum, dan tetap berolahraga secara teratur. Namun, jika masalah sembelit ini sudah sangat menganggu dan sulit diatasi, dokter biasanya memberikan obat pelunak tinja sehingga mudah dikeluarkan. Sebaiknya Anda tidak menggunakan obat pencahar, karena dapat mengganggu pertumbuhan janin.

• Jangan tunda jika Anda merasa ingin buang air besar. Sering menahan BAB dapat melemahkan otot yang mengendalikannya sehingga menyebabkan sembelit.

• Jangan makan terlalu banyak. Santaplah makanan dengan porsi kecil namun sering. Makan terlalu banyak dapat membebani pencernaan, sehingga Anda akan semakin sulit buang air besar.

• Periksa suplemen Anda. Tak jarang, beberapa jenis suplemen dan vitamin mengandung bahan yang menyebabkan sembelit. Karenanya, konsultasikan dengan dokter Anda untuk mencari suplemen pengganti.

• Konsumsi minuman yang mengandung bakteri baik. Probiotik dapat merangsang bakteri di dalam usus untuk menguraikan sisa-sisa makanan dengan lebih baik, sehingga pencernaan lebih lancar. Probiotik bisa didapat dari yoghurt. (M&B/SW/Dok. Freepik)

 

 


RELATED ARTICLE

Kenali Polyhidramnios, Penumpukan Air Ketuban

Air Ketuban bisa Berubah Warna, Apa Penyebabnya?

Benarkah Obstetric Cholestasis Jadi Penyebab Prematur?

OTHER ARTICLES

Manfaat Corat-Coret untuk Perkembangan Anak

Bayi Kena Heatstroke, Ini Gejala dan Cara Mengatasinya

Bolehkah Ibu Hamil Melakukan Waxing?

Kembali Bekerja Usai Melahirkan, Lakukan Ini, Moms

Apa Dampak Kekurangan Vitamin D saat Hamil?