Home - Kehamilan & Persalinan - Kehamilan / 22 Mei 2019 / Redaksi

Benarkah Obstetric Cholestasis Jadi Penyebab Prematur?

Moms, apakah saat hamil Anda mengalami rasa gatal di area telapak tangan? Jika ya, maka Anda perlu waspada dengan obstetric cholestasis atau kolestasis obstetri. Ini adalah kondisi gangguan aliran empedu di hati yang berkurang. Akibatnya, cairan ini akan menumpuk di dalam aliran darah dan tubuh Anda.

Berikut ini penjelasan yang perlu Anda ketahui tentang obstetric cholestasis, gejala yang dialami, penyebab, serta cara mengatasinya, Moms.




Gejala dan Penyebab

“Gejala pertama yang dialami akibat dari gangguan ini adalah munculnya gatal tanpa ruam kulit, terutama pada telapak tangan dan kaki ibu hamil. Dalam kasus tertentu, gejala lain yang timbul adalah bumil mengalami penyakit kuning, urine menjadi gelap dan feses berwarna pucat, tetapi hal ini jarang terjadi,” jelas Konsultan Ahli Obstetri dan Ginekologi, Shreelata Datta.

Walaupun gangguan ini akan bisa tetap bertahan hingga trimester ketiga kehamilan, kabar baiknya gejala gatal tersebut akan menghilang ketika bayi Anda lahir. Kondisi ini umumnya dialami oleh ibu hamil di wilayah Inggris, India, Asia, dan juga Pakistan.

Untuk penyebabnya belum diketahui secara pasti oleh medis, namun faktor genetik menjadi salah satu yang dipertimbangkan. Apabila Moms pernah mengalami obstetric cholestasis di kehamilan pertama, maka kemungkinan juga Anda akan bisa mengalaminya di kehamilan berikutnya.




Tidak Bisa Disepelekan

Rasa gatal yang Moms alami ini kemungkinan akan semakin intens, bahkan hingga membuat Anda tetap terjaga di malam hari. Untuk meringankannya, Anda bisa memberikan krim dengan kandungan emolien atau mengenakan pakaian yang lebih longgar dan ringan agar suhu tubuh Anda lebih sejuk.

Namun, kondisi ini tidak bisa disepelekan begitu saja. Apabila tidak ditangani lebih lanjut, maka obstetric cholestasis bisa meningkatkan risiko bayi lahir prematur. “Belum diketahui alasan tepatnya. Bahkan feses bayi dalam kandungan menjadi lebih banyak. Jika kondisi ini terjadi, Anda perlu diinduksi pada usia kandungan 37 minggu untuk keselamatan Anda dan janin,” tambah Shreelata.

Sebagai pengobatan lanjutan, Anda juga akan diberi asupan vitamin K melalui suplemen atau suntikan. Vitamin K sendiri sangat penting untuk pembekuan darah dan pasien yang memiliki masalah pada hati dan empedu. Jadi, tetap waspada ya, Moms! (MB/Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)

 

 


RELATED ARTICLE

Kenapa Area Puting Menghitam saat Hamil? Ini Jawabannya

Gejala OCD Rentan Dialami Ibu Hamil, Ini Penjelasannya

10 Rekomendasi Body Lotion Aman untuk Ibu Hamil

OTHER ARTICLES

Apakah Anda Terlalu Keras pada Anak? Ini Tanda-Tandanya

Waspada! Ini Bahaya Memakaikan Perhiasan pada Bayi

Ingin Mendonorkan Darah? Ini yang perlu Anda Perhatikan

Tren Fashion Terkini untuk Si Kecil

Bagaimana Meyakinkan Orang Tua dengan Pola Asuh Kini?