Home - Kehamilan & Persalinan - Kehamilan / 15 Mei 2019 / Redaksi

Waspada Cystitis saat Hamil! Ketahui 11 Gejalanya

Kehamilan yang berjalan lancar tanpa kendala, tentu menjadi harapan semua calon ibu ya, Moms. Namun sayangnya, ada saja masalah kesehatan yang mungkin menyerang para bumil. Salah satu masalah kesehatan yang wajib Anda waspadai saat hamil adalah cystitis. Mau tahu informasi lengkap mengenai penyakit yang satu ini? Yuk, ketahui beberapa fakta di bawah ini.


Apa Itu Cystitis?

Cystitis adalah infeksi kandung kemih yang membuat Anda terus-menerus buang air kecil dan terasa perih. Walaupun semua orang bisa mengalami cystitis, penyakit ini lebih banyak dialami oleh para wanita. Lebih dari setengah wanita di dunia pernah mengalaminya.



Seperti dilansir dari Web MD, belum diketahui pasti mengapa wanita lebih berisiko terkena infeksi ini dibandingkan pria. Para ahli hanya menduga, karena ukuran saluran kencing (uretra) pada wanita lebih pendek, menyebabkan mereka lebih mungkin terinfeksi.

Sekadar informasi, uretra adalah saluran yang membawa urine keluar dari kandung kemih. Pada wanita, saluran ini berukuran sekitar 1 inci, sehingga bakteri patogen lebih mudah menemukan jalan untuk masuk ke dalam kandung kemih. Selain itu, pembukaan uretra wanita terletak dekat dengan vagina dan anus, yang membuat bakteri ini lebih mudah memasuki saluran kemih.


Apa Penyebab Cystitis?

Kebanyakan cystitis disebabkan oleh Escherichia coli, jenis bakteri yang biasanya hidup di dalam usus kita. Seringkali, bakteri berhenti di kandung kemih Anda dan berkembang biak di sana. Sehingga menyebabkan peradangan dan memicu gejala-gejala akrab infeksi kandung kemih.

Cystitis juga lebih sering terjadi pada masa kehamilan. Seiring bertambah besarnya ukuran janin di perut Anda, tentu saja rahim Anda akan semakin menekan kandung kemih. Inilah yang menyebabkan bumil lebih sering pipis atau lebih sulit menahan rasa ingin buang air kecil selama hamil. Namun jika kandung kemih Anda sangat tertekan hingga infeksi, maka terjadilah cystitis.


Apa Saja Gejalanya?

Walau cystitis adalah infeksi pada area kandung kemih Anda, namun uniknya, masalah kesehatan ini bisa terjadi tanpa gejala. Itulah sebabnya urine ibu hamil perlu diperiksa setiap kali Anda memeriksakan diri ke dokter kandungan. Adapun beberapa gejala yang sering terjadi karena cystitis adalah:

1. Ibu hamil lebih sering buang air kecil.

2. Urine yang keluar hanya sedikit setiap kali berkemih.

3. Urine berbau menyengat.

4. Warna urine keruh.

5. Nyeri pada perut bagian bawah.

6. Ada semburat darah pada urine.

7. Selera makan berkurang.

8. Tubuh lemas.



9. Sering ngompol.

10. Demam (lebih dari 38 Celcius).

11. Tubuh terasa kurang sehat.


Cara Redakan Nyeri Akibat Cystitis

Ada beberapa cara yang efektif meredakan nyeri akibat cystitis, yaitu:

• Selalu kosongkan kandung kemih Anda begitu merasa ingin buang air.

• Kenakan celana dalam dari bahan katun.

• Hindari memakai celana ketat.

• Hindari menggunakan sabun berpewangi.

• Minumlah banyak air putih, setidak dua liter per hari.

• Minumlah teh camomile, lemon, atau jus beri, karena bisa ‘menguras’ infeksi.

• Hindari makanan asam dan halus (khususnya gula putih).

• Bila cystitis sudah akut, gunakan larutan teh camomile hangat untuk membasuh kelamin setelah Anda buang air kecil.


Apakah Cystitis Berbahaya?

Bila gejala berlangsung lebih dari 2 hari, mungkin dokter akan memberikan antibiotik yang aman untuk bumil. Bila Anda menderita sakit punggung bersamaan dengan gejala cystitis atau demam, muntah, atau terdapat darah pada urine Anda, segeralah berkonsultasi dengan dokter, karena Moms berisiko terkena infeksi ginjal. (M&B/Tiffany/SW/Dok. Freepik)

 

 


RELATED ARTICLE

Kista saat Hamil, Haruskah Operasi?

Ibu Hamil Rentan Alergi, Kok Bisa?

Moms, Waspada Risiko Pregobesitas saat Hamil!

OTHER ARTICLES

Mother&Baby Fair 2019 Hadir di Makassar Weekend Ini!

Mitos Seputar Kulit Bayi yang Anda Perlu Tahu

Bolehkah Ibu Hamil Mandi Malam? Ini Jawabannya, Moms

50+ Ide Nama Bayi Laki-Laki yang Bermakna Berani

Muslim Life Fest 2019