Home - Kehamilan & Persalinan - Kehamilan / 14 Mei 2019 / Redaksi

Mengatasi Kehamilan yang Datang Tiba-Tiba

Lebih dari 50 persen kehamilan terjadi tanpa direncanakan. Beberapa kehamilan ini ada yang diinginkan, namun tidak sedikit pula yang justru menjadi beban, misalnya kehamilan yang terjadi langsung setelah Anda menikah atau ketika Anda sudah tidak ingin menambah momongan lagi atau karena usia Anda sudah termasuk rawan untuk punya anak. Mungkin juga kehamilan datang ketika Anda baru saja mulai bekerja di kantor idaman atau mendapat tanggung jawab proyek baru. Jangan panik! Any pregnancy can be hell or heaven.

Begitu Anda melihat tanda positif pada alat tes kehamilan, mungkin Anda perlu waktu untuk menenangkan diri sebelum memberitahu pasangan. Di saat-saat seperti ini, pikiran Anda masih terisi segala kemungkinan yang terjadi bila bayi ini hadir dalam hidup Anda, bagaimana dengan kesehatan, pekerjaan, keuangan, anak-anak?




Keputusan yang Harus Diambil

Jika Anda sudah memiliki anak sebelumnya, mungkin Anda tidak perlu melakukan banyak penyesuaian. Anda paling tidak sudah mendapat gambaran apa saja yang akan Anda hadapi selama 9 bulan ke depan. Tapi bila Anda adalah calon ibu baru, Anda punya banyak PR yang harus dikerjakan.

Pertama, mantapkan keputusan Anda menjadi ibu dan juga pasangan Anda menjadi ayah. Menjadi orang tua memang tidak mudah, tapi jangan membayangkan hal-hal yang terlalu jauh dulu. Misalnya, Anda khawatir tidak akan bisa membiayai sekolahnya nanti. Jalani saja dulu fase kehamilan ini dari bulan ke bulan sambil membuat perencanaan yang realistis.

Kedua, buat daftar seluruh masalah dan kekhawatiran Anda, sortir menurut urgensi, lalu cari solusinya. Catatlah hal-hal yang ada di pikiran Anda agar Anda bisa berpikir lebih sistematis dan tidak menjadi ‘benang kusut’ di kepala Anda.

Dalam mencari solusi, Anda bisa berdiskusi dengan pasangan, orang tua, dokter, psikolog, dan sahabat Anda yang telah memiliki anak. Setelah Anda semakin yakin dengan keputusan Anda, segera ubah gaya hidup Anda. Ingatlah, ada janin di dalam kandungan Anda yang harus Anda rawat. Perbaiki pola makan, minum vitamin jika perlu, serta hindari makanan dan kegiatan yang membahayakan janin. Jangan lupa untuk mengunjungi dokter kandungan Anda secara rutin dan tumpahkan segala keingintahuan Anda tentang kehamilan ini.


Masalah dan Solusi yang Bisa Anda Terapkan

Berikut adalah beberapa masalah yang mungkin Anda alami dan solusi dari M&B yang bisa Anda terapkan:

1. Menjalani pekerjaan selama kehamilan dan menjelang persalinan



Solusi: Gunakan waktu bekerja seefisien mungkin sehingga Anda tidak perlu lembur. Menjelang cuti melahirkan, cari seseorang yang bersedia menggantikan posisi Anda untuk sementara. Setelah ada gantinya, baru Anda berbicara dengan atasan Anda mengenai hal tersebut.

2. Menjaga hubungan dengan pasangan

Solusi: Tetap sediakan waktu berduaan dengan pasangan seperti ketika masih pacaran. Perkuat komitmen Anda dan pasangan. Katakan bahwa Anda butuh dukungan emosional. Jangan lupa menyinggung kemungkinan perubahan mood Anda, agar ia siap dan lebih sabar.

3. Bagaimana menjadi ibu yang baik

Solusi: Mulailah membaca berbagai buku dan artikel kehamilan serta perawatan bayi.

4. Menangani masalah keuangan

Solusi: Mulailah susun perkiraan anggaran untuk masa kehamilan dan biaya bayi di tahun pertamanya. Anda bisa mulai menabung dan membiasakan diri untuk mengelola keuangan keluarga dengan baik. Bila perlu, Anda bisa bertanya pada pakar keuangan, misalnya untuk merencanakan anggaran pendidikan Si Kecil kelak.

Yang pasti, jalani kehamilan Anda dengan penuh semangat dan kebahagiaan! (M&B/SW/Dok. Freepik)

 

 


RELATED ARTICLE

Pantangan Makanan untuk Ibu Hamil, Mitos atau Fakta?

Ibu Hamil Rentan Alergi, Kok Bisa?

Moms, Waspada Risiko Pregobesitas saat Hamil!

OTHER ARTICLES

Trik Cerdas Memilih Aksesori Rambut untuk Anak

Cara Mudah dan Murah Belanja Produk Kesehatan

Kenali Polyhidramnios, Penumpukan Air Ketuban

5 Tips Melakukan Olahraga di Bulan Puasa

Trik Memilih Nama untuk Bayi Anda