Home - Kehamilan & Persalinan - Kehamilan / 13 Mei 2019 / Redaksi

Kista saat Hamil, Haruskah Operasi?

Bagi semua wanita hamil, kesehatan dirinya dan Si Kecil di dalam perut tentu menjadi prioritas. Saat hamil, Anda pasti berharap tidak ada kendala yang mengganggu kehamilan Anda sedikit pun. Namun, bagaimana jika Anda baru tahu kalau Anda memiliki kista di rahim saat hamil? Duh, Anda dan pasangan pasti patah hati jika mengalami masalah kesehatan yang satu ini.


Kista Ovarium

Munculnya kista di indung telur atau disebut juga dengan kista ovarium adalah masalah kesehatan yang cukup sering terjadi pada ibu hamil. Bukan, kehamilan bukan penyebab munculnya kista ovarium, Moms. Kista ini umumnya sudah ada sejak sebelum kehamilan, namun baru terdeteksi saat hamil (terima kasih USG dan dokter obgyn!).



Hal ini tentu membuat calon ibu khawatir. Apalagi, kista sangat identik dengan operasi pengangkatan kista. Wah, wajar saja kalau para ibu hamil panik begitu mendengar dirinya mengalami kista di indung telurnya.


Apa sih Kista Ovarium?

Sebelumnya, Anda perlu tahu definisi dari kista ovarium terlebih dahulu. Kista ovarium adalah jenis tumor yang umumnya bersifat jinak. Ini merupakan kantung berisi cairan dan zat padat, dan letaknya bisa melekat pada sisi kanan atau kiri rahim Anda.

Terdapat dua jenis kista yang kerap muncul di indung telur (ovarium) ibu hamil, yaitu kista ovarium fungsional dan kista ovarium patologis. Jenis fungsional, biasanya tidak berbahaya. Sedangkan jenis patologis bisa bersifat ganas, dan bisa mengancam nyawa jika telat terdeteksi atau tidak ditangani dengan tepat.


Perlukah Operasi?

Setelah dokter mendeteksi adanya kista ovarium pada rahim ibu hamil, maka dokter akan menimbang tindakan yang perlu dilakukan. Perlu Anda ketahui, tidak semua kista mengancam keselamatan ibu dan janin lho, Moms.

Kalau ditanya perlukah operasi, maka jawabannya: tergantung ukuran dan ganas tidaknya kista tersebut. Jika ukuran kista ovarium terbilang kecil dan termasuk jinak, maka kemungkinan dokter tidak akan melakukan tindak operasi.

Umumnya, dokter hanya akan meminta Anda untuk rutin kontrol dan tes ultrasound. Ini sangat penting untuk melihat keadaan janin dan kista yang hidup berdampingan di dalam perut Anda, dan memastikan apakah kista tersebut sudah mengecil atau justru hilang sama sekali.



Umumnya dokter juga tidak akan menyarankan untuk operasi pengangkatan kista, jika:

• Kista tidak menghalangi jalan keluar bayi,

• Kista tidak berbahaya bagi kandungan,

• Kista mengecil seiring membesarnya janin,

• Kista tidak membesar selama masa kehamilan,

• Usia kehamilan masih di bawah 5 bulan,

• Kista tidak berkembang menjadi tumor ganas,

• Kista tidak berkembang menjadi kanker ovarium. (Tiffany Warrantyasri/SW/Dok. Freepik)

 

 


RELATED ARTICLE

Tetap Fit saat Hamil dengan Menu Sahur Tepat

6 Makanan sebagai Asupan Penguat Kehamilan

Musik Klasik bagi Ibu Hamil. Apa Efeknya?

OTHER ARTICLES

Mother&Baby Fair 2019 Hadir di Makassar Weekend Ini!

Mitos Seputar Kulit Bayi yang Anda Perlu Tahu

Bolehkah Ibu Hamil Mandi Malam? Ini Jawabannya, Moms

50+ Ide Nama Bayi Laki-Laki yang Bermakna Berani

Muslim Life Fest 2019