Mother&Baby Indonesia
Memulihkan Bekas Luka Caesar

Memulihkan Bekas Luka Caesar

“Apakah luka bekas operasi bisa cepat pulih?” Pertanyaan itu kerap muncul dalam benak para Moms yang melahirkan Si Kecil melalui proses operasi caesar. Maklum, kehadiran bekas operasi ini kerap membuat para wanita tidak nyaman.

Namun Moms sesungguhnya tak perlu khawatir. Ada sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk membuat luka tersebut cepat pulih.

Perlu diketahui, persalinan melalui operasi caesar dilakukan dengan sayatan horizontal di dekat garis rambut kemaluan, sekitar 10-15 sentimeter. Posisi sayatan yang berada di perut bagian bawah membuat bekas luka tak terlihat.



Sebelum Moms keluar dari rumah sakit, dokter bisa melepaskan jahitan bila memang sudah waktunya. Jika tidak, dokter akan melakukan proses ini pada pemeriksaan berikutnya. Setelah itu, bekas sayatan akan ditutup dengan plester. Ada juga yang jahitannya melebur dengan sendirinya sehingga tidak perlu dilepas.

Ketika luka masih tergolong baru, sekitar dua minggu setelah operasi, dokter biasanya akan mengingatkan Anda untuk tidak mengangkat barang-barang yang lebih berat dari bayi Anda. Hindari membungkuk, memutar badan, atau membuat gerakan dengan tiba-tiba. Tujuannya agar tidak mengganggu proses pemulihan luka pasca operasi caesar. Minta rekomendasi dari dokter tentang gerakan apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan, termasuk olah raga setelah menjalani operasi caesar.

Meski dibatasi, bukan berarti Moms tidak boleh bergerak. Justru disarankan, Anda untuk tetap aktif agar aliran darah meningkat sehingga membantu memulihkan dan mengurangi kemungkinan terjadinya deep vein thrombosis (penggumpalan darah pada satu atau lebih pembuluh darah vena dalam). Caranya? Moms bisa mendorong bayi menggunakan stroller dan mengajak jalan-jalan di sekitar rumah.

Selama pemulihan, Anda juga bisa mandi menggunakan sabun lembut tanpa menggosok bagian luka bekas operasi caesar. Tidak masalah kalau plester atau luka bekas sayatan operasi basah terkena air pada saat mandi, asalkan Anda tidak berendam. 

“Setelah caesar, biasanya dokter akan menutup luka dengan perban yang anti-air, jadi Anda bisa mandi seperti biasa. Setelah perban dibuka pun, Anda bisa mandi,” jelas dr. Azen Salim, Sp. OG-KFM, konsultan fetomaternal dari RS Pondok Indah, Jakarta.

Awalnya, bekas luka operasi caesar mungkin akan terlihat kemerahan atau merah muda selama beberapa bulan. Akan tetapi pada akhirnya, bekas luka akan memudar, rata dan hanya menyisakan garis tipis. Pada sejumlah wanita, bekas luka bisa saja lebih tebal, tapi hal ini jarang terjadi.

Moms perlu waspada apabila melihat warna kulit kemerahan dan membengkak pada bekas luka dan sekitarnya, mengalami bengkak, keluar cairan dan tercium bau tak sedap dari bekas luka, timbul demam, atau luka jahitan terbuka. Tanda-tanda ini menunjukkan adanya infeksi sehingga Anda harus segera menghubungi dokter guna mendapat penanganan lebih lanjut.


Pakai Krim

Moms mungkin tertarik untuk menggunakan krim vitamin E atau krim lain yang dijual bebas seperti cocoa butter. Boleh saja, tapi jangan berharap terlalu tinggi. Menurut Rajiv B. Gala, MD., dari American College of Obstetricians and Gynecologist, “Belum ada penelitian ilmiah yang menunjukkan preparat krim bebas tersebut lebih baik ketimbang perawatan luka yang tepat.”

Pertimbangkan pula saat ingin menggunakan krim kosmetik tertentu, terlebih jika Moms sedang menyusui. “Memang ada krim seperti Retin-A yang bekerja dengan baik pada bekas luka maupun stretchmarks. Namun krim tersebut diberikan setelah melewati masa kehamilan dan menyusui,” imbuh Shawn Tassone, MD., dokter kebidanan dan kandungan di Austin, Texas. Konsultasikan dengan dokter tentang pilihan terbaik untuk mengatasi bekas luka tersebut.




Kembali Normal

Setelah enam pekan, biasanya bekas luka akan pulih. Artinya, Anda bisa melanjutkan aktivitas reguler seperti sebelum hamil dan melahirkan.

Pada periode ini, mungkin bekas luka akan berubah menjadi ungu kemerahan. Perubahan warna seperti ini adalah wajar dan akan bertahan hingga enam bulan sebelum akhirnya menjadi garis putih tak terlihat.

Perlu diingat Moms, asupan gizi yang baik ikut membantu proses pemulihan luka bekas operasi caesar. Perbanyak mengonsumsi makanan tinggi kalsium juga punya juga punya andil besar dalam proses ini.


Bedah dan Non-Bedah

Untuk beberapa kasus, luka bekas operasi caesar tidak menghilang secara sempurna. Meski tidak berbahaya, kondisi ini kerap membuat para ibu tidak percaya diri. Jika memang ingin menghilangkan bekas luka tersebut, Moms bisa melakukan beberapa cara berikut ini.

1. Terapi laser (non-bedah): Sejumlah teknik laser bisa menghilangkan diskolorasi, sedangkan teknik lainnya membantu melunakkan tekstur. Anda bisa memulai perawatan ini begitu jahitan dilepas. Namun tentu saja, Anda harus mendapat persetujuan dokter terlebih dahulu.

2. Suntikan steroid (non-bedah): Bekas luka yang berubah menjadi keloid dapat diatasi dengan suntikan steroid. Suntikan ini dapat mengurangi peradangan dan membantu mengempiskan luka.

3. Bedah perbaikan bekas luka: Dalam prosedur ini, ahli bedah akan menghilangkan kulit di sekitar bekas luka kemudian menjadi luka baru sehingga meninggalkan luka yang lebih tipis dan hampir tak terlihat. Perbaikan bekas luka ini akan membantu bila bekas caesar cukup lebar atau mengalami penebalan seperti keloid.

4. Tummy tuck: Kalau kulit Moms kendur di bagian perut, abdominoplast bisa dipertimbangkan. Dalam prosesnya, dokter bedah akan menghilangkan kelebihan lemak dan kulit, termasuk bekas luka operasi caesar. (M&B/Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: luka caesar,   operasi,   keloid