Mother&Baby Indonesia
20 Hal yang Perlu Diketahui tentang Seks saat Hamil

20 Hal yang Perlu Diketahui tentang Seks saat Hamil

Bisakah api asmara semakin berkobar saat Anda hamil dan setelah melahirkan? Tentu bisa Moms, asal Anda tahu triknya.

Trimester pertama mungkin bisa dianggap masa rawan dalam kehamilan. Tak ada salahnya jika Anda dan pasangan ekstra hati-hati saat bermesraan selama periode tersebut. Namun saat usia kandungan bertambah, Anda bisa menjaga agar cinta tetap membara dengan memperhatikan hal-hal berikut ini.




20 Hal yang Perlu Diketahui tentang Seks saat Hamil

1. Anda kehilangan gairah seks? Kondisi tersebut adalah wajar ketika kehamilan baru memasuki trimester pertama. Penyebabnya adalah perubahan hormon, rasa lelah berlebihan, dan mual berkepanjangan.

2. Melewati trimester pertama, hormon progesteron dan estrogen meningkat. Akibatnya, payudara dan vagina Anda menjadi super sensitif. Efeknya, Anda akan semakin cepat dan sering mengalami orgasme.

3. Sirkulasi darah dalam jumlah ekstra ke organ genital Anda membuat vagina terasa lembek dan bengkak. Jangan panik, Moms. Hal tersebut sangat wajar dan justru akan menambah sensasi bercinta.

4. Aduh, apakah “guncangan-guncangan” di luar sana akan membuat bayi di dalam perut akan terganggu? Ternyata menurut penelitian, janin Anda akan tetap tidur tenang di dalam rahim. Pasalnya, ia dilindungi oleh cairan ketuban dan dibungkus selaput tebal. Jadi jangan khawatir Moms, nikmati saja sensasi bercinta Anda bersama suami.

5. Saat memasuki trimester akhir, payudara Anda akan kelihatan semakin besar, seksi, dan sesekali bocor. Pada masa akhir kehamilan, stimulasi seksual bisa membuat kolostrum merembes. Kejadian ini normal, hanya saja membuat Anda kurang nyaman.

6. Bagaimana pikiran suami Anda? Galilah pikiran dan perasaan suami untuk mengetahui apakah ia bisa menikmati permainan cinta Anda. Hal ini penting, sebab menurut penelitian, sebagian besar pria kehilangan gairah karena terlalu khawatir memikirkan bahwa bercinta akan menyakiti janin.

7. Jangan panik apabila setelah orgasme, janin Anda tidak bergerak selama beberapa waktu. Penyebabnya adalah kontraksi rahim yang disebabkan orgasme akan membuat janin tenang di dalam sana.

8. Seks terbaik saat hamil adalah yang terjadi saat Anda tidur. Hormon membuat Anda mampu mengalami orgasme saat tidur atau kala Anda bermimpi.

9. Posisi misionaris (Anda di bawah suami), bukanlah posisi bercinta yang ideal pada masa kehamilan. Coba posisi tidur menyamping dan suami Anda melakukan penetrasi sambil memeluk Anda dari belakang. Atau gunakan posisi di atas agar Anda bisa mengontrol penetrasi dan menebarkan senyuman kepada suami.

10. Memasuki trimester kedua, gairah menggebu memungkinkan Anda bercinta hingga lima kali dalam semalam. Periode ini memang merupakan masa terbaik untuk melakukan hubungan seks sebab Anda sudah tidak lagi 'mabuk' dan tubuh Anda terlihat sintal. Seksi sekali.

11. Manfaat seks bukan hanya untuk mengobarkan api cinta. Tahukah Moms? Seks bisa dimanfaatkan untuk merangsang kelahiran pada kehamilan overdue. Cairan mani mengandung zat yang bisa menstimulasi kontraksi rahim.



12. Pendarahan berat setelah bercinta? Itu pertanda Anda harus segera ke rumah sakit. Namun, jika pendarahan terjadi hanya sedikit, itu normal, sebab mungkin Anda mengalami sedikit luka atau polip di serviks. Hal itu akan hilang setelah Anda melahirkan. Tapi jika Anda merasa khawatir, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter soal ini.

13. Keajaiban saat hamil adalah Anda akan sangat mudah terangsang dan vagina Anda menjadi sangat basah saat foreplay. Akan tetapi bukan berarti suami Anda tidak perlu melakukan foreplay.

14. Perut besar dan bokong penuh memang bukan proposi ideal untuk melakukan seks. Jika suami mengambil posisi di atas rahim, tentu saja akan membuat Anda tidak nyaman. Sebagai alternatif, suami bisa duduk di bangku yang nyaman. Lalu Anda duduk menghadap suami di atas pangkuannya, kemudian arahkan penis ke vagina. Sambil menikmati seks, Anda juga bisa melakukan senam otot betis.

15. Berbicara soal senam, lakukan senam pelvis (panggul) demi memudahkan persalinan, mempercepat pemulihan pasca persalinan, dan yang pasti membuat kehidupan seks Anda lebih baik.

16. Foreplay yang mungkin paling menyenangkan adalah pijatan di seluruh tubuh Anda. Bukan pijatan sungguhan, tapi berupa garukan di punggung yang sudah bisa merangsang Anda.

17. Lagi flu? Sembarang mengonsumsi obat akan sangat berbahaya bagi janin. Mau tahu obat alternatifnya? Bercinta! Menurut penelitian, hubungan seksual bisa meningkatkan sistem imun tubuh hingga 20 persen.

18. Cobalah posisi hot ini, Anda tidur telentang dengan bokong di bibir ranjang dan kaki dalam posisi terbuka menjejak lantai. Biarkan suami Anda berdiri di antara kaki Anda saat melakukan penetrasi. Rasakan sensasi percintaan ala hamil tua ini.

19. Mandi bersama pasangan dan bercinta di kamar mandi, pasti seru. Biarkan suami menjelajahi tubuh Anda agar ia juga tahu bagian tubuh mana saja yang berubah kala Anda mengandung Si Kecil.

20. Pasrah saja jika ada suatu masa di saat kehamilan Anda tidak ingin bercinta. Tetapi, tetap hangatkan hubungan Anda dan suami dengan saling memeluk atau berpegangan tangan.


Meski hubungan seks bisa dilakukan selama kehamilan, Moms tetap harus berhati-hati. Jika ada rasa nyeri atau pendarahan, segeralah menemui dokter. Jika tidak yakin dengan kondisi kandungan, Anda juga bisa meminta saran dan pemeriksaan dokter. (M&B/Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: asmara,   seks,   hamil,   kehamilan,   hamil,   ibu hamil,   seks saat hamil