Mother&Baby Indonesia
Ini Pentingnya Asam Folat untuk Ibu Hamil, Moms

Ini Pentingnya Asam Folat untuk Ibu Hamil, Moms

Mengonsumsi makanan sehat dengan kandungan nutrisi seimbang di masa kehamilan merupakan upaya agar calon ibu dan janin mendapat asupan gizi yang cukup. Hal ini dilakukan tak lain agar kebutuhan nutrisi untuk tumbuh kembang janin terjamin.

Nah, salah satu zat yang perlu dikonsumsi ketika Moms hamil adalah asam folat. Anda pasti sering mendengarnya, terutama bagi calon ibu yang tengah hamil. Sebenarnya, apa sih, asam folat itu? Dan kenapa wanita hamil mesti mengonsumsi banyak asam folat? Ini penjelasannya, Moms.




Apa Itu Asam Folat?

Asam folat termasuk dalam kelompok vitamin B, yaitu B9, yang merupakan kunci perkembangan dan metabolisme sel. Zat ini amat berperan untuk memproduksi DNA (Deoxyribose Nucleic Acid). Folat juga penting untuk membantu pembelahan sel-sel tubuh.

Selama masa kehamilan, folat jadi salah satu nutrisi esensial yang harus dipenuhi dalam jumlah yang lebih banyak setiap harinya -jika dibandingkan dengan saat sebelum hamil- untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Sayangnya, tubuh tidak menyimpan asam folat yang cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan tubuh.

Jadi, bagi Moms yang sedang hamil atau berencana ingin hamil, mengonsumsi asam folat merupakan keharusan, karena pada masa kehamilan terjadi pertumbuhan sel-sel baru dan perawatannya.

Department of Health and Human Services, AS, merekomendasikan semua wanita untuk mengonsumsi asam folat sebanyak 400 mikrogram per hari, atau setara 2 gelas susu. Sementara bagi Anda yang sedang hamil, tentu kebutuhannya lebih tinggi lagi, sekitar 600 mikrogram per hari.


Apa Saja Manfaat Asam Folat?

Asam folat membantu mencegah cacat tabung saraf (NTD), kelainan serius pada otak dan sumsum tulang belakang. "Salah satu hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk memastikan bayi yang sehat adalah memastikan Anda mengonsumsi makanan yang sehat, dengan banyak makanan kaya folat sebelum Anda hamil," kata Bethany Thayer, MS, RD, Director of Wellness Programs and Strategies dari Henry Ford Hospital di Detroit dan juru bicara untuk The American Dietetic Association.

Studi menunjukkan bahwa jika semua wanita mengonsumsi jumlah asam folat yang disarankan sebelum dan selama awal kehamilan, maka wanita tersebut berhasil mengurangi hingga 70% risiko cacat tabung saraf (NTD) pada bayi.

Asam folat juga dapat membantu mencegah keguguran yang terjadi pada awal kehamilan. Selain itu, asam folat mengobati anemia. Konsumsi asam folat yang cukup juga dipercaya dapat mengurangi risiko preeklampsia.

Selain itu, anak-anak yang ibunya mengonsumsi asam folat, secara keseluruhan memiliki tingkat kecerdasan emosional dan ketahanan yang lebih tinggi serta kosa kata yang lebih banyak.




Kapan Mulai Mengonsumsi Asam Folat?

Calon ibu rata-rata tidak tahu dirinya kekurangan asam folat karena sebagian besar kehamilan terjadi tanpa direncanakan. Padahal, kebutuhan asam folat untuk ibu hamil harus disiapkan sejak empat bulan sebelum kehamilan. Itu sebabnya kehamilan perlu direncanakan dan dipersiapkan sejak jauh-jauh hari. Karena itu, Moms sebaiknya mulai mengonsumsi makanan atau suplemen asam folat segera setelah Anda merencanakan kehamilan.


Makanan Apa Saja yang Jadi Sumber Asam Folat?

Asam folat bisa Anda dapatkan dari makanan-makanan berikut, Moms.

• Sayuran berhijau daun, seperti bayam, brokoli, dan kol.

• Kacang kedelai, kacang kapri, dan tanaman kacang-kacangan lainnya.

• Buah-buahan seperti lemon, pisang, jeruk, dan melon.

• Produk-produk yang sudah difortifikasi asam folat, seperti roti, jus, dan sereal.


Apa Risiko Kekurangan Asam Folat?

Konsumsi asam folat pada masa kehamilan dapat menurunkan risiko preeklampsia dan kelahiran prematur, serta mengurangi risiko cacat lahir hingga 50-70%. Defisiensi asam folat pada ibu hamil bisa berisiko tinggi pada kecacatan otak dan sumsum tulang belakang bayi yang dilahirkan. Kekurangan zat ini juga bisa menyebabkan bayi lahir dengan bibir sumbing, berat badan rendah, Down Syndrome, dan kelainan pembuluh darah. Rusaknya lapisan pelindung pembuluh darah bisa menyebabkan tali pusat lepas sebelum waktunya. Adapun pada ibu hamil sendiri, kekurangan folat menyebabkan meningkatnya risiko anemia, sehingga mudah lelah, letih, lesu, dan pucat.


Bagaimana Jika Berlebihan?

Konsumsi asam folat yang berlebihan kurang lebih tidak memiliki risiko yang berarti, karena zat ini larut dalam air. Namun, konsumsi asam folat terlalu berlebihan bisa menimbulkan efek seperti mual, kembung, gas, dan insomnia. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: kehamilan,   hamil,   ibu hamil,   asam folat,   asam folat untuk ibu hamil,   nutrisi ibu hamil