Mother&Baby Indonesia
Mengenal Urtikaria, Penyakit Biduran pada Anak

Mengenal Urtikaria, Penyakit Biduran pada Anak

Moms, pernahkah Anda atau Si Kecil mengalami kulit gatal-gatal, merah, dan bentol-bentol saat kedinginan? Bisa jadi itu adalah urtikaria atau yang lebih dikenal dengan istilah biduran akibat alergi udara dingin. Kalau Anda mengira alergi dingin hanya menyerang mereka yang tidak kuat dengan udara dingin, maka Anda keliru, Moms.

Urtikaria (kaligata atau biduran) sendiri merupakan reaksi dari alergi. Kondisi ini menandakan sistem kekebalan tubuh sedang merespons zat beracun yang masuk ke dalam tubuh.

Urtikaria adalah suatu kondisi di mana kulit menimbulkan reaksi terhadap udara yang dingin, yang kemudian muncul bintik-bintik merah pada kulit disertai gatal. Saat alergi dingin menyerang, tubuh melepaskan zat kimia dan antihistamin ke dalam aliran darah. Gejala yang ditimbulkan berbeda-beda, dilihat dari tingkat yang diderita. Begitu juga dengan dampaknya, mulai dari tekanan darah rendah, kehilangan kesadaran, hingga kematian.



Terdapat berbagai varian dari urtikaria, antara lain immunoglobulin E akut (IgE)-mediated urticaria, kimia-induced urticaria (non-IgE-mediated), urtikaria vaskulitis, urtikaria autoimun, urtikaria kolinergik, muckle-wells syndrome, dan lainnya.


Penyebab Urtikaria

Umumnya, urtikaria terjadi ketika tubuh melepaskan zat histamin, yaitu zat yang menandakan respons tubuh terhadap alergi. Beberapa pemicu alergi (alergen) yang menjadi penyebab urtikaria, adalah makanan (ikan laut, susu, telur, kacang-kacangan, keju, atau cokelat).

Selain itu, obat-obatan (antibiotik, aspirin, atau kodein), infeksi (bakteri, virus, atau parasit), tanaman (getah atau bulu halus), suhu dingin, sinar matahari, udara panas, keringat, sengatan serangga, atau stres juga menjadi penyebab lain dari penyakit ini.


Penyebab dan Gejala

Gejala urtikaria bisa terlihat pada kulit Si Kecil, yang akan muncul ruam menonjol berwarna merah dan terasa gatal. Ruam tersebut akan berwarna putih jika ditekan. Ukuran ruam juga bervariasi dan muncul pada beberapa area tubuh, seperti wajah, mata, lengan, kaki, perut, dan punggung.

Umumnya, kulit akan kembali normal dalam dua hari. Namun pada urtikaria vaskulitis, yaitu urtikaria yang terjadi pada pembuluh darah di dalam kulit, ruam akan timbul lebih lama, lebih gatal, perih dan menimbulkan memar.



Sayangnya, tidak ada obat yang dapat menyembuhkan urtikaria. Tetapi Moms bisa mengonsumsi obat antihistamin yang efektif meredakan gejalanya. Walau belum ada obatnya, Moms tidak perlu khawatir, karena alergi dingin pada anak dan remaja dapat hilang dengan sendirinya dalam waktu beberapa tahun.


Yang Harus Dilakukan

Urtikaria dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan. Hal yang harus diperhatikan adalah lindungi tangan Si Kecil agar tidak menggaruk terlalu kuat. Jika terjadi, maka hal ini akan bisa menimbulkan luka. Hindari pula paparan udara dingin atau angin.

Jika urtikaria tidak segera hilang, Moms bisa memberikan obat alergi seperti antihistamin. Namun, jika kondisinya semakin parah, pasien dianjurkan segera ke dokter. Terlebih bila urtikaria diikuti dengan gejala tidak biasa seperti sesak napas, meriang, muntah-muntah, hingga demam tinggi.

Jika Si Kecil mengalami alergi karena dingin, berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk mengatasinya:

• Gunakan tanaman leunca sebagai olesan pada kulit yang mengalami alergi. Caranya mudah, tumbuk tanaman leunca hingga halus, dan kemudian oleskan pada kulit. Lakukan cara ini 3 kali sehari.

• Saat Si Kecil mengalami alergi dingin, sebaiknya mandikan ia dengan air hangat atau sekadar merendam kaki dengan air hangat. Saat kaki terkena air hangat, rasa hangat tersebut dapat disalurkan ke seluruh badan.

• Cara lain yang Anda dapat lakukan adalah dengan mengoleskan minyak kayu putih ke tubuh Si Kecil yang mengalami alergi. Disarankan juga agar anak tidak berada dalam suhu udara yang dingin. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   balita,   urtikaria,   biduran,   alergi,   penyakit anak,   alergi pada anak