Home - Kehamilan & Persalinan - Panduan Ibu Baru / 8 Mei 2019 / Redaksi

Bolehkah Ibu Menyusui Puasa? Ini 6 Tips Pakar Laktasi

Sama seperti wanita yang tengah hamil, berpuasa untuk wanita yang sedang menyusui juga tidak diwajibkan, alias ada rukhsah atau keringanan. Namun, bagaimana jika ibu menyusui tetap ingin berpuasa?

Kebanyakan ibu menyusui merasa khawatir jika berpuasa akan memengaruhi produksi ASI yang keluar. Dalam Islam, sebenarnya ibu menyusui mendapat keringanan untuk tidak berpuasa saat menyusui.

Tetapi bagi Anda yang tetap ingin berpuasa, The Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism menegaskan bahwa berpuasa selama bulan Ramadan tidak akan memengaruhi kondisi dan komposisi ASI yang dihasilkan.



Dalam penelitian yang berjudul Metabolic Adaptation to Feeding and Fasting during Lactation in Humans, tercantum bahwa saat berpuasa, tubuh ibu akan beradaptasi. Tubuh akan mengambil cadangan gizi, seperti energi, lemak, protein, vitamin, dan mineral yang sudah disimpan tubuh. Kemudian, tubuh akan ‘diisi ulang’ saat Anda berbuka puasa.


Tips dari Pakar Laktasi

Nah, agar Anda merasa lebih nyaman menjalankan puasa sambil menyusui, dr. Hani Purnamasari, MsiMed, Sp.A, dari Kemang Medical Care memberikan beberapa tips seperti berikut ini.

1. Jangan malas makan

“Saat menyusui, Anda harus melawan rasa malas makan yang sering terjadi. Jangan hanya makan sekali di antara waktu berbuka dan sahur. Hal ini penting untuk memperlancar produksi ASI,” ujar dr. Hani.

2. Asupan gizi seimbang

Agar produksi ASI bagus, makanan yang dikonsumsi pun harus bergizi seimbang. Hal itu juga berlaku saat ibu menyusui sedang berpuasa. Jika biasanya mengonsumsi gizi seimbang seharian, saat berpuasa Anda harus menggantinya saat berbuka hingga sahur. Jumlah karbohidrat, lemak, dan protein yang dikonsumsi harus seimbang. Jangan terlalu banyak makan nasi atau hanya mengonsumsi makanan tertentu saja ya, Moms.

3. Perhatikan asupan protein



Sehabis menyusui, Anda pasti sering merasa lapar. Untuk menyiasatinya, saat berpuasa, Anda perlu memerhatikan asupan protein secara ekstra. Usahakan untuk mengonsumsi protein hewani, seperti daging, ikan, dan lain-lain yang tinggi kalori dan protein, agar Anda tidak mudah lapar. 

“Setelah menyusui, ibu biasanya akan merasa lapar dan camilan sehat akan membantu memberikan energi tambahan saat berpuasa. Apalagi, jika Anda mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, dalam artian asupan karbohidrat, protein, dan lemaknya cukup. Anda pun tak perlu merasa khawatir akan lemas dan lapar setelah menyusui Si Kecil,” saran dr. Hani.

4. Perhatikan asupan cairan

Jika ibu menyusui berpuasa, asupan cairan adalah salah satu hal paling penting yang harus diperhatikan. Jumlah air yang harus masuk ke dalam tubuh Anda adalah sekitar 2.5 hingga 3 liter.

“Selain air putih, ibu juga dapat minum jus buah, susu, atau yoghurt saat berpuka hingga sahur. Ibu menyusui harus banyak minum untuk menjaga jumlah produksi ASI. Jadi, Si Kecil tak akan kekurangan ASI di siang hari,” jelas dr. Hani.

5. Persediaan ASI

Jika Anda seorang ibu bekerja yang juga berpuasa saat menyusui, jangan lupa menyediakan ASIP di rumah. Berpuasa bukan berarti Anda berhenti menyediakan ASIP untuk Si Kecil. Anda bisa memerah ASI saat malam hari atau setelah sahur.

6. Cukup istirahat

Wajar jika Anda sering merasa lemas di hari puasa, maka gunakanlah waktu luang Anda untuk beristirahat. Di siang hari, Anda bisa memanfaatkan waktu untuk tidur siang sekitar 30 menit hingga 1 jam. Usahakan pula agar waktu tidur Anda minimal 8 jam sehari agar tubuh tetap fit saat beribadah puasa.

Selamat menunaikan ibadah puasa ya, Moms! (M&B/Tiffany/SW/Dok. Freepik)

 

 


RELATED ARTICLE

Perlukah Minum Susu Khusus untuk Ibu Menyusui?

Cara Mengencangkan Payudara setelah Menyusui

Kiat Lancar Menyusui dalam Perjalanan

OTHER ARTICLES

MB Fair Surabaya 2019

Manfaat Pelukan untuk Anak & 5 Gaya Pelukan Seru!

5 ‘Keanehan’ pada Newborn yang Perlu Anda Ketahui

Emboli Air Ketuban bisa Ancam Nyawa Ibu Hamil dan Bayi

Kapan Saat Tepat Memberi Uang Jajan buat Anak?