Mother&Baby Indonesia
Trik Hadapi Tamu yang Berkunjung Usai Anda Melahirkan

Trik Hadapi Tamu yang Berkunjung Usai Anda Melahirkan

Hari-hari pertama setelah kelahiran buah hati Anda, kesibukan Anda sebagai ibu baru bukan hanya menyusui dan mengganti popok Si Kecil. Kunjungan keluarga, teman, atau rekan kerja, baik saat Anda masih di rumah sakit maupun sudah kembali ke rumah, juga akan mengisi hari-hari Anda. Senang? tentu saja. Capek? Ini juga akan Anda rasakan, Moms.

Kisah melahirkan Anda berawal dari ruang bersalin. Rasanya, semua keluarga dan teman ingin mengetahui kondisi Anda. Lalu setelah Si Kecil lahir, mereka pun berbondong-bondong berkunjung untuk melihat Si Kecil, sekaligus mengucapkan selamat atas kehadiran anggota baru keluarga Anda, entah itu di rumah sakit atau di rumah.

Di satu sisi, kondisi ini menyenangkan ya, Moms. Artinya, begitu banyak orang yang memiliki perhatian pada Anda dan Si Kecil. Anda tidak akan pernah kesepian. Namun di sisi lain, Anda pun sebenarnya tidak siap menerima begitu banyak kunjungan pada hari-hari pertama sesudah melahirkan.



Kunjungan-kunjungan ini tentu akan menyita energi dan waktu Anda. Jangankan menerima tamu, mengurus kebutuhan bayi saja sudah membuat Anda kurang istirahat. Hmmm… Lalu apa yang harus Anda lakukan?


Jika Anda Masih di Rumah Sakit

Ada baiknya Anda membuat aturan waktu berkunjung, Moms. Beberapa rumah sakit memiliki kebijakan ketat untuk waktu berkunjung. Itu pun kadang-kadang juga berlaku untuk suami atau orang tua pasien. Kebijakan ini diberlakukan agar Anda bisa berkonsentrasi merawat Si Kecil dan berisitirahat di waktu yang memungkinkan.

Oh ya, jika Anda harus berbagi kamar dengan ibu lain, tamu Anda juga mungkin saja mengganggunya. Bayangkan, jika Anda sedang butuh istirahat, sementara teman sekamar Anda sedang menerima tamu yang berbincang-bincang dengan suara keras. Anda jadi tidak bisa beristirahat, kan?

Sebenarnya, jika Anda merasa sehat, tidak ada salahnya juga menerima kunjungan orang lain saat Anda masih berada di rumah sakit, terutama jika Anda tidak berbagi kamar dengan orang lain. Sebab, saat di rumah sakit, Anda masih mendapat bantuan perawat untuk merawat Si Kecil.




Jika Anda Sudah Kembali ke Rumah

Lalu bagaimana jika Anda sudah kembali ke rumah? Penulis buku Etiquette for Dummies, Sue Fox, dikutip dari www.etiquettesurvival.com, mengatakan bahwa Anda bisa menyampaikan aturan tersebut dengan cara humor. Misalnya, mengunggah foto Si Kecil di Facebook, Twitter, atau Instagram dengan keterangan lucu, seperti, “Aku tahu bahwa aku imut. Tapi aku masih butuh tidur agar tetap imut. Kalau mau melihatku, silakan mampir sebelum pukul 19.00, ya.”

Perlu Anda ketahui, di rumah akan lebih sulit mengatur lamanya waktu berkunjung. Tidak ada aturan baku seperti di rumah sakit yang membuat tamu Anda harus pergi pada waktu tertentu.

Namun, jika Anda merasa mulai kelelahan, Anda bisa membuat tamu tersebut menyadari keinginan Anda tanpa harus mengucapkan sepatah kata pun, misalnya mengenakan piama. Dengan begitu, tamu akan mengetahui bahwa Anda butuh istirahat sehingga ia bisa segera berpamitan.

Oh ya, Sebenarnya akan lebih baik jika Anda mengadakan satu hari khusus untuk menerima tamu, semacam acara open house atau akikah jika Anda muslim. Dalam satu hari, Anda menyiapkan tempat dan suguhan untuk banyak orang.

Anda bisa meminta bantuan tetangga dekat untuk mempersiapkannya. Anda juga tak perlu ragu meminta bantuan tamu jika dibutuhkan, misalnya mengambil minuman atau makanan sendiri atau menjaga bayi Anda saat Anda harus melakukan pekerjaan lain yang tidak bisa ditunda. Mereka pasti akan senang. Meskipun menyita waktu dan energi, setelah acara tersebut selesai, Anda akan bisa kembali berkonsentrasi pada bayi Anda, Moms.

Well, selamat mencoba trik ini ya, Moms! (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: ibu melahirkan,   ibu baru,   bayi,   bayi baru lahir,   tamu ingin melihat bayi