Mother&Baby Indonesia
Mengatasi Orang Tua yang Selalu Mengatur Gaya Asuh Anda

Mengatasi Orang Tua yang Selalu Mengatur Gaya Asuh Anda

Salah seorang ibu pernah curhat, setelah melahirkan buah hatinya, ia lebih bisa menghargai kehadiran ibu dalam hidupnya. Namun, ia juga sekarang sering merasa terganggu karena sang ibu selalu mengatur dan memberitahu bagaimana cara merawat Si Kecil. Ingin menegur, namun ia khawatir sang ibu malah akan tersinggung.

Memang, Moms, setelah Si Kecil lahir, biasanya akan terjadi perubahan dalam hubungan Anda dengan orang tua, khususnya ibu Anda. Idealnya Anda akan jauh lebih menghargai satu sama lain. Namun bagaimana jika kondisinya seperti cerita sang ibu di atas? Bagaimana mengatasinya?

Menurut psikoterapis, Dorothy Firman, setelah Anda melahirkan, secara alami orang tua akan membagi semua pengalaman tentang cara mengasuh bayi kepada Anda, anaknya. Berbekal pengalaman yang dimiliki selama bertahun-tahun, Anda pun akan kesulitan untuk menolak nasihatnya.



Hal inilah yang kemudian membuat orang tua menjadi terlalu memegang kontrol dan mulai mengganggu privasi Anda, hingga dapat menciptakan hubungan yang kurang sehat.

Sementara, Victoria Secunda, penulis buku When You and Your Mother Can’t be Friend, mengatakan kondisi tersebut bisa saja terjadi karena orang tua terdorong untuk melakukan tindakan impulsif, sehingga tidak bisa menahan keinginannya untuk membantu Anda.

Hal itu juga biasanya dilakukan untuk mengembalikan otoritasnya sebagai seorang ibu. Jika ia tidak bisa lagi mengasuh Anda sebagai seorang anak, setidaknya ia bisa menggunakan otoritasnya sebagai seorang nenek untuk memberitahu bagaimana cara menjadi orang tua yang baik. Untuk mengatasi masalah ini, ada dua hal penting yang harus Anda lakukan, Moms. Ini dia caranya:


1. Komunikasi dan Diskusi

Hubungan yang sehat dapat diawali dengan sebuah percakapan sederhana. Karena itu, untuk memperbaiki kondisi, Dorothy Firman menyarankan Anda untuk berdiskusi dengan ibu dalam suasana santai dan mulailah membicarakan tentang perubahan yang terjadi.

Sampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kepeduliannya untuk membantu Anda mengasuh Si Kecil, tetapi ungkapkan juga bahwa Anda membutuhkan privasi dalam merawat buah hati Anda itu.

Jangan ragu untuk membicarakan semua yang menjadi keinginan Anda dan dengarkan pula apa yang menjadi keinginan ibu Anda. Dengan begitu, Anda dan ibu akan menyadari batasan-batasan yang harus dipatuhi untuk mendukung satu sama lain.



Diskusi ini juga sangat dianjurkan untuk dilakukan sebelum Si Kecil lahir dan sebelum masalah tersebut timbul.


2. Pengertian

Saat ibu Anda mulai berkomentar tentang bagaimana cara mengatur Si Kecil, pakar komunikasi, Deborah Tannen, mengungkapkan mungkin Anda akan menjadi sensitif dan marah. Hal itu juga mungkin akan membuat Anda bertanya, “Apakah saya sudah menjadi ibu yang baik untuk Si Kecil?”

Menjadi ibu baru memang bukan sebuah perkara yang mudah, Moms. Apalagi dengan adanya berbagai pengaruh orang yang lebih berpengalaman di sekitar Anda, dengan salah satunya adalah ibu Anda.

Tetapi, bagaimanapun juga, sadarilah bahwa mereka melakukan hal itu karena peduli dan ingin membantu Anda. Berusahalah menahan diri untuk tidak mengucapkan kata-kata yang menyakiti hati ibu Anda dan membuat hubungan dengannya menjadi buruk.

Tingkatkan kadar pengertian Anda dan ajak bicara baik-baik jika memang ada suatu yang sudah terlalu menyinggung perasaan Anda.

Selamat mencoba ya, Moms! (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: orang tua,   anak dan ibu,   anak,   bayi,   gaya asuh,   hubungan anak dan ibu,   ibu baru








Related Article