Mother&Baby Indonesia
Berapa Tinggi Badan Anak saat Dewasa Nanti? Hitung Yuk!

Berapa Tinggi Badan Anak saat Dewasa Nanti? Hitung Yuk!

Tinggi badan anak dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya genetik dan asupan nutrisi. Menurut Jay L. Hoecker, M.D., anggota Department of Pediatric and Adolescent Medicine dan salah satu dokter di MayoClinic, sebenarnya tidak ada satu pun cara yang terbukti paling akurat untuk memprediksi tinggi badan anak ketika ia dewasa kelak.

Namun, setelah mempelajari ribuan anak dan orang tuanya, terbentuk sebuah rumus yang telah dikembangkan untuk membantu mengetahui pertumbuhan tinggi anak hingga mencapai potensi genetik.

Penasaran berapa tinggi anak saat ia dewasa nanti? Yuk, coba kalkulator prediksi tinggi badan anak berikut yang dikutip dari situs Parenting.com. Karena aplikasi meramalkan tinggi badan Si Kecil ini menggunakan formula genetik dari kedua orang tua. Nah, sebelum mengukur tinggi badan anak, terlebih dahulu ukur tinggi badan Anda dan suami ya, Moms.




Mari Berhitung

Berikut beberapa rumus menghitung prediksi tinggi badan Si Kecil:


Rumus 1

1. Tambahkan tinggi kedua orang tua. Anda bisa menggunakan satuan inci atau cm.

2. Setelah dijumlahkan, bagi angka tersebut dengan 2.

3. Lalu, tambahkan 2,5 inci (jika menggunakan satuan inci) atau tambahkan 6,5 cm (jika menggunakan satuan cm).

4. Angka yang didapatkan adalah tinggi midparental (pertengahan tinggi) untuk anak.

5. Tinggi anak yang sebenarnya adalah kurang lebih 4 inci atau kurang lebih 10 cm. Itu adalah kisaran tinggi anak Anda.




Contoh:

Misalnya, tinggi badan suami 170 cm dan tinggi badan Anda 165 cm. Keduanya dijumlahkan menjadi 335 cm, lalu dibagi 2 menghasilkan 167,5 cm. Angka ini kemudian ditambahkan 6,5 cm menjadi 174 cm. Angka 174 adalah angka pertengahan perkiraan tinggi anak.

Sedangkan kisaran tinggi anak sebenarnya adalah 174 cm dijumlahkan atau dikurangi 10 cm, sehingga perkiraan tinggi anak adalah 164-184 cm.


Rumus 2

Cara lain untuk memperkirakan tinggi badan Si Kecil ketika dewasa adalah dengan menggandakan tinggi badannya ketika berusia 2 tahun. Misalnya, tinggi Si Kecil saat berumur 2 tahun adalah 85 cm, maka perkiraan tinggi badannya kelak adalah 170 cm.


Faktor Lain yang Mendukung Tinggi Anak

Selain genetik, ada faktor lain yang juga memengaruhi tinggi badan anak, yaitu nutrisi. Dalam memenuhi faktor nutrisi sebaiknya anak mengonsumsi makanan yang bervariasi dan banyak mengandung protein dan kalsium untuk membantu pertumbuhan tulangnya. Sebenarnya, tidak ada satu jenis makanan yang bisa memenuhi semua kebutuhan nutrisi. Sesuaikan porsi makanan anak dengan piramida makanan.

Sebagai gambaran, anak usia 1-3 tahun membutuhkan sekitar 1.000-1.300 kalori per hari. Ia butuh makan setidaknya 5-6 kali sehari dalam porsi yang sesuai, yakni 1/3 porsi orang dewasa, terdiri dari 3 kali makan makanan utama, 2 kali camilan.

Selain itu, Anda juga disarankan untuk menjauhkan anak dari penyakit, terutama di tahun-tahun pertama hidupnya. Jika Si Kecil sering sakit, seperti infeksi saluran cerna, bila terakumulasi bisa mengakibatkannya kekurangan nutrisi. Si Kecil juga sebaiknya memiliki aktivitas yang baik untuk merangsang tulang tumbuh lebih tinggi, misalnya berolahraga, seperti lari dan lompat.

Anda perlu tahu bahwa anak tumbuh dengan proses yang berbeda-beda. Ada yang cepat dan ada pula yang lambat. Jika Anda merasa pertumbuhan Si Kecil tidak sesuai, segera konsultasikan dengan dokter. Pantau selalu penambahan tinggi dan berat badan Si Kecil sejak bayi, agar Anda segera tahu jika tumbuh kembangnya terganggu. (M&B/Tiffany/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   tinggi anak,   badan anak,   pertumbuhan